Kebun teh, menjadi tempat favorite sebuah keluarga untuk melakukan piknik bersama. Terdapat 3 keluarga yang tengah mengobrol ceria dan duduk diatas tikar piknik sambil memakan makanan yang ada di depannya.
Di dalam tiga keluarga itu telah memiliki anak yang memiliki usia yang sama. Yaitu Arzan, Ara dan Embun.
Tetapi dimana keberadaan anak-anak itu? Di tempat itu hanya ada gadis kecil dengan perawakan sangat tomboy dan cerewet, itu adalah Vina kakak dari Arzan.
"Saya akan segera pindah dari sini," ujar seorang lelaki membuat yang lainnya terdiam menatapnya
"Loh Hamdan, kamu ini kenapa?" tanya lelaki yang berada di sebelahnya sambil menepak pelan pundak lelaki bernama hamdan itu.
"Perusahaan ku bangkrut, dan menurun drastis tidak berjalan. Aku harus membangkitkan nya semuanya, bagaimana aku harus membiayai keluarga ku?" tanyanya menatap semuanya
"Kita akan membantu mu, kamu tidak usah sungkan pada kami," ujar lelaki di depannya bernama Baskara
"Iya, kamu tinggal bilang berapa yang kamu butuhkan. Kami akan membantu semuanya, Ham." Lelaki di sebelah nya yang bernama Arya kini menatapnya dan membuat lelaku itu menggeleng.
"Saya tidak bisa, saya harus memulai sendiri dengan usaha dan modal saya sendiri. Terimakasih teman-teman," jelas Hamdan menatap semuanya
"Lalu pertemanan anak-anak kita? Bagaimana bisa Embun dan Ara harus di pisahkan, ikatan mereka sangat kuat mas," ucap wanita dengan kuncir tengah yang mengikat dua sisi telinga bernama Dewi sambil menatap semuanya.
"Maafkan aku, jika kami tinggalkan Arzan di sini kami akan merepotkan kalian." Wanita yang menatap sendu itu adalah istri dari Hamdan malik yaitu Erna ibu dari Vina dan Arzan.
"Kalau pun Arzan tetap di sini kami akan menjaga anak mu, Er," jelas wanita setengah parubaya mengelus pundak Erna dia adalah Reni ibunda dari Ara.
"Usia sekarang adalah usia aktif mereka bermain bersama, jadi kami akan membawa Arzan pindah tanpa sepengetahuan dari Ara dan Embun. Tolong kasih pengertian kepada mereka ya," ucap Erna menatap Reni dan Dewi.
Hingga mereka mendengar suara tertawa anak kecil kemudian menatap kebun teh yang berada di ujung lalu tersenyum tipis.
Kini dua orang anak kecil perempuan, tengah terduduk jongkok sambil mengumpat di balik tanaman teh, anak kecil pipi gembul kini bersembunyi di balik anak kecil berambut seleher.
Usia mereka masih berusia 5 tahun wajar sekali di usianya, sangat aktif-aktifnya bermain.
"Ara, Embun! Kalian dimana? Arzan datang mencari kalian," teriak anak kecil laki-laki dengan mata yang mencari-cari.
"Embun di cini Alzan!" teriaknya membuat mata nya tertuju pada kebun teh di ujung.
"Sssttt, nanti kita ketahuan kamu yang akan ketangkap duluan," ucap anak kecil di depannya lalu ia pun menggelengkan kepala
"Meong!" gadis itu memperagakan suara kucing membuat anak kecil itu memberhenti kan langkahnya.
Anak kecil polos itu terus saja memainkan daun kering menggunakan batu hingga membuat bunyi.
"Sssttt diam, nanti alzan dengar," ujarnya menatap Embun lalu mengangguk
Anak kecil laki-laki itu pun berjalan dan mendekati kebun teh itu, hingga membuat anak kecil berambut se leher itupun segera berlari kencang sampai membuat sahabatnya terseret jatuh dan menangis.
"Aw! kaki Embun sakit! Huaa," tangis nya mendudukan badannya dan melihat luka di 2 lutut kakinya nya.
Tidak sengaja juga hal itu pun membuat batu yang di pegang Embun terlempar mengenai alis Arzan dan membuatnya mengeluarkan darah.
YOU ARE READING
Ending Tale Of Friendship?
Teen FictionKebun teh, tempat yang sangat indah di salah satu kota di Indonesia, tepat di kota Bandung. Menjadi tempat terakhir pertemuan sebuah persahabatan kecil yang tak tahu kedepannya akan di satukan kembali atau tidak. Sebuah 2 mahkota bunga yang di rang...
