"Aku punya segalanya, aku punya banyak orang-orang yang sayang denganku. Tapi aku takut suatu saat Tuhan akan menjauhkan mereka semua dariku"
HA PP Y R EA DING
oOo
"JUAN !!" Teriakan Alya hingga terdengar sampai ke penjuru sekolah. Sebenarnya Alya tidak ingin teriak seperti ini. Namun teman-teman sekelasnya yang sangat menjengkelkan membuat ia menjadi seperti monster setiap hari.
Lelaki bernama Juan Pratama yang diteriaki Alya malah menjulurkan lidah kearahnya dan kabur setelahnya sambil menggendong asal tas ranselnya. Sangat menjengkelkan bukan?
Alya menarik napas dalam-dalam lalu meringis kesal setelahnya.
Alya mengomel sendirian ditengah kesunyian kelasnya sambil membereskan meja guru yang sedikit berantakan. Bagaimana bisa ia ditinggal piket seorang diri seperti ini. Sungguh teman-temannya tidak punya hati nurani.
Tiba-tiba seseorang yang tidak Alya kenal menyapanya.
"Hai"
Alya dengan cepat langsung menoleh ke arah laki-laki yang sedang berdiri diambang pintu dan tersenyum ramah kepadanya.
'Siapa?' batin Alya.
oOo
'ceklek'
Alya membuka pintu rumahnya lalu masuk kedalam. Tampak sepi seperti biasanya mengingat kedua orang tuanya pergi bekerja dan abangnya yang sedang kuliah. Alya meletakkan tas ke sembarang tempat dan menghempaskan tubuh di tempat tidur sederhana miliknya. Sepertinya tenaganya habis terkuras hari ini. Akibatnya kepala Alya agak pusing sekarang.
Larut dalam keheningan, perlahan matanya menutup dan tertidur tanpa mengganti seragam sekolahnya terlebih dahulu.
Cukup lama ia tertidur sampai suara ketukan membangunkan tidurnya.
'tok tok'
Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Sontak Alya membuka matanya, berjalan dengan lesu untuk membukakan pintu.
Pintu terbuka dan tampak seorang lelaki yang 5 tahun lebih tua darinya tanpa permisi masuk begitu saja kedalam kamarnya. Lelaki tersebut menuju kasur dan membaringkan tubuhnya.
"Abang ngapain?" tanya Alya dengan ketus. Orang yang ditanya tidak menjawab dan malah memejamkan matanya.
"ih bang! Sana ganti baju dulu! Bau asem, ga boleh tidur di sini nanti tempat tidur Alya bau tauk" omelnya sambil menarik narik lengan lelaki bernama Mahesa itu yang merupakan kakak kandung Alya.
"Bentaran aja" gumam Mahesa masih dengan memejamkan matanya.
"Sini"
Mahesa menepuk tempat disebelahnya yang kosong mengisyaratkan agar Alya berbaring disebelahnya.
Alya pun menurut dan perlahan tidur disebelah kakaknya tersebut.
Mahesa tersenyum dan perlahan membawa Alya kepelukannya. Mengusap-usap kepala Alya dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Kok belum ganti baju?" tanya Mahesa sambil mengecup singkat puncak kepala Alya.
"Iya, tadi pulang Alya langsung tidur. Capek banget." jawab Alya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENERVATE
FanfictionBertemu dengannya itu takdir. Dia.. Seseorang yang menjadi penguat bagi ku. Karena-nya, aku mengerti pentingnya hidup disaat aku sudah tak sanggup lagi melihat dunia ini. Dia... Seseorang yang selalu memelukku erat, seakan...
