𝔸𝕤𝕤𝕒𝕝𝕒𝕞𝕦𝕒𝕝𝕒𝕚𝕜𝕦𝕞,𝕃𝕒𝕓𝕚𝕓𝕒𝕙

9 0 0
                                        

      "𝙰𝚜𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖𝚞𝚊𝚕𝚊𝚒𝚔𝚞𝚖 𝙻𝚊𝚋𝚒𝚋𝚊𝚑.. 𝚠𝚞𝚒𝚑𝚑𝚑 𝚛𝚊𝚓𝚒𝚗 𝚊𝚖𝚊𝚝 𝚢𝚊 𝚓𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚐𝚒𝚗𝚒 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚍𝚒𝚔𝚎𝚕𝚊𝚜,𝚗𝚐𝚎𝚛𝚓𝚊𝚒𝚗 𝚓𝚞𝚛𝚗𝚊𝚕 𝚕𝚊𝚐𝚒" ,𝚜𝚊𝚙𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚐𝚊𝚍𝚒𝚜 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚍𝚞𝚍𝚞𝚔 𝚍𝚒𝚋𝚊𝚗𝚐𝚔𝚞𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚢𝚎𝚗𝚍𝚎𝚛 𝚙𝚊𝚍𝚊 𝚝𝚎𝚖𝚋𝚘𝚔 𝚍𝚒𝚜𝚒𝚜𝚒 𝚖𝚎𝚓𝚊𝚗𝚢𝚊.
       "𝚆𝚊'𝚊𝚕𝚊𝚒𝚔𝚞𝚖𝚜𝚊𝚕𝚊𝚖,𝙺𝚑𝚊𝚗𝚣𝚊. 𝙸𝚢𝚊 𝚒𝚗𝚒 𝚕𝚊𝚐𝚒 𝚌𝚘𝚋𝚊 𝚖𝚎𝚖𝚊𝚑𝚊𝚖𝚒 𝚜𝚘𝚊𝚕 𝚙𝚎𝚕𝚊𝚓𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒." 𝙹𝚊𝚠𝚊𝚋𝚗𝚢𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖 𝚜𝚒𝚖𝚙𝚞𝚕. "𝚃𝚞𝚖𝚋𝚎𝚗 𝚓𝚊𝚖 𝚜𝚎𝚐𝚒𝚗𝚒 𝚞𝚍𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚊𝚗𝚐𝚔𝚊𝚝,𝚉𝚊?"
       " 𝙱𝚒𝚊𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑, 𝚛𝚊𝚙𝚊𝚝 𝙾𝚂𝙸𝚂 𝚝𝚎𝚛𝚞𝚜 𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝 𝚛𝚊𝚙𝚊𝚝 𝚜𝚎𝚗𝚒. 𝚃𝚊𝚙𝚒 𝚖𝚊𝚞 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚙𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚕𝚞,𝙱𝚊𝚑. 𝙺𝚊𝚖𝚞 𝚖𝚊𝚞 𝚖𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚋𝚊𝚛𝚎𝚗𝚐 𝚗𝚐𝚐𝚊𝚔 ? 𝙱𝚞𝚗𝚍𝚊𝚔𝚞 𝚋𝚊𝚠𝚊𝚒𝚗 𝚋𝚎𝚔𝚎𝚕 𝚋𝚊𝚗𝚢𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚗𝚒𝚑" ,𝚝𝚊𝚠𝚊𝚛𝚔𝚞 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚞𝚗𝚓𝚞𝚔𝚔𝚊𝚗 𝚔𝚘𝚝𝚊𝚔 𝚋𝚎𝚔𝚊𝚕 𝚋𝚒𝚛𝚞 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚊𝚛𝚞 𝚔𝚞𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚝𝚊𝚜. 𝙳𝚊𝚗 𝚍𝚒𝚊 𝚑𝚊𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚗𝚢𝚞𝚖 𝚜𝚊𝚖𝚋𝚒𝚕 𝚖𝚎𝚗𝚐𝚐𝚎𝚕𝚎𝚗𝚐.

       𝙻𝚊𝚋𝚒𝚋𝚊𝚑 𝙰𝚒𝚗𝚞𝚛𝚒𝚜𝚢𝚊, atau biasa akrab dipanggil Labibah. Dia gadis yang tak banyak bicara tapi dia memiliki energi positif saat orang orang didekatnya. Dia gadis yang pintar, ceria,ramah dan mudah bergaul, tidak seperti aku yang kadang malas bergaul dengan orang baru. Menurutku dia sempurna badannya yang tinggi ditambah tubuhnya yang bisa dibilang idaman para gadis, dia cantik,senyumnya menawan, sikapnya yang anggun.

       Aku dan labibah teman satu kelas,hanya saja dia si pandai yang duduk dibarisan depan sedangkan aku si moody yang hobby duduk dibarisan belakang. Kadang aku bertanya pada diriku, apa iya pernah pusing tujuh putaran saat mengerjakan tugas akutansi yang kadang tak pernah balance hasilnya ? Atau sekedar dia nggak bosen liat guru terus menerus?.... 𝐴𝑎𝑎𝑟𝑟𝑟𝑔𝑔𝑔ℎℎℎ jika aku diposisinya sudah ku pastikan RSJ atau psikiater adalah jalan satu-satunya untukku.

     Tapi sepertinya,kehidupannya sempurna. Tak ada air mata, rasa trauma, ketakutan, obat obatan, tututan dari orang tuanya. Huufffttt... 𝐵𝑖𝑠𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑎𝑘𝑢 𝑏𝑎𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑒ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝐿𝑎𝑏𝑖𝑏𝑎ℎ 𝑌𝑎 𝑅𝑎𝑏𝑏, 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑘𝑚𝑎𝑡𝑖 ℎ𝑖𝑑𝑢𝑝𝑛𝑦𝑎?


-𝐊𝐡𝐚𝐧𝐳𝐚 𝐀𝐳𝐳𝐚𝐡𝐫𝐚-

Labibah & KhanzaBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin