1

16 1 5
                                        

Silahkan dibaca yang minat.

SMA Bangsa

Dua sepasang kekasih baru saja tiba diparkiran sekolah. sedang berjalan beriringan menuju ruang kelas dengan perasaan bahagia.

Pertama, tidak akan ada lagi yang namanya Lost distens reltionship alias LDR. Kedua kini mereka bisa berangkat bareng kesekola.

"Di kelas kamu belajar yang benar, jangan cuma mikirin lain lain, apalagi mikirin cowok diluar sana," kata seorang cowok sambil menepuk ubun kekasihnya lalu memamerkan senyuman khas manisnya.

Siapa coba yang tidak mau punya pacar kayak REVAN HEALVITO MAHESA? Cowok pintar dengan ketampanan luar biasa juga keromantisannya yang begitu lembut.

Revan alias simurid baru yang tiba-tiba viral di SMA Bangsa. Dengan alis hitam tebal dan hidung mancung, putih, tajir, badannya okey, berhasil membuat dirinya bersinar dari siswa lainnya.

Tidak sesederhana itu, karakternya pun bikin meleleh gara-gara kelembutannya pada sang kekasih. Pokoknya cowok ferfect yang mampu menghipnotis mata para kaum hawa.

"Iya, siapa juga bakalan mikirin lain lain. Ingat ya, kamu tu ada status ama aku, jadi jangan macam macam, " jawab sang kekasih tak mau kalah.

Tahu kekasihnya? Namanya ZHEA PRATAMA VIANDRA. Cewek cantik dengan karakter yang jauh berbeda dengan Revan. Centil tapi memikat perhatian.

Hanya saja, kejeniusan mereka berbanding terbalik antara 5 ke 10, jauh.

Zhea itu gadis polos tidak sepintaar Revan tapi juga ngak bodoh-bodoh amat. Messki Zhea tidak sejenuis Revan namun entah kenapa tetap punya daya tarik dimata cowok keren itu.

"Kamu itu udah ada didalam saraf-saraf aku Zee, ngak bakalan ada yang bisa gantiin kamu," ucap Revan mengambil helm uluran Zhea lalu meletakkanya di tangkai kaca spion.

"Masa si?" sahut Zhea.

"Ngak percaya lagi, ," Revan mencebirkan bibirnya. "Mau aku buktiin? Aku busa bucin tiap hari kalau kamu mau,"

"Iii udah ayo ah," Zhea lalu mulai berjalan.

Kalau mau tanya sejak kapan mereka pacaran? Dan gimana ceritanya? Jawabannya sudah lebih satu tahun kok dan baru setahun, wkwkw.

Singkat cerita, dulu Revan di Bandung sementara Zhea di Jakarta. Mereka pisah jarak karena Revan pindah rumah mengikuti kedua orang tuanya..

"Jadi gimana, tugas kamu semalaman udah selesai ngak?" sambung Revan ketika mereka berjalan berdampingan mengundang perhatian dimata sisiwa lainnya.

"Udah dong, kan dibantuin sama kamu," kata Zhea seraya merangkul pergelangan tangan Revan.

"Padahal tugas kamu itu gampang lho."

Mendadak Zhea mencebikkan bibirnya. Ia melirik ke Revan karena Merasa otaknya direndahkan.

"Buat kamu iya, tapi aku ngak," ucap Zhea berbohong.

Sebenarnya Zhea tuh bisa tapi karena gabutnya semalam makanya minta bantuan sama Revan, lagi pula itung-itung  modus buat telfonan.

"Semua orang tuh pinter Zee. Manusianya aja yang malasan."

"Kamu nyindirin aku?" Zhea memicing matanya.

"Iya, peka bangat si," sanjung Revan membenarkan sehingga Zhea tidak tahan untuk tidak mencubit perut cowok itu dengan gemas membuat Revan meringis ringan.

"Kamu kan sudah tahu Zhea minta bantuan, karena gabut gabut aja," ucap Zhea menyudahi aksi ricuhnya lalu sedetik kemudian Revan membalas Zhea dengan mengacak rambut poninya.

REVANZHEAOù les histoires vivent. Découvrez maintenant