Cinta memang tidak bisa dipaksa, begitu pula ketika kita masih mencintainya. Kita tidak bisa memaksa cinta untuk pergi begitu saja.
Gabriella Zenith Anderson sejak awal tidak memilih untuk mencintai, namun cinta tetap datang padanya.
Bertemu lagi...
"Kau tidak percaya padaku? Kau sungguh-sungguh mengira aku berselingkuh?" Gabriella Zenith Anderson menatap manik mata pria yang telah menjadi kekasihnya selama delapan tahun terakhir. Catat angka itu, manusia mana yang ingin membuang waktu selama itu dengan sia-sia jika hubungan tersebut tidak dijalankan berdasarkan cinta dan kepercayaan?
"Tidak. Bukan seperti itu." Mendengar jawaban ini membuat Steve naik pitam. Kalau begitu apa yang menjadi masalahnya? Apa yang menjadi dasar kata putus itu keluar dari mulut wanita yang ia cintai ini?
"Lantas apa? Kenapa kau ingin menyudahi hubungan ini? Bilang saja kau memang cemburu, aku minta maaf, my Zenith." Zenith. Nama panggilan kesayangan dari pria itu. Gabriella sangat suka perumpamaan yang dikatakan Steve saat menjelaskan mengapa pria itu memanggilnya dengan nama tengahnya. Katanya, dirinya ini adalah harapan, pencapaian, titik tertinggi yang berarti hal yang paling ia inginkan dimuka bumi ini.
"Aku bukannya orang bodoh yang tidak mengetahui siapa yang ku pacari, Steve. Aku sudah lama berpacaran denganmu dan aku tahu kau bukan pecundang yang bisa berpindah hati sesukamu."
"lalu apa?"
"Kau... Kau sedang di puncak karirmu, dan... Dan aku tidak seharusnya menjadi batu sandunganmu. Hari ini kau tertangkap dengan perempuan itu di kamera, besoknya lagi bisa saja aku." Dialah pecundangnya. Bukan Steve tapi dirinya.
"I dont care about that."
"BUT, I CARE." Tegas Gabriella.
"Listen to me, Steve. Kau tidak sejauh ini hanya untuk setengah-setengah dalam karirmu. Kau mencintai semua ini dan ini adalah dunia mu." Jadi, lebih baik dirinya lah yang mundur.
"Kalau begitu kau bisa menunggu..." Walaupun benar ia mencintai Steve. Tapi, ia juga tidak bisa menunggu terus menerus.
"Sampai kapan? Sekarang biar kutanya, jika aku meminta hubungan kita Go-Public hari ini juga. Apa kau mau?" Sejujurnya ini tidak pernah menjadi masalah bagi dirinya, tapi tidak semua perempuan juga bisa tetap bertahan ketika prianya digosipkan dan diberitakan bersama wanita lain terus menerus, sedangkan dirinya hanya seperti orang yang berhalusinasi mempunyai pasangan idola.
"Tidak kan? Aku pun juga belum siap dihujat oleh para penggemarmu, Steve. Kita berdua tidak siap, dan apa yang harus dilakukan oleh kedua orang yang tidak siap dalam hubungan seperti kita? Berpisah. There's no one to do unless that." Upaya yang Steve lakukan penerbangan dan menjelaskan semuanya sia-sia hari ini. Ia rela langsung terbang dari negara pemotretan acaranya ketika tahu ada berita tidak enak tersebar, apalagi Gabriellanya tidak menjawab pesan dan panggilannya. Namun semuanya malah berakhir.
"Aku rasa semuanya cukup jelas, aku anggap kita sudah berpisah secara baik-baik." Gabriella memperbaiki cardigan yang ia pakai, ia tidak mau melintasi jalanan dengan kedinginan yang ia rasakan luar dan dalam. Sebelum ia berdiri, ia pun tersenyum. "Well. Kita masih bisa menjadi teman baik. Sampai tinggal, S-Stephan." Lebih baik ia menjaga jarak bukan? Ia harus membiasakan memanggil pria ini dengan bukan nama panggilan. Kalau perlu ia panggil nama panjang pria ini, Stephanus Frederic Du Pont.
Saat ia akan pergi, Steve pun melayangkan pertanyaan. "Kau... tidak pernah mencintaiku kan?" Gabriella pun sempat berhenti sebentar, namun ia memilih untuk tidak menjawab pertanyaan itu. Karena baginya, ia sudah menyelesaikan semuanya.
...
"HAPPY TWENTY SEVENTH BIRTHDAY, GABRIELLA MALAIKAT KU!!!" Teriak Catelyn dengan keras. Gabriella hanya tetap menaruh dagunya ditangannya sambil menaikkan alis. "HEY! Cepat make a wish dan tiup lilinnya." Lalu ia pun memejamkan mata, tapi dipikir-pikir ia rasanya tidak memiliki harapan apapun. Sudah hidup selama ini saja sudah berkat baginya. "Astaga, kau sudah tua rupanya."
"Aku bahkan tidak tahu bahwa umurku bisa selama ini di bumi." Catelyn pun menggelengkan kepalanya, hidup sebagai tetangga, adik kelas dan bahkan sebagai sahabat Gabriella sudah membuatnya kenal dan paham sekali dengan manusia di depannya ini.
"Aku ingin memotret dirimu dulu dan mengunggahnya di social media. Cepat senyum." Gabriella memutar bola matanya, menjadi teman dari seorang photographer membuatnya lelah dipotret, padahal ia bukan model.
"Mana tahu setelah mengunggah fotomu, kau mendapatkan pria tampan dari instagram. Akan aku lelang kau dimulai dari harga 1000$." Gabriella pun tersenyum dengan omong kosong yang dikatakan Catelyn. "Kalau memang ada yang mau membeliku dengan harga segitu dan dapat membuatku merasa lebih hidup dari sekarang. Maka jual saja aku, aku sudah lelah." Menjadi manager muda di perusahaan ternama kosmetik membuatnya merasa itulah satu-satunya yang harus ia lakukan sekarang. Oh, God. Tidak ada pria, tidak ada cinta dan tidak ada tujuan. Karena uang yang ia cari pun telah ia dapat.
Tak lama kemudian, Gabriella pun mengecek e-mail di ponselnya. "Sepertinya kau akan mendapatkan jabatan direktur kalau kau seperti ini terus."
Setelah lima menit, barulah Gabriella menyimpan ponselnya lagi dan menatap kue yang berada di depannya. "You still waiting for him, right?" Gabriella pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari sahabatnya ini. "Bagaimana kalau dia tiba-tiba datang, menyudahi dunianya dan kembali padamu?"
"Aku berani bertaruh. It will never happen." Lalu ia pun menyesap minumannya dengan pelan.
"Bagaimana kalau sekarang? He's behind you right now."
...
Anyeongggggg!!! Welcome to novel kolaborasi ke 2 FebyNelson🤤🤤🤤
Kali ini aku bakalan up bersama kak CiqAoO ! Kalian bisa banget langaung cekkkkkkkk wattpadnya kak Ciq yah, karyanya keren-keren banget lhoooo, aku udah lama bangett kenal sama kak Ciq. SEMOGA KARYA KITA LANCAR TERUS YA.
Bagi kalian yang baca cerita Feby terus, thank youuu yaaa, semoga kalian menikmati cerita kali ini♥️
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
...
Senin, 21 Juni 2021. Sampai jumpa setiap hari Senin ♥️