Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kim joonmyeon
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Jung hoseok
Hoseok sama sekali tidak bersyukur karena sudah terjerembab tepat di depan seorang asing—tidak meskipun orang itu adalah pria tampan.
"Kau baik-baik saja?"
Sebuah tangan terjulur. Hoseok masih menunduk. Beruntung rambut ikalnya cukup menyembunyikan sedikit banyak rasa malunya. Tapi tetap saja, tidak semuanya. Tangan berotot yang barusan hanya terlihat sampai bagian siku itu turun lebih ke bawah. Dan sesosok wajah mengintip, tepat di depan muka Hoseok.
"Kau terl—oh!"
Dan bibir itu membentuk lingkaran sempurna. Hoseok memejamkan mata, dalam hati diam-diam berdoa: Jangan, kumohon jangan…
"Kau Hoseok 'kan?" kata suara itu dekat sekali. "Aku melihatmu latihan kemarin."
Yah, tidak perlu diingatkan pun Hoseok ingat. Mana mungkin lupa?
Tanpa meminta persetujuan Hoseok, pria itu mengangkat tubuhnya. Tubuh yang jangkung namun sangat ringan.
Ringan? Hoseok membuang muka. Aku berat oleh rasa malu.
"Hei?" Pria itu melambaikan tangannya dengan kelewat ramah. "Aku Junmyeon, masih ingat?"
Tertangkap oleh matanya yang mengintip sedikit sepatu kets Junmyeon dan sebutir kerikil sialan yang menuntunnya pada pria itu. Oke—mungkin Hoseok diam-diam bisa bersyukur karena insiden ini.