Aku percaya banyak cerita-cerita yang diawali dengan aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana, nyatanya memang seperti itu aku perempuan yang bernama Aiyla Permatasari orang-orang sering memanggilku Ay atau Aya dilahirkan dari keluarga yang sederhana bahkan apa adanya, dari kecil hidup biasa-biasa saja itu adalah suatu hal yang memang harus dijalani
Terkadang kita sama sekali tidak menuntut untuk lebih namun akan selalu berusaha untuk selalu mencoba, disekolah di taman kanak-kanak islam di kota yang sejuk, aman, dan nyaman Kota Bukittinggi, aku sedikit bercerita ya gimana pengalaman aku semasa TK, aku bahagia, bahagiaa banget, aku bisa sama seperti teman-temanku bermain yang sama, belajar dengan metode yang sama, bila teman-temanku makan dengan bekal yang sudah disiapkan orangtua mereka, aku juga, hanya saja perbedaannya mereka makan daging ayam, aku makan ayam yang belum jadi daging hehe alias telur ayam.
Semua yang terjadi hari-hariku aku nikmati dengan bahagia, karena aku merasa mendapatkan lebih dari mereka, mendapatkan kasih sayang yang lebih, mendapatkan perhatian yang lebih baik. Singkat cerita aku diwisuda hari itu, wisuda taman kanak-kanak, namaku terpanggil untuk mengambil piala, karena keaktifan aku, setelah aku dengan cepat naik ke atas pentas dibalut dengan senyuman indah dan bahagia.. tiba-tiba mc berkata lagi
"Maaf untuk ananda Aiyla silahkan turun pentas lagi, ada kesalahan dalam penyebutan nama"
Sedih bercampur dengan keihlasan, piala yang sudah ditangan terpaksa diberikan lagi, sesampainya di tempat duduk orangtuaku menyambut aku dengan gagah dan senyuman indah, senyuman itu menutupi kesedihanku, aku kembali duduk dengan tenang bergalak seperti tidak terjadi apa-apa dalam hatiku di temani dengan senyuman indah melihat teman-temanku sedang dibagikan pialanya. Tidak lama setelah itu aku mendengar percakapan orangtuaku
"Kenapa yaya turun ma" tanya papa ke mama
"SPP yaya belum lunas pa, sebenarnya emang Aiyla yg punya piala itu, karna SPPnya belum lunas makanya diambil lagi"
Setelah percakapan itu papa terdiam, akupun juga ikut hening ternyata itu alasannya, Setelah serimonial wisuda itu selesai aku dan kelusrgakupun pergi dengan mereka menghiburku, yaah aku melihat jelas itu, lagi-lagi aku seperti teman-temanku, mereka yang diantar dan dijemput menggunakan mobil ataupun motor, aku dengan berjalan kaki sambil ditemani rintik-rintik hujan melewati jalan pintas dan tawa dari mereka yang aku cintai.
Hidup memang seperti itu bukan ? Semua harus kita jalani sebisanya, semampunya dan sewajarnya
YOU ARE READING
Kisah
Short StoryHidup adalah perjuangan, setiap perjuangan pantas untuk diabadikan dan setiap apapun yang diabadikan adalah kisah yang pantas untuk di ceritakan
