1 || Pangeran Helio

72 26 28
                                        

"Serius lu mon?, kita bakal ke hutan itu?!" tanya Arisa aneh ke sahabat nya itu, ia berkacamata tebal dengan penampilan sangat sopan.

" Udah tau monica gila hal begituan, masih aja ditanya." lanjut Lidia, berwajah bak selebritas dengan rambut hitam panjang terurai.

"Sehabis pergi ke hutan mitos itu, monica ga lupa kan?, janji kita." tanya Hilina memastikan teman nya tak mengingkari janji.

"Hemmmm."balas Monica malas.

"Entah kenapa gue berharap mitos itu nyata seperti harapan monica." ucap Amilia mendongak ke atas menatap langit cerah.

Keempat teman nya itu menatap aneh mengarah Amilia.

***


"Wuaa! capek.." sudah puluhan kali gadis itu mengeluh.

"kaya nya kita tersesat deh."

"Dikit lagi nyampe kok, setelah melewati pohon-pohon gugur ini. kita bakal nemuin air terjun, dan ada salah satu kakek bertongkat kayu, jalan-jalan didekat air terjun itu." Jelas Monica kepada teman nya yang sudah lelah jalan.

"Lalu?, abis nemuin kakek itu kita ngapain?" Tanya Arisa sembari berjalan disamping Monica.

"Kita tanya ke kakek itu, dia bakal tunjukin arah dunia perbatasan kita ke perbatasan ke dunia The Worl-"

Tak sempat menyelesaikan percakapan nya, hilina menyela obrolan mereka berdua. "Apa yang dimaksud kalian...air terjun itu?" Tanya Hilina menunjuk mengarah Air terjun disamping kanan mereka.

Mereka semua langsung menoleh, tuk melihat yang ditunjukan oleh Hilina.

"Wah benar!!" Teriak Monisa semangat.

"Wah gila!, ternyata indah juga air terjun nya, ga sia-sia gue kesini." kagum Amilia sembari menyeka keringat nya dikening.

Mereka berlima langsung berlari kesana.

***

Empat gadis itu asik bermain air ditepi air terjun, namun tidak dengan Monica sibuk mencari seorang kakek-kakek, yang dimitoskan bahwa kakek sang pentunjuk ke dunia 'itu'.

Sudah beberapa menit ia mencari keberadaan sang kakek itu, namun hasil tetap nihil.

Monica pun lelah. Lalu ia kembali ke teman-teman nya yang sedang asik bermain air.

Monica berbalik badan dan segera melangkah pergi.

Namun sesuatu menarik lengan Monica ke dalam semak dan membungkam mulut gadis itu juga.

"Hmpppp!!.."

"Sshhh.."

Orang itu langsung melepaskan Monica.

"Hei!!" Baru Monica berbalik badan, seorang lelaki menodongkan tombak.

Sekejap gadis itu diam.

Seett

Segera Monica merebut tombak dalam genggaman lelaki itu. Dengan cara mengambil sebuah pasir untuk dilemparkan ke lelaki itu dan merebut alat senjata nya.

Kini keadaan berbalik.

"Siapa kau?!" tanya Monica berdiri sembari menodongkan senjata.

Lelaki itu membuka hoddie yang ia kenakan sedari tadi.

Holy shit!

Sial sial, apa ini mimpi?,

Mata yang bercorak kuning terang, seperti menyala. Begitupun dengan rambutnya yang seperti sinar matahari. hidung, rahang, bibir, semua wajah nya nyaris sempurna!!

Bagaimana bisa!,.
ha tidak, tidak?!!, ketampanan nya tidak seperti manusia, bahkan melebihi!.

Monica melamun sesaat menatap wajah lelaki itu.

Sial, sadar Monica!

"Saya Pangeran Helio Tropium Caesar dari kerajaan Caesar. Baru saja saya tidak bermaksud lancang," lelaki itu membungkuk hormat.

"Apa maksud mu?!!"

Lelaki itu menghembus nafas kasar. " Apa kau tidak tahu?, teman mu sekarang sedang dalam sekap-an penjaga kerajaan Caesar?" Ucap Helio tenang.

"Ha?!, tunggu bukankah kamu dari Dunia 'The World Wide Handsome'?" Bukan nya membalas pertanyaan Helio, justru Monica melemparkan pertanyaan balik.

Lelaki itu membuka mulut nya bingung. " 'The World Wide Handsome' itu apa?" tanya balik Helio mengangkat salah satu alis nya.

Ha?

mereka berdua saling bingung satu lama lain.

"Sudah-sudah, kau tidak memikirkan teman mu kah?, teman macam apa kau ini," ujar  Helio memecahkan sesuasana dengan tatapab mata menyipit.

"Ah iya teman ku?!. Tadi kamu bilang teman ku di sekap?!. Lalu sekarang mereka dimana?!" Monica mulai panik.

"Lah mana saya tahu~" lelaki itu menaikkan kedua bahu nya dengan nada mengejek.

Monica segera menampar pundak lelaki memyebalkan itu.

"Aw iya iya, jadi cewek kasar banget sih," ringis Helio yanh sebenarnya tak merasa sakit.

Apa-apaan, tadi lelaki ini berbicara formal, namun bisa juga berbicara gaul.

Tanpa lama lelaki itu berdiri dan memeluk Monica, yang sempat Monica bantah.

"Jika kamu ingin menemui teman mu, hanya ini satu-satu nya cara," Helio menyimpulkan senyum miring.

Tak sadar lelaki ini hanya setinggi dada Monica.

Sial dia cebol ternyata.

Wah bagaimana kalau aku dikira pedofil?

Tiba sebuah cahaya menglilingi mereka berdua. Membuat mereka menjadi abu perlahan dengan cahaya terus menerang.

***

Maap masih banyak typo ataupun kesalahan dalam mengetik..

Maaf juga masih pendek dan gaje :3

Ini lah bayangan saya tentang pangeran Helio

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Ini lah bayangan saya tentang pangeran Helio

Maaf kalo gaje dan pendek.
Next chap lama² epsode ny bakal panjang² kokTT.

Dan peran nya cowok masih banyak yang ingin kukenali ke kalian.

See u next chap

Be YourWhere stories live. Discover now