05

8 1 0
                                        

HAPPY READING:)

Hari ini rencananya Rere dan Erin Kan menginap di tempat Shilla jadi sepulang sekolah mereka berkumpul di parkiran berhubungan hari ini Erin tak membawa mobil dan Shilla mobilnya mogok jadilah mereka berdua nebeng di mobilnya Rere.

"Re nanti jangan lupa mampir sebentar ke minimarket gue mo beli cemilan." Ujarnya memperingati Rere dan Rere hanya mengangguk mengerti.

Sampai lah mereka di minimarket terdekat komplek perumahan shilla.

"Kalian mo turun apa disini aja." Tanya shilla sebelum ia membuka pintu mobil

"Gue disini aja deh lagi Mager gue keluar ." Sahut Erin wanita itu sedari tadi hanya asik dengan ponselnya.

"Dan Lo Re?" Shilla kembali bertanya pada Rere

"Lo aja deh sendirian gue males."

"Trus kalian gaada mo bantuin gue bawa belanjaan gitu?"

"NGGAK!" Sahut Rere dan Erin kompak sedangkan Rere hanya mendengus sebal dan keluar dari mobil.

"CK, dasar punya temen gaada manfaatnya." gerutu shilla lalu berjalan masuk kedalam minimarket untuk membeli beberapa cemilan untuk malam nanti.

Namun setelah ia sudah menemukan semua Snack yang ingin ia beli dan memasukan semua belanjaannya kedalam keranjang belanjaan ia menuju ke kasir untuk menuntaskan pembayaran,mba kasir itu menyerahkan dua kantong plastik besar kepada shilla lalu ia beranjak dari sana namun saat ingin keluar tiba-tiba saja ada seseorang yang menabrak tubuhnya hingga yerhuyung kedepan.

BRUK

"Awwww lo kalo jalan pelan-pelan donk sakit nih siku gue." Sentaknya menunduk kebawah membersihkan sikunya yang terasa perih tanpa melihat siapa lelaki yang telah menabraknya.

"Eh eh sori gue gak sengaja ." Ucap cowok itu meminta maaf

"Makanya lain kali kalo jalan liat-liat jan sambil main hp bahaya!" shilla memungut semua belanjaannya yang terjatuh lalu pergi dari sana dan meninggalkan lelaki yang berdiri dihadapannya itu.

Sedangkan lelaki tadi hanya hanya memandang punggung cewe itu menjauh, niatnya ingin membantu namun Shilla keburu pergi.

"Lo lama bat dah shil."

"Tau nih si shilla ampe lumutan gue nunggu."ucap Erin dramatis

"Ck,tadi ada orang yang nabrak gue di dalam!"

"Siapa? ganteng gak? ciri-cirinya gimana?" Tanya Erin heboh memberikan pertanyaan beruntun.

"Mana gue tau kenal aja kaga, liat mukanya juga kaga!"jawabnya

"Wahhh pasti tadi kalian pas lagi jatoh tatap-tatapan kan nah nanti timbul deh rasa suka gitu,jadi judulnya CINTA DI PANDANGAN PERTAMA' kek di film gitu?"

Shilla menggetok kepala Erin dan membuat sang empu meringis kesakitan."Otak Lo cintaan Mulu dah ." Erin hanya menggerutu kesal.

Malam hari tiba ketiga sahabat itu kini tengah duduk diruang tamu memakan cemilan sambil menonton televisi mereka memutar film horor meskipun awalnya Shilla menolak untuk menonton film horor namun kedua sahabatnya itu tetap kekeuh dan mengambil remote dari tangan Shilla agar ia tidak bisa memindah Chanel-Nya,Sebenarnya kan ia yang tuan rumahnya tapi kenapa mereka yang berkuasa, Yah begitulah mereka berdua tidak perduli mereka sudah terbiasa seperti ini di rumah Shilla. Kerena mereka berdua sahabat terdekat shilla jadi anggap saja seperti rumah sendiri dan Shilla pun sudah memaklumi sikap kedua sahabatnya itu.

Semua lampu tengah sengaja di matikan sehingga membuat sensasi ruangan lebih menantang .

"Eh kenapa lampunya dimatiin kan jadi gelap?"Heran shilla melihat Erin yang mematikan lampu.

"Udah tenang aja biar lebih seru yah gak Re?"

"Yoi lu santai aja kali Shil hantunya gabakalan keluar juga dari tv." Ucapnya sambil mengunyah cemilan.

"Seru gundul lo yang ada gue tambah takut!" Shilla tuh anaknya takut kegelapan ia juga sangat membenci film horor karena menurutnya setiap film horor selalu ada adegan pembunuh dan banyak darah itu lah yang membuatnya takut ia lebih baik menonton film kartun ketimbang film horor.

"Takut tuh sama tuhan shil bukan sama hantu!" Sahut Rere yang mendapat lemparan bantal dari Shilla.

"Sokkk bijak lo." Celetuk shilla

"Yeh Lo mah di bilangan malah ngeyel." Balas Rere

"WOY diam ngapa dah mulai nih!" Kesal Erin dan menghentikan pertikaian antara kedua sahabatnya ini.

Berapa menit kemudian ruangan mendadak hening mereka fokus ke film namun tidak dengan Shilla gadis itu sedari tadi terus berdoa dalam hati supaya dirinya nanti bisa tidur dengan nyenyak dan tak terbawa mimpi dengan adegan mengerikan yang terjadi di film itu.

Shilla yang hanya menonton lewat sela-sela jari mungilnya, ia menutupi wajahnya dengan telapak tangan ia tak berani menatap film itu, beberapa kali juga gadis itu berteriak karena kaget plus takut.

"Woy Shil diam dong, aelah Lo mah dari tadi teriak-teriak mulu lama-lama budek nih kuping gue."

"Tau nih si Shilla kaga bisa diam dari tadi!" Mereka berdua kesal karena terganggu dengan suara teriakan Shilla yang berisik.

"Sapa suruh hah?Lo berdua milih film horor."Shilla tak kalah kesal

"Lo nya aja kali Shil yang penakut."Shilla hanya mendengus kesal dengan kedua sahabatnya itu masalahnya malam ini ia bisa-bisa tidak bisa tidur.

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam namun mereka bertiga masih belum beranjak dari ruang tengah, atmosfer ruang semakin terasa horor dan mencekam yang semakin membuat bulu kuduk Shilla merinding.

Tiba-tiba saja ada Suara dari arah dapur yang membuat mereka kaget bukan main suara itu terdengar sangat nyaring menggelar di seluruh penjuru rumah.

PRANGGGG...

Nah gimana sama chapter ini suka tak?😁
Jadi di chapter ini aku buat sedikit horor yah👻

Langsung lihat sambungnya di chapter selanjutnya 👉
Jangan lupa juga untuk beri votement ya✳️dan juga kasih coment di setiap chapter yah 🎉
Happy reading gaesss❤️😙

GILSHILA Where stories live. Discover now