We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

01||Tingkah Bar-Bar

16 5 34
                                        

Serapuh apapun kalian, gue mohon jangan tunjukkan itu didepan semua orang. Cukup lo aja yang tau, karena obat dari kerapuhan lo adalah diri lo sendiri.
~Nada Ghassani Beatarisa


✈️✈️✈️

"Tak tulis layang kangen iki dinggo koe,"

"ASEKKKKK"

"Tarek mang."

Kegaduhan yang tak asing lagi. Kelas 11 IPS 5 memang biang keroknya kalau masalah kegaduhan kelas. Apalagi dipimpin oleh Nada Ghassani Beatarisa Ratu Bullying yang sukanya mencari kegaduhan.

Suasana kelas semakin ramai kala Nada menaiki salah satu meja dengan kemoceng ditangannya dan dihadapkan ke mulutnya.

"Ati iki dudu dolanan ... dudu pelampiasan ... senajan uripku pas pas an." nyanyi Nada.

"TAREK SESSSS," lantang Bimo yang berada tak jauh dari Nada.

"SEMONGKO!!!" jerit satu kelas.

Sudah tak rupa kelas, semua murid yang ada dalam kelas sudah berjoget-joget tak jelas. Ada yang memegang sapu sebagai gitar, ada juga yang gendangan di meja.

"Aku bagai laut ... tak bertepi ... dan tak berkarat." nyanyi Bobi sang ketua kelas yang selalu menjadi bahan ghostingan cewek cewek.

"BILA KAU PERGI JAUH ... INGAT LAH AKU ... BILA KU DISAMPINGMU ... PELUKLAH TUBUHKU ... TAREEEEK SEEEEESSSSS!"

"SEMONGKO!!"

Siapa yang tidak tau kelas 11 IPS 5, kelas yang dihuni dengan spesies spesies aneh semua.

"Lebih baik sakit gigi ... Dari pada sakit hati ini ..."

"Jangankan diriku-"

"STOP! Kalian semua berdiri ditengah lapangan! SEKARANG!" marah bu Hani, guru matematika sekaligus wali kelas 11 IPS 5.

"Mampus," lirih Nada.

"Eh ibu, sini bu kita joget bareng." ucap Nada sok akrab.

"Nada! Sudah berapa kali ibu bilang ke kamu, jangan buat ulah lagi. Apa kurang jelas ucapan ibu?" murka bu Hani.

"Haduh bu, memang saya berbuat yang merugikan untuk ibu?" tanya Nada.

"Memang tidak merugikan saya, tapi merugikan teman teman kamu. Coba sekarang liat semua di hukum, itu salah siapa? Kamu."

"Loh bu, saya disini korban kok bukan pelaku. dih ibu jangan sok tau makanya." lawan Nada.

"Sudah sudah! Kalian semua berdiri dibawah tiang bendera sana." hukum bu Hani.

"BU KOK DI HUKUM, KITA KAN NGGAK GANGGU YANG LAGI KBM. LAGIAN IBU JUGA MASUKNYA TELAT!" protes semua murid.

"Tidak ada bantahan! Cepat keluar!"

"HUUUUU, DASAR MAK LAMPIR." teriak Bobi saat sudah diluar kelas.

***

Mereka sekarang berada di tengah lapangan, dibawah tiang bendera, menghadap matahari yang panas.

"Ah elah, dasar mak lampir tidak berperikelampiran." sungut Bobi.

"Belegug sia!"

"Udah Bob, pasal satu ayat satu." sahut Bimo tak kalah kesal.

"Udah napa, berisik banget kalian ini." timpal Vannesa.

"Eh bekicot! Diem, diem, lo pikir nggak panas?" sungut Bobi lagi.

Queen Bullying Vs Ketua OSIS [On Going]Stories to obsess over. Discover now