0 ~ Prolog

41 7 9
                                        

Kelopak mata Kana terbuka seperti biasa hari itu. Namun, ia masih merasa lelah karena kemarin ia tidur pukul 12 malam untuk menonton dorama.

"Yabai! Aku terlambat!" seru Kana dengan panik karena kuliahnya akan dimulai dalam 20 menit.

Kana segera bangun dari tempat tidurnya, berlari mengambil bajunya dan mandi dengan sangat cepat. Setelah selesai mandi, ia langsung mengambil roti yang ada di meja makan dan melesat menuju pintu apartemennya.

Kana keluar dari apartemennya dan berlari menuju Stasiun Shinkansen yang berada tidak jauh dari rumahnya itu. Kana berlari sekuat tenaga saat itu hingga ia dapat sampai di stasiun dalam 5 menit. Namun saat ia sampai, pemberangkatan selanjutnya menuju kampusnya masih 10 menit lagi. Kana pun menyerah untuk pergi dengan Shinkansen dan segera mencari taksi.

Ia mencari taksi di sekitar tempat itu dan segera menaiki taksi yang berada paling dekat dengannya. Kana langsung meminta supir taksi itu untuk mengendarai dengan cepat. Supir taksi itu pun menyanggupi permintaan Kana.

Karena letak kampus Kana tidak terlalu jauh dari apartemen nya, mereka sudah hampir sampai hanya dalam beberapa menit. Namun ternyata terdapat tanda bahwa jalan sedang diperbaiki. Tidak ada pilihan selain melalui jalan lain. Namun jika mereka melewati jalan itu, mereka baru bisa sampai dalam 10 menit.

Kana tentu tidak ingin terlambat sehingga ia mengatakan pada supir taksi tersebut untuk menurunkannya di sini. Setelah membayar biaya taksi, Kana langsung turun dan berlari sekuat tenaga. Namun tiba - tiba terdapat sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat menuju arah Kana. Kana yang melihatnya segera berusaha untuk menyingkir dari situ, ia benar - benar berharap agar tidak tertabrak mobil itu.

Namun kenyataan tidaklah sebaik itu, Kana tidak sempat menghindar dari tabrakan itu.

Kana tidak sadarkan diri dan tergeletak di jalan. Keadaan menjadi sangat gaduh saat itu. Orang - orang yang melihatnya segera menelpon ambulan untuk Kana.

****

Cahaya lampu menerpa mata Kana yang baru saja terbuka itu. Kana melihat keseliling dan menyadari bahwa ia sedang berada si ruang rawat. Ia segera menyusuri ingatannya dan mengingat bahwa ia baru saja mengalami kecelakaan. Kemudian pintu ruangan itu terbuka dan masuklah seorang wanita dengan seragam perawatnya.

"Ah, anda sudah bangun ternyata. Perkenalkan, saya Megumi. Saya perawat yang akan bertanggung jawab merawat anda, Izumi-san." perawat itu memperkenalkan dirinya dengan sopan.

"Ah iya, saya Kana. Salam kenal Megumi-san." jawab Kana. Megumi hanya tersenyum untuk membalas perkataan Kana.

Setelah itu, Megumi menjelaskan kepada Kana bahwa luka yang diterimanya tidak membahayakan nyawanya namun ia harus menjalani rehabilitasi dengan rutin. Kaki Kana cedera dan ia tidak bisa berjalan untuk saat ini.

Mendengarnya, tentu Kana tercengang. Saat bangun pagi ini, ia tidak mengira bahwa ini akan terjadi padanya. Ia juga sedang berada pada masa-masa penting dalam kuliahnya saat ini. Tentu ia merasa kesal dan juga sedih.

****

Suara pintu yang terbuka terdengar jelas di telinga Kana. Ia melihat seorang lelaki dengan rambut hitam dan wajah yang sangat tampan. Kana merasa sangat heran apa yang dilakukannya si ruang rawat Kana.

"Apa kau yang bernama Izumi Kana?" tanya pria itu dengan santai.

"Iya, saya Izumi Kana. Ada keperluan apa dengan saya?"

"Saya Seguchi Leiya. Saya ingin meminta maaf pada anda untuk menggantikan adik saya."

"Mohon maaf Seguchi-san, tapi kenapa anda meminta maaf padaku?" tanya Kana tidak mengerti.

"Mobil yang menabrak anda adalah mobil adik saya, ia masih belajar mengemudi. Tapi saya yakin bahwa adik saya tidak akan melakukan kejahatan dengan sengaja. Ia tidak salah apapun. Ia pasti hanya tidak melihat anda berada disitu."

"Hanya katamu? Jangan bercanda, Seguchi-san. Sebenarnya apa tujuan anda datang kesini? Untuk mengatakan bahwa adik anda tidak salah sama sekali? Lalu untuk apa kau meminta maaf?"

Leiya tidak menjawab pertanyaan Kana dan hanya terdiam.

"Karena anda diam, kuanggap bahwa semua perkiraan ku benar. Tolong keluar sekarang, Seguchi-san."

"Ya, kau benar. Itulah yang kurasakan dan sejujurnya aku tidak peduli apa yang akan terjadi denganmu." ucap Leiya sebelum ia keluar dari ruangan itu.

'Harusnya itulah yang benar-benar kurasakan. Tapi, apa perasaan aneh ini?' kata Leiya di dalam hatinya. Dadanya terasa sangat sesak saat ini.

****

"Ahhhh, nyebelin banget sihh. Mentang-mentang ganteng dikiranya bisa seenaknya hah?" teriak Kana melampiaskan kekesalannya.

"Tapi, rasanya aku pernah melihat wajahnya entah dimana." Kana berusaha mengingatnya namun itu tidak membuahkan hasil.

"Ah sudahlah, nanti juga ingat." Kana pun menyerah untuk mengingatnya.

Karena ia benar-benar bosan saat itu, Kana memutuskan untuk menyalakan TV yang ada. Ia mengganti saluran TV berkali-kali namun ia tidak menemukan acara TV yang ia sukai. Akhirnya, ia memutuskan untuk streaming Youtube di HP nya. Ia menemukan sebuah video berjudul EXILE / Turn Back Time feat. FANTASTICS (Lyric Video)

I'll never forget itsudemo
Ano koro no sunao na kimochi de
Turn back time.. zutto For Love, For Dream, hanarete mo
Forever i'll sing for your heart
Mata mae wo muite fumidasou
Tashika na yume no saki e

Perasaan tulus para penyanyi yang menyanyikan lagu ini serta dukungan semangat yang diberikan benar-benar tersampaikan kepada Kana.

Kana mencari tentang FANTASTICS from EXILE TRIBE dan juga EXILE. Ia melihat member-membernya dan matanya pun langsung tertuju kepada foto seorang lelaki dengan rambut hitam bertuliskan Seguchi Leiya diatas foto itu.

"HAHHHHH?! SEGUCHI LEIYA ITU ORANG YANG TADI KAN?????"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"HAHHHHH?! SEGUCHI LEIYA ITU ORANG YANG TADI KAN?????"


Hi minna! Ini pertama kalinya aku bikin fanfic, semoga kalian suka sama ceritanya ^^. Arigatou❤️🌻

Why Do We Meet?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang