Terik matahari yang menyengat kulit tak sekalipun membuat wanita berumur 55 tahun itu merasa lelah. Senyum terus mengembang dari wajah yang sudah di hinggapi keriput tipis namun sama sekali tidak mengurangi kadar kecantikan wanita tersebut.
"Buku sama alat tulisnya udah semua turun kan? Baju sama makananya juga udah di bawa ke dalem?" Tanyanya kepada beberapa anak buahnya yang sedang membawa barang-barang kedalam panti asuhan.
Setiap tahunnya wanita paruh baya itu tidak pernah absen untuk memberi bantuan kepada anak-anak yang kurang beruntung untuk memiliki orang tua.
"Sudah nyonya, semua barang sudah masuk" Jawab anak buahnya sopan.
Jika kalian bertanya siapa wanita berhati mulia tersebut, namanya adalah Hwang Hana. Wanita keturunan Korea-Jepang yang menikah dengan seorang pria berkebangsaan Indonesia.
Wanita tersebut merupakan satu-satunya ahli waris dari perusahaan raksasa Hwang's corp yang sudah memiliki cabang dimana-mana. Bisnisnya bergerak di bidang Perhotelan membuat kekayaannya benar-benar tidak dapat dihitung.
Oke, kembali ke cerita.
Dengan anggun Hana berjalan masuk menuju panti asuhan yang sudah ia hapal betul tata letaknya. Tak jarang ia memberi senyum manis kepada beberapa anak yang tidak sengaja ia temui. Hingga tibalah ia di salah satu ruangan yang di dalamnya terdengar riuh.
"Nah anak-anak, nanti kalau Bunda Hana datang kalian jangan ribut yaa" Ucap salah seorang pengurus panti.
"Iya Bu!!!" Sahut anak-anak itu serentak.
"Halo anak-anak~" Sapa Hana ceria saat memasuki panti asuhan tersebut.
"Hai bunda!!!" Jawab anak-anak itu serentak yang membuat senyum Hana semakin mengembang.
Ia mulai menghibur anak-anak dan membagikan makanan serta beberapa alat tulis. Tak sekalipun senyumnya luntur saat melihat senyum kebahagiaan muncul di wajak mereka.
"Bagaimana kabarnya Bu Hana?" Tanya ketua panti di samping Hana, kali ini mereka akan menuju ke ruang bayi yang baru saja datang ke panti asuhan itu. Hana selalu datang untuk mengecek mereka dan memberi bantuan cukup sesua dengan jumlah bayi yang ada.
"Baik Bi Ina, gimana sama bibi? Ada masalah di panti asuhan?" Tanyanya lembut. Sebenarnya ia berencana untuk membeli panti asuhan ini tapi Bi Ina selalu menolak niat baiknya itu. Jadilah ia hanya memberi bantuan dan menjadi donatur utama untuk panti asuhan itu.
"Berkat ibu keadaan panti benar-benar baik. Semua kebutuhan anak-anak terpenuhi atas bantuan ibu" Ucapnya tulus.
"Bukan berkat saya, tapi berkat tuhan yang memberi saya rejeki bi" Elak Hana dengan senyum teduhnya.
"Untuk tahun ini ada berapa bayi yang bertambah bi?"
"Sayangnya bayi bertambah 20 Bu, saya miris melihat semakin banyak saja bayi yang di buang oleh orang tua mereka" Jawab Ina.
"Hahhh yasudah, ayo kita lihat mereka"
***
Sementara itu di sebuah ruangan, tangis bayi menggema membuat beberapa orang disana panik.
"Aduhhh gimana ini, dia nangis. Padahal udah dikasi susu, popoknya juga udah di ganti" Gumam seorang wanita dengan gurat cemas.
"Coba kasi ke aku Mba, siapa tau mau diem" Seorang gadis menawarkan diri untuk menggendong sang bayi dan berusaha menenangkannya.
"Huss diem yaa sayang, kenapa hum kamu laper? Ayo diem yaa sayang huss huss" Ujarnya sambil menggoyangkan pelan tubuh bayi dalam gendongannya.
Namun, tangis sang bayi tidak sedikitpun mereda. Wajah bayi itu bahkan sudah memerah karena terlalu banyak menangis.
ESTÁS LEYENDO
Cherry Blossom ✔️
FanfictionCinta mekar di antara mereka seperti sakura di musim semi, Indah namun langka. *** Haruskah aku memilih? - Hwang Hyunjin Eiji Adijaya Aku tidak mau berharap lebih - Ailena Yunita Jika harus memilih antara dendam dan cinta mana yang akan kalian pili...
