'Apakah kesalahan Pohon, sehingga Badai begitu ingin menerpanya hingga tumbang'
Awal Februari tahun 2025, seorang siswi mengenakan seragam putih abu-abu sedang duduk di sudut kelas bersama sebuah buku di tangan. Dia terlihat begitu serius dengan benda tebal di tangannya. Tanpa Ia sadari, sebuah bola kertas mendarat dengan tepat di buku yang dipeganginya dan terjatuh.
Amarah, kesal, dan umpatan yang siap keluar akibat mengganggu konsentrasinya, berhasil Ia kendalikan tanpa menghiraukan kejadian barusan.
"Sorry Key Gue nggk sengaja melemparkan bola itu ke Lo!"
Ya, dialah Keysa Alumi Putri. Seorang siswi yang hobi membaca buku dan lebih suka menghabiskan waktunya di perpustakaan. Tetapi, hari ini perpustakaan tidak buka. Akhirnya Keysa memilih membaca bukunya di sudut ruang kelas, berharap teman-temannya tidak mengganggu konsentrasinya. Tetapi, apa yang diharapkannya tidak sesuai dugaan.
"Lo kok iseng banget sih Rey! Padahal Keysa sudah jauh banget duduk biar nggk terganggu bacanya, hhhh" tawa yang menyindir berhasil membuat emosi Keysa terpancing
"Dengar ya Alfarendi Rahman! kalau misalkan perpustakaan buka hari ini, aku nggk bakalan mau baca buku di sini. Tambah lagi ada orang yang tak tahu sopan santun di sini!"
"Ya bagus kalau lo nggk mau baca buku di sini! Pintu kelas terbuka lebar bagi orang yang mau keluar!"
"Memang aku mau keluar sebelum kamu suruh, karena disini sangatlah berisik!"
Keysa berjalan menuju pintu keluar, duduk di bawah pohon taman sekolah. Mood bacanya hilang karena ulah Rendi yang selalu usil dengannya. Keysa duduk sendirian sambil termenung, dia memikirkan sikap Rendi kepada dirinya. Dia tidak habis fikir kenapa harus ada orang seperti Rendi yang selalu saja membuatnya naik pitam. Tanpa Keysa sadari, seseorang meletakkan dua gelas es tebu di atas mejanya.
"Rey!"
"Ini es tebu buat Lo! Sekalian gue mau minta maaf atas perkataan Rendi ke Lo, mungkin Dia nggk bermaksud ngomong gitu ke Lo!"
Kalian pasti mau tau apa hubungan Rendi dan Reyhan, bukan! Mereka berdua adalah saudara kembar, namun sifat mereka sangat jauh berbeda seperti sungai dan lautan. bentuknya sama, tetapi arusnya berbeda.
"Sebenarnya aku bingung Rey, apa kesalahan aku ke dia sehingga dia sangat membeci aku!" Keysa begitu sedih setelah mencurahkan semua kekesalannya
"Lo yang sabar ya Key, nggk ada yang salah kok dengan diri Lo. Dia saja yang tidak bisa melihat orang sebaik Lo! Lagian dia seperti itu, mungkin masih trauma dengan masa lalunya yang kelam"
"Trauma masa lalu yang kelam?"
"Iya, gue minta maaf tidak bisa ceritakan itu sekarang! gue nggk mau dia kembali terpuruk"
"Iya aku ngerti maksud kamu, Rey! Tetapi, apakah pantas dia melampiaskan semuanya ke aku?"
***
Dua menit lagi bel pulang berbunyi, pak Ardedi masih bersikukuh menjelaskan materi Biologi kelas sebelas tentang sel hewan. Di sudut paling belakang, Rendi merasa begitu mengantuk, entah apa yang membuatnya mengantuk sehingga tertidur pulas di atas meja. Tetapi pak Ardedi tidak memperhatikannya, karena badannya tertutup oleh badan Rahul yang besar, sehingga menjadi hari keberuntungan baginya untuk perdana tidur di dalam kelas tanpa ada yang mengganggunya.
Setelah guru keluar, tidur Rendi pun masih berlanjut tanpa bergeming sedikit pun. Kebetulan esok jadwalnya Rendi, Keysa,Ardi, Putri, dan Stevani piket kelas. So, mereka akan piket setelah pulang sekolah. Agar esok pagi tidak ada lagi yang piket karena sudah bersih.
"Baik, waktunya kita piket kelas!" Ujar Stevani antusias
"Iya, Vani! Tapi.., sapunya cuma ada dua!" Ujar putri yang sudah tidak kebagian sapu
YOU ARE READING
What's Wrong With Me?
Teen FictionCerita ini mengisahkan tentang dua orang insan yang selalu bertengkar. Yaitu, Keysa Alumi Putri seorang siswi yang gemar membaca buku, yang selalu bertengkar dengan Alrendi Rahman. Yang akrab dipanggil Rendi yang selalu menyimpan rasa benci kepada K...
