"Mereka cocok, gue iri"
"Gila, mereka sempurna banget. Kaya ga ada kekurangan sedikitpun."
"Mereka berdua bukan incaran anak sekolah kita aja, anak sekolah ngincar mereka juga karna mereka cakep."
"Alah, dia ga secakep itu. Ga ada hebat-hebatnya sama sekali."
Begitulah kira-kira bisikan siswa yang terdengar di telinga mereka saat berjalan melewati lorong sekolah. Ada yang menatap suka, iri, benci, bahkan ada yang menatap remeh sekalipun. Mereka tidak masalah jika ada menatap mereka dengan tatapan remeh, selagi mereka tidak merasa terganggu.
Mereka adalah Bayu dan Amanda. Pasangan yang terkenal di sekolahnya karena wajah mereka yang sempurna, sifat mereka yang sama, dan terlahir dari keluarga kaya.
"Oi oi" teriak seseorang membuat Amanda dan Bayu menghentikan langkahnya kemudian menoleh bersamaan ke arah suara yang tak asing. Arga, teman dekat mereka.
"Bareng ke kelas" ujar Arga langsung melepaskan rangkulan Bayu dari Amanda, Segera Arga merangkul Amanda sambil tersenyum manis ke arahnya, "Pagi Manda cantik" melihat Arga yang seperti itu terhadap Amanda, membuat bayu kesal. Bayu langsung melepaskan tangan Arga dari bahu Amanda dengan wajah kesalnya.
Arga hanya tertawa melihat Bayu yang kesal karena dirinya. Arga tau benar Bayu sangat mencintai Amanda, hubungan mereka kini sudah 5 tahun.
Saat mereka bertiga masuk ke kelas, pandangan teman-teman sekelasnya seketika tertuju ke arah mereka. Mereka tak memperdulikan tatapan itu karena sudah terbiasa dengan itu. Mereka langsung berjalan ke bangku mereka tanpa memperdulikan tatapan teman-teman sekelasnya.
"Wah famous couple udah datang"
"Apa sih sialan ahaha" ujar Amanda sambil melempar tisu yang ada di tangannya ke Darrel.
Darrel terkekeh kemudian berjalan mendekat ke arah mereka, "Nyontek dong" ujar Darrel langsung duduk di bangku tepat di depan Amanda.
"Sana lo, kerjain sendiri. Ga usah nyontek sama pacar gue."
"Lo belum siap juga kan? Ngaku lo"
Amanda terkekeh melihat Bayu dan Darrel yang saat ini sedang berdebat karena pr. Segera Amanda mengambil buku dari tasnya kemudian di letakan di atas meja Bayu yang duduk tepat di sebelahnya.
"Masih ada kesempatan buat ngerjain, sementara gue duduk sama Nayya" Amanda langsung berdiri dari tempat duduknya.
Melihat itu Bayu langsung memegangi tangan Amanda, membuat Amanda menatapnya bingung, "Ga usah pindah, biar Nayya aja yang aku suruh pindah."
Amanda terkekeh kemudian melepaskan pegangan tangan Bayu, "Cuma bentar, lagian aku bakalan pindah lagi kesini kalo kalian udah siap. Cepat ya, aku mau ke kantin dulu"
"Arga, temenin gue ke kantin." ujar Amanda kemudian berjalan keluar kelasnya yang diikuti oleh Arga.
Saat Bayu hendak mengejar Amanda, Darrel langsung memegangi tangan Bayu, membuat Bayu seketika menoleh ke arahnya "Bucinnya nanti aja, gue ga mau denger ocehan Bu Eni. Buruan!"
"Iya iya"
YOU ARE READING
PERFECT
Mystery / ThrillerSialan! Bagaimana bisa dia tau? Apakah wanita itu yang mengatakannya? Kalau benar, dia harus di beri pelajaran! Aira menepuk tangannya sambil tersenyum tersenyum kemudian menyilangkan tangan di dadanya, "Wah wah, cewek yang dikenal sempurna ternyata...
