Lampu warna-warni menyorot berputar. Alunan musik dari Dj menggema seoalah mengisi setiap sudut-sudut ruangan. Di tempat itu, semua melepas penat, mengikuti alunan music dengan meminum sloki sloki berwarna. Meski sesak, tempat itu menjadi faforit semua orang. Tak terkecuali gadis yang duduk sendirian di bar. Kepalanya menunduk, badannya hanya bergerak pelan seirama sambil menonton puluhan manusia yang meliukan badan di tengah sana. Seseorang menepuk pundaknya pelan menyadarkan
" apa? " gadis itu menoleh
" ah benerkan gue gak salah liat! Gue hafal sama body lo"
" Dimas? " gadis itu berdiri dan menatap lekat orang di depannya
" iye gue Dimas. Lo ngapain di club sendirian? Pacar lo mana? "
" lah gue nikmatin waktu gue kok "
" mau gabung sama temen2 gue? "
" gak deh, gue mau balik uda jam 3 dinihari "
Gadis itu mengambil tas slempangnya beranjak pergi namun dimas mencegah tangannya
" lo bisa pulang sendiri? "
" lah lo pikir gue mabuk? "
" lo jangan kek gini dong ... "
" aelah gue dari dulu juga gini kali. Lo aja gatau. Uda ah gue mo balik. Byee "
Gadis itu pun beranjak pergi. Dimas yang penasaran mendekati seorang barista
" bro tu cewe tadi pesen apa? Uda bayar belom? "
" oh kakak yang tadi? Uda kok bro. Dia pesen mocktail aja "
" hah? mocktail apa cocktail? "
" Mocktail bro. Kakak itu gak pernah pesen alkohol "
Dimas yang mendengar hal itu menganggukkan kepalanya. Gue kira lo berubah jadi brutal ternyata masih polos.
*****
Gadis itu tiba di kamar apartemennya dan langsung merebahkan diri di kasur empuknya. Tiba-tiba seseorang memukul pintu kamarnya membuatnya bangun dan menghidupkan lampu kamar
" A.. Ansel... kamu disini? " raut wajah gadis itu mendadak panik. Pria bermata coklat berbadan lebih besar darinya mendekatinya dengan seringaian
" ada apa sayang? lo darimana dandan cantik gini hm? " tangannya membelai rambut gadis itu.
" aku gak dari acara ulang tahun temen aku "
" Sabrina? Ooh... Bukannya di acara itu red dresscode? Kenapa kamu pakai syle dark blue ini sayang? "
Gadis itu terdiam. Pria bernama Ansel itu mendekati wajahnya hendak mencium tapi gadis itu menghindar
" Ansel kamu bau alkohol "
" apa? Alkohol? Heh lo sendiri di club ngapain? Lo pikir gue gatau lo ada di club? Lo disana juga happy2 sama cowok2 kan? " kata kasar Ansel mulai bermunculan
" aku emng ada di club Ansel tapi aku gak happy2 sama cowok lain "
" diem lo! Masih aja lo nyaut! Lo bilang gue bau alkohol hah? Mulut lo juga bau alkohol! "
Ansel menarik rambut gadis itu lalu melemparnya ke atas kasur.
" Ansel badan aku sakit... "
" lo pikir hati gue gak sakit hah? Gue nunggu lo di sini dari jam 1 dan lo gak ada? Lo malah clubbing... Atau jangan2 lo jual diri? "
" aku bukan wanita seperti itu Ansel!"
Gadis itu beranjak pergi namun Ansel menindih tubuhnya. Menciumnya dengan kasar. Gadis itu mencoba berontak namun kekuatannya tak sebanding dengan tubuh Ansel. Karena pemberontakan tak kunjung henti Ansel dengan keras menampar gadis itu hingga terdiam. Dan gadis itu hanya bisa menangis saat Ansel melucuti pakaiannya. Ya. Waktunya dia menjadi pemuas Ansel malam ini.
*****
Gadis itu terbangun tepat alarmnya berbunyi. Dengan malas dia bangkit dari tempat tidur. Ia melihat sosok Ansel memeluk guling di sebelahnya. Permainan Ansel yang kasar selalu membuatnya lelah di pagi hari. Memar di tangannya dan tarikan rambut yang keras membuatnya kepalanya pusing. Ia mengambil ponselnya, ada beberapa chatt yang belum di baca. Salah satunya dari Dimas
Dimas
terakhir online 04.45
03.20 : Lo uda sampe rumah?
03.40 : Lexa? Lo gpp kan?
03.48 : Kalo ada apa2 lo bilang sama gue. Kalo lo dikasarin lagi sama Ansel lo kasih tau gue.
03.55 : Gue baru ditelfon Sabrina. Ansel nyari lo dan Ansel tau itu bukan acara ultah Sabrina. Sabrina bantu lo buat keluar dari zona Ansel.
04.17 : Lexa? Kalo lo gak bls ini tandanya lo di apa2in sama Ansel kan?
04.20 Panggilan telfon tidak terjawab
04.26 Panggilan telfon tidak terjawab
04.30 Panggilan telfon tidak terjawab
04.34 : Lex? Lo bsk harus cerita sama gue. Gue skrng coba buat positif kalo lo lagi tidur. Night.
Gadis bernama Lexa itu hanya tersenyum kecut membaca isi chatt dari teman kampusnya. Ia lalu melirik Ansel yang tertidur lelap. Ia mendekati wajah Ansel mencium keningnya sekilas dan bergumam pelan
" aku menyayangi mu Ansel. Berubahlah... "
*****
Yohooooo, pertama kali bikin cerita yang ada adegan 18+ ! Please jangan di hujat yeee netizen budiman... gue lagi belajar ngasah imajinasi. Okayyy. Selamat membacaaaa ❤
ŞİMDİ OKUDUĞUN
I Want You | 21+
Genç KurguPertemuan yang tak terduga. Pernikahan yang tak di rencanakan. Perasaan yang campur aduk. Bagaimana kalian akan menghadapi itu? . . . Cerita ini terdapat beberapa adegan 18+
