GUGUR SELINDUNG

By DE-HANA

44.2K 3.2K 477

⚝ pls 。 / OO ❝ Karena, jatuh hati itu sulit dimengerti, tak bisa dipungkir... More

NARASI BASA-BASI
空的 - SEKILAS SAPA
-ˏˋ O1 - kala batavia menua ˊˎ-
-ˏˋ O2 - tanya tak bermuara ˊˎ-
-ˏˋ O3 - kata tanpa koma ˊˎ-
-ˏˋ O4 - rahsa langka merona ˊˎ-
-ˏˋ O6 - panggung sandiwara ˊˎ-
-ˏˋ O7 - reunian perasaan ˊˎ-
-ˏˋ O8 - cengkrama tersekat gapura ˊˎ-
-ˏˋ O9 - gurau tak berarti ˊˎ-

-ˏˋ O5 - tudung lembayung ˊˎ-

1K 159 27
By DE-HANA

        Goresan jingga hampir terlukis di sela-sela randu nabastala milik Batavia. Punggung yang seharusnya sudah terpikul kasur, belum kunjung usai dijemur. Biarlah, salah sendiri tak dapat akur.

        Netra milik kedua pemuda itu masih sibuk berkelahi. Ucap milik Yodha hanya singgah sebentar lalu keluar dari kuping kiri. Antara dan Arkael sama sekali tidak merasa tengah diadili. Yang mereka tahu, sesi pukul siang tadi sama sekali tak cukup untuk berpuas hati.

        Semesta, bukankah sebelumnya Antara tak pernah terlilit adu bicara? Perkelahian siang tadi, sebenarnya cukup mempengaruhi reputasi dan juga opini para penghuni Nawakarsa mengenai pemuda ini. Tutur yang selalu Antara jaga di hadapan mereka, pada akhirnya sia-sia.

        "Pokoknya saya nggak mau lihat kejadian seperti siang tadi lagi. Bisa dimengerti?" ucap Yodha masih bertoleransi. Sebenarnya, Guru Olahraga Nawakarsa itu sudah mengamati sedari tadi. Kalau dua pemuda ini, masih mencoba untuk membangun komunikasi untuk kembali berkelahi.

        "Pak, anak cowok berantem itu wajar. Lagipula Bapak juga pasti pernah muda. Bapak yang sudah seharusnya mengerti," balas Arkael ringan. Nyali pemuda itu memang setinggi awan kalau soal lawan melawan. Dirinya sudah tak kenal sopan, tak jua berkawan dengan aturan.

        Yodha menarik satu senyuman. "Ketika saya mengerti, saya tak harus memaklumi. Kalian itu sudah kelewatan. Di PSHT, yang paling utama itu attitude. Dan soal kekuatan, harusnya digunakan buat membela kebenaran. Bukan membela kepentingan. Egois namanya."

        "Kayaknya Bapak salah masuk jurusan pas kuliah. Beneran nggak ada cocok-cocoknya buat jadi Guru Olahraga. Lebih cocok jadi Guru BK," balas Kael, seraya menggelengkan kepala.

         "Kael, diam!" ucap Antara, memaksa.

        Satresna menyaku hasta, sesekali menghela udara diiringi suara. Dirinya sudah muak menyimak. Belum lagi sudut piguranya kena koyak, dan beberapa lembam lain jua ikut tercetak. Satresna ingin segera kembali ke wisma. Merehat raga yang dipaksa turut serta sebagai saksi mata sekaligus tersangka. Barangkali kau belum tau semesta. Siang tadi, bukan hanya Antara dan Arkael yang menjadi sorotan Nawakarsa. Tetapi jua Satresna yang ikut terjerat lingkar pukul yang nyaris mereda kala Arkael memberi saran kepada Antara.

        "Gimana kalau sesekali pakai lapangan basket aja?" tawar Arkael yang membuat Satresna murka. Tanpa aba-aba memukul sang pusat pencengkrama. Hingga Yodha melabuhkan peringatan yang mampu menggiring mereka ke lapangan diingi tatapan penasaran dari beberapa penghuni yang belum sempat menyaksikan.

        Bahkan, Segara jua menyimpan pertanyaan. Mengapa dia dan tiga saudaranya jua harus turut serta berdiri dilapangan? Bukankah hanya Satresna, Arkael, dan juga Antara yang membuat kesalahan? Benar-benar, keadilan sudah tak lagi dibutuhkan.

        "Sebenarnya, hari ini saya mau mengadakan pemilihan ketua ekstra. Tapi karena saya tahu kalian bertujuh sama-sama punya jiwa ambisi yang tinggi, kalian pasti akan mengincar posisi ini."

        "Jadi, silakan kalian tentukan sendiri cara untuk mendapat kesepakatan siapa yang akan menjadi ketua PSHT. Bicarakan baik-baik, jangan berebut hingga tersulut emosi, apalagi sampai berkelahi."

        "Saya beri waktu kalian tiga bulan untuk memutuskan. Untuk sementara, saya akan menunjuk anggota lama sebagai ketua."

        Senyap, meski tak lama. Apa yang telah dijabarkan Yodha memang benar adanya. Hanya saja, ketika ruang pikir mereka baru mau menjelajah, seorang pemuda yang terlihat agak lebih tua dibanding mereka, singgah tiba-tiba. Menyanggah raga tepat di samping Yodha.

        "Di sini, posisi saya sebagai pembina. Kalau kalian bertanya siapa yang akan melatih kalian, ini yang akan melatih kalian. Anak saya. Sekalian saya juga mau pamit. Dia yang akan menjutkan pembicaraan hari ini."

        "Nama saya Agian Wilalung Salasa. Silakan kalian panggil saya Kak Gian, Bang Gian, atau Mas Gian. Terserah. Usia kita cuma selisih 3 tahun, jadi jangan panggil saya Pak."

        Perkenalan yang sudah apik Gian lontarkan malah tak mendapat balasan. Yang Gian tangkap, mereka sudah tak mau kembali mendengar ulasan perihal apa yang telah mereka lakukan. Yodha menepuk pundak putra semata wayangnya lalu bergegas meninggalkan. Memberi waktu untuk mngakrabkan. Jua memberi isyarat agar dikuatkan.

        "Kenapa diam? Langsung didiskusikan saja yang sudah disampaikan sama beliau. Saya menyimak, atau memberi saran kalau memang diperlukan."

        Mereka menganggukkan kepala. Kembali diam memikirkan cara. Agak lama. 

        "Barang siapa yang berhasil nahan perasaannya sampai kelas tiga, dia yang jadi ketua. Karena, jadi ketua bukan hanya kuat fisik, tapi hati juga."

        Tutur rosa milik bibir bersudut luka menggema ke seluruh sudut Batavia. Antara bernapas dengan rakus selepas Atres memproklamasikan peraturan. Bukannya ia marah tak beralasan. Pemuda itu. . . . Antara, sudah memiliki pemudi untuk diagungkan. Walau memang mereka belum menjalin hubungan. Belum kunjung jua ia mengungkapkan perasaan, pemuda itu malah seakan memberi perintah untuk segera melupakan. Namun, sebelum kalimat sanggahan Antara didengar Batavia, semesta terlanjur memberi izin atas saran milik Satresna.

        Sore itu, di tudung lembayung senja Batavia, dengan konglomerasi burung gereja sebagai saksinya, telah terjadi larangan jatuh cinta.

        "Kenapa harus sampai kelas tiga? Bukannya empat bulan lagi semester satu selesai? Kita nggak harus selama itu buat nahan perasaan Tres," sanggah Andaru yang sempat berpikir dahulu.

        "Ketua juga bisa lengser. Kalau lo nanti jadi ketua, tapi lo malah jatuh cinta. Lo harus siap buat nyerahin jabatan ketua," jelasnya.

        "Oke, setuju."

        Semesta, sebenarnya siapa yang mereka tipu? Dua dari tujuh pemuda itu sudah gugur. Bahkan, jauh sebelum bendera perang perasaan dikibarkan, tanpa perlu memikirkan cara mempertahankan.

        "Hati-hati, jangan terlalu berambisi. Apalagi, urusannya sama hati." Gian menatap satu persatu pemuda di hadapannya sedikit tak percaya. Bagaimanapun, jatuh cinta adalah perasa dari masa remaja. Getir maupun adun, setidaknya sandiwara itu mampu diurai jadi cerita. Pertiwi, mungkin pemuda di hadapan Gian mencoba menyurutkan biografi patah hati miliknya nanti. Kalau itu, Gian bisa mengerti. Tapi, bukannya patah itu selalu ada di setiap arah? Kalau tidak, mana mungkin semesta mencipta kata "Menyerah"?

        "Maksud lo apa Bang?" tanya Antara.

        Agian menggeleng kepala pelan. "Enggak, semoga berhasil. Minggu depan, kita mulai latihan. Bisa kan?"

        Tujuh pemuda itu saling bertatapan. Kemudian, mengangguk di waktu bersamaan. Cukup kompak, pikir Gian menyimpulkan. Lebih-lebih kala gawai mereka menderingkan pesan. Gian yakin kalau hubungan mereka tak sejauh yang orang-orang pikirkan. Memang sebuah kejutan.

        "KAK LYAN UDAH PULANG KE INDONESIA!" teriak Biyas, senyumnya tercetak jelas. Seperti ada bahagia yang akan selalu membekas. Mereka bersegera berlari meninggalkan Gian sendirian. Seperti sedang mengejar keberuntungan. Begitu cepat, selayak kilat. Sedang Gian masih termenung mengingat asma tadi cukup akrab.

        "Lyan."

        LYANDARI, kata Pertiwi dia dewi yang semesta buat dari hal-hal yang tujuh pemuda itu sukai. Hobinya unjuk gigi. Peduli adalah makana sehari-hari. Pertiwi, bagaimana bisa ada makhluk sebaik ini?

note ::

INI JELEK BANGET HUHUHU.
HANA KAKU BANGET NGGAK
NULIS SATU BULAN YA ALLAH.

SUGENG RAWUH!1!1!1!


ngeship mereka gara-gara lihat
the untamed sama the romance
of tiger and rose selama quarantine :)
jadi, pas banget hana lagi butuh cast.

SIAPAPUN, TOLONG BIARIN MEREKA
MAIN SATU DRAMA HUHUHUHUHU.

btw, hana open RP buat cast diatas.
silakan hubungi hana di dm kalau
berminat, terima kasih! ♡♡♡♡♡♡

gian account : @salggianw_
lyan account : @nalyaandari

ah iya, kalau kalian rindu sama
salah satu cerita hana, tanya saja ya?
biar hana tau, apa masih ada yang
menunggu atau sudah tak perlu.

©DE-HANA
🐧🐧🐧🐧🐧

Continue Reading

You'll Also Like

2.4M 132K 53
[PART MASIH LENGKAP] "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan den...
5.8M 272K 53
𝐀𝐤𝐡𝐢𝐫 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐢𝐧𝐝𝐚𝐡. start: 31 Juli 2023 finish: 27 Januari 2024 rank 1 in #motor (Selasa, 14 Mie 2024) 3 in #sahabat (Selasa, 14 Mie 2024...
ARSYAD DAYYAN By aLa

Teen Fiction

2.1M 113K 59
"Walaupun وَاَخْبَرُوا بِاسْنَيْنِ اَوْبِاَكْثَرَ عَنْ وَاحِدِ Ulama' nahwu mempperbolehkan mubtada' satu mempunyai dua khobar bahkan lebih, Tapi aku...
510K 40.3K 26
ace, bocah imut yang kehadirannya disembunyikan oleh kedua orangtuanya hingga keluarga besarnya pun tidak mengetahui bahwa mereka memiliki cucu, adik...