DIA???? TUNANGANKU????

By asteanfenyu_yuyu

157K 3.8K 307

Bagaimana rasanya di jebak oleh orang tuamu sendiri???? Tunangan dengan orang yang belum dikenal???OMG....Bah... More

Part-I__Tunangan?
Part-II
Part-III __DIA.....
Part-IV
Part-V
Part-VI
Part-VII
Part-VIII
Part -IX
Part-X
Part-XI
part-XII
Part-XIII
Part~XIV
Part-XVI
Part-XVII
Perpisahan????
DERITA

Part-XV

5.7K 198 12
By asteanfenyu_yuyu

  hai hai.... sebelumnya yang udah baca,vote,comment,thanks banget...tapi kok rasanya semakin hari semakin sedikit ya yang baca???udah gak seru lagi ya??atau ceritanya membosankan?? kalau gitu maap deh..... susah banget cari ide,tugas numpuk,dan masih banyak lagi,so sangat butuh banget comment"nya ,apa masih mau lanjut atau???? heheheh....              

            Aaahhh... Indra hanya bisa mendesah keras dan menjambaki rambutnya frustasi mengingat Raya, Rasanya sakit sekali melihat orang yang disayanginya itu berubah, apalagi berubah karena cowok lain.  

            Ntah apalagi yang harus dilakukan agar Raya bisa berpaling kepada Indra, hanya dengan kemuculan seorang cowok yang notabennya adalah mantannya itu, membuat Raya menjadi frustasi sedangkan Indra? jangan ditanya lagi, dia sudah kelabakan antara urusan hati dan pekerjaannya ditambah lagi ada saingan baru, beh, udah berasa paket komplit plus plus banget.  

            Masih diingatnya saat acara itu, Raya meminta izin untuk mengambil minum, padahal Indra sangat tahu bahwa cewek yang ada disebelahnya ini sudah sangat kebosanan, biarkan saja, lagi seru, pikirnya

            Setelah Raya meminta izin untuk mengambil minuman Indra melanjutkan lagi pembicaraan basa basi ini, ini sangat penting untuk dapat menjalin kerja sama dengan pembisnis lain, walaupun pembicaraannya tidak jauh-jauh dari sekedar memamerkan keuntungan yang mereka dapat, ya begitulah hidup dan bisnis kan?

            Tapi bukannya berkonsentrasi dengan alur pembicaraan mereka Indra kelihatan gelisah karena Raya tidak kembali-kembali padahal jarak antara meja minuman dan tempatnya berdiri tidak terlalu jauh, tetapi Indra mencoba mengabaikannya berpikir positif bahwa Raya ketemu temannya atau dia sedang ke toilet mungkin?

            Tapi ada perasaan lain yang menyuruhnya untuk mencari Raya. Setelah bergulat lama dengan hati dan pikirannya Indra akhirnya memutuskan untuk berpamitan pada rekan-rekan bisnisnya untuk mencari Raya, dilangkahkan kakinya lebar-lebar sambil matanya melihat keseluruh penjuru gedung mencari sesosok Raya yang sangat dirindukannya itu padahal baru ditinggal beberapa menit, langkahnya terhenti, Indra tercengang melihat pemandangan yang ada di depannya, ternyata firasatnya benar bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan Raya dan itu terbukti dengan pemandangan yang ada di depannya ini.

            Raya yang kini sedang ditarik paksa oleh seorang cowok dan sepertinya cowok itu sedang mencoba berbicara pada Raya tetapi Raya sepertinya tidak mau berbicara dengan cowok itu. Hal itu jelas membuat Indra yang melihatnya menjadi panas dan emosi, tapi dia seorang Indra Prayugga yang sombong dan angkuh kan di depan orang lain? Maka dengan tekad yang kuat Indra merubah ekspresinya yang tadinya akan murka menjadi dingin dan kaku seakan-akan dia tidak melihat bahwa cowok yang ada dihadapannya saat ini sedang menahan tangan Raya padahal Raya sudah mencoba melepaskan tangannya tapi tentu saja tenaganya lebih besar cowok itu kan?.  

"Raya!!!" panggil Indra mungkin lebih terdengar seperti seruan marah?

            "Lepasin tangan elu dari tunangan gue" ujar Indra sambil menatap  tajam  cowok tersebut dan menarik Raya ke sebelahnya dan membuat cekalan tangan cowok lepas.

            "Tunangannnn????" lirih si cowok dengan raut muka yang menampakan kesedihan yang masih bisa dilihat oleh Indra.  

            Ini semakin mengherankan?ada apa sebenarnya dengan orang ini? Apa dia ada hubungannya dengan Raya? Apa??? Kenapa kalimat “apa” ini membuat kepalaku menjadi pusing? Belum pertanyaan “apa” ku terjawab, terdengar isakan Raya yang ada dibelakang ku.

            "Elu kenapa?" hanya itu yang bisa diucapkannya, Indra bingung, sangat.

            "Elu apain tunangan gue, hah?" bentak Indra dan mengempalkan tangannya dan hendak menonjok cowok yang ada dihadapannya ini tetapi di cegah Raya.

            "Indra" panggil Raya dan menarik tangan ku yang hendak memukul cowok itu.

            "Indra, plis, kita pulang sekarang" mohon Raya dan menarik tangan Indra pergi dari sana.

            Dalam perjalanan kemobil Raya masih menangis sampai Indra harus mengandeng (memeluk) Raya agar bisa sampai mobil badannya bergetar karena tangisannya yang tak kunjung berhenti.  

            Setelah sampai di mobil, Raya terduduk lemas dan hanya menangis sejak dari tadi. Indra yang tidak tau apa-apa hanya bisa membiarkan Raya menangis dan menunggu sampai Raya tenang dan siap untuk di introgasi.  

            Cukup lama Indra sabar menunggu Raya berhenti menangis tetapi bukannya berhenti Raya malah semakin menjadi-jadi. Batas kesabaran Indra sudah habis, dengan amarah yang meledak-ledak Indra menanyakan siapa lelaki itu, tapi bukannya jawaban yang didapat tetapi tangisan Raya yang semakin deras.

            "Stop Raya, gue bisa gila kalau lu gak berhenti nangis juga sekarang. Ceritain ke gue siapa cowok itu sekarang." bentak Indra yang sudah frustasi melihat Raya menangis seperti itu.  

hening....

            "RAYA!!" Bentak Indra murka yang tidak tahan dengan sikap Raya yang memilih diam dan terus menerus menangis.  

            "Diii----" hening .. Raya tidak melanjutkan kalimatnya.

            Terdengas hembusan kuat Raya membuang setiap kenangan masa lalunya bersama dengan hembusan nafasnya.  

            "Dia mantan gue dulu" akhirnya Raya melanjutkan kalimatnya yang terputus tadi.    

            Empat kata itu dengan sempurna telah menghancurkan dan memporak-porandakan hati Indra, hancur sudah harapannya, apalagi melihat Raya yang masih mencintai mantannya itu?  

            Indra ingin sekali menanyakan lebih lanjut tentang hubungannya dengan cowok itu yang bahkan Indra tidak tahu namanya itu,tapi melihat Raya yang menangis seperti ini membuatnya sadar mungkin Raya sangat mencintai cowok itu? Tapi kenapa bukan Indra yang dicintai Raya?kenapa?pertanyaan itu berkecamuk dikepalanya.    

            Setelah hening yag cukup lama Indra menguatkan tekadnya bahwa cewek yang ada disebelahnya ini hanya UNTUKNYA, DIA MILIK GUE, SELAMANYA. Dan gue bakal ngelakuin apa aja buat mendapatkan hatinya, janjinya.    

            “Raya , lu itu tunangan gue dan gue gak suka lu deket dengan cowok tadi ataupun cowok lain, ngerti?”ucap Indra mengingatkan.

            Indra hanya ingin mengingatkan bahwa Raya adalah miliknya dan tidak ada orang lain yang boleh memilikinya selain Indra,memang terdengar egois tapi bukannya cinta itu buta?cinta bisa membuatmu gila dan cinta juga bisa membuat orang menderita.

                             00ooooo000ooooo00

             Ddrrrttt...dddrrrrttt....  

            Hallo...  

            “.....”  

            “Hmmm....”  

            “Selidiki terus, dan jangan sampai ada yang terlewatkan, mengerti?”  

            “......”                        

                                                   0000ooo0000ooo000

            Saat ini, Indra sedang mengutus anak buahnya untuk menyelidiki cowok itu, mantan Raya. Sebenarnya Indra tidak ingin ikut campur dengan urusan Raya, Indra ingin Raya mengatakannya sendiri tentang mantannya itu, tapi namanya juga penasaran jadi Indra mengutus orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki cowok itu mengingat dia hadir di acara sebesar dan berkelas itu,mungkin saja dia anaka dari salah satu perusahaan yang tidak bisa dipandang sebelah.

            Tapi siapa, dan apa selalu saja menghantui Indra, bahkan sudah seminggu ini juga anak buahnya tidak kunjung mendapatkan informasi apapun, seberapa hebatkah orang ini sampai identitasnya pun disemunyikan?semakin penasaran saja,pikirnya.                                   00oooo000oooo000

             Sudah lebih dari seminggu ini, sikap Raya berubah menjadi aneh. Menjadi lebih diam dan seakan tidak terjamah oleh siapapun, Indra pun tidak mengusik Raya lagi belakang ini, ia ingin memberikan waktu untuk Raya agar bisa menenangkan diri dan mau menceritakan tentang mantannya itu, yang membuatnya menjadi aneh setelah bertemu dengan mantannya itu saat acara pernikahan Dio itu.  

            Bahkan tante Mia hanya bisa memandang anaknya sedih,saat ditanya mengapa Raya hanya menggeleng dan beranjak pergi. Tante Mia sudah menbujuk Raya sampai menyuruhnya untuk cuti bekerja untuk menghibur anaknya itu,tapi tidak ada perubahan.

            Bukannya Indra tidak mencoba untuk menghibur Raya tapi hasilnya selalu sama,Raya hanya diam dan tidak menanggapi sedikitpun omongannya. Bahkan semenjak kejadian itu,Indra berusaha untuk tidak mengungkit kembali tentang mantannya itu,walaupun hati kecilnya sangat ingin tahu siapa mantan Raya itu dan kenapa mereka bisa sampai putus,dan seperti yang dilihat oleh Indra bahwa Raya dan cowok itu sepertinya masih sama-sama menyukai.

            Ditepisnya kuat-kuat pikiran itu, TIDAK!!! Raya hanya untuk Indra bukan untuk yang lain,apa belum jelas berita yang tersebar di semua media masa ,majalah,koran,sampai acara gossip pun menampilkan acara pertunangan kami,ya walaupun itu rencana orang tua kami tapi toh,mereka tidak tahu,mereka hanya tahu bahwa Indra Prayugga dan Raya Dwiggara telah resmi bertunangan.

       Memikirkan bahwa Raya tidak menganggapnya sebagai tunangannya membuat darahnya naik sampai di ubun-ubun,Indra hanya ingin mendapat pengakuan dari Raya bahwa mereka adalah sudah tunangan dan saling mencintai  dan menyanyangi?apakah itu sulit,bahkan Indra sudah mengakui bahwa dihatinya hanya ada Raya .

Diambilnya hpnya menghubungi anak buah kepercayaannya,Indra benar-benar sudah tidak tahan ,kesabarannya benar-benar habis,toleransinya sudah menipis dari kemarin-kemarin ,ia harus mendapatkan informasi tentang cowok itu hari ini atau ia akan langsung memaksa Raya mengatakannya sendiri.

"HARUS BERAPA LAMA LAGI SAYA HARUS MENUNGGU?”bentaknya pada orang yang ditelponnya itu,tanpa sapaan dan menunggu sang penerima telfon mencerna ucapannya itu.

Dan tanpa menunggu jawaban dari sebrang telpon ,Indra sudah mematikannya. Dan dengan cepat juga dibantingnya I-phone nya itu ke lantai sampai hancur berantakan. Indra hanya mendengus melihat I-phone nya yang sudah hancur berantakan itu,bahkan hatinya lebih hancur dibantingkan I-phone itu pikirnya.

                                    000ooooo0000ooo000

Bagaimana part ini?masih sempat saya upload disaat uas bgini jadi mungkin buat part berikutnya bakalan lama soalnya lagi Uas,mohon sabar...

buat kelanjutannya saya masih bingung,galau,mau lanjut apa enggak?ya,semoga saat dapat pencerahan jadi saya lanjutkan kembali....

tetap untuk part ini saya minta vote sama commentnya yang banyak,ya...hehehh...

maap juga ni,buat para reader yang part-part sebelumnya itu,bikin penasaran ,ngantung,dll. emank niat saya begitu...heheh...#maap maap...

so,tetep baca,vote,comment ya.....*semangat Uas...

 ^_~

bye~

Continue Reading

You'll Also Like

41.4K 1.5K 30
althaza yg trauma cinta malah di jodohkan dengan orang baru yang bahkan ia juga tidak tau orang itu siapa, aza hanya berharap ia di perlakukan layak...
242K 6.9K 21
CEO tampan yang berkenalan dengan pelayan Cafe yang ternyata anak Jendral secara tidak sengaja saling menyukai. apakah perjodohan keduanya akan benar...
3.6K 119 6
setelah pond menikah dengan sang pujaan hati nya itu, phuwin. ia tanpa sadar berhubungan intim dengan wanita lain di tengah pernikahan nya bersama ph...
Wattpad App - Unlock exclusive features