Part 17

134K 4.9K 138
                                    

Han terbangun karena aroma tajam yang menyengat hidungnya. Dengan lunglai ia berjalan menuju sumber aroma tidak sedap itu dan menemukan dapurnya dipenuhi oleh asap dengan Hara yang terbatuk-batuk di depan penggorengan.

“Ya Tuhan!! Kau berencana untuk membakar dapurku?” Ucap Han sambil mematikan kompor dan membuka jendela.

Hara mengibaskan tangannya di depan wajah berkali-kali, wajahnya memerah karena batuk dan ia meringis, “Aku hanya mencoba untuk memasak sarapan untuk kita.”

Han melirik penggorengan berisi telur berwarna kehitaman dan mengusap wajahnya lantas tertawa, “Kau bisa membuat kita berdua mati keracunan, Hara. Berhenti mengacau dan biarkan Bi Inah memasak untuk kita.” Ucapnya sambil menarik tangan Hara keluar dari dapur.

Hara cemberut. “Aku hanya ingin membuatmu senang dengan membuat makanan kesukaanmu. Eveline bilang, kau paling suka omelet di pagi hari.”

Han tersenyum dan mengisi cangkirnya dengan kopi, “Melihatmu saja sudah membuat aku senang. Kau tidak perlu bersusah payah.”

Hara masih saja cemberut, “Sekarang aku benar-benar iri dengan Eveline yang bisa melakukan apapun.”

Han berbalik dan mengangkat alisnya, “Hebat sekali. Dan Eveline iri padamu.”

“Oh ya? Iri kenapa?” Tanya Hara mendadak nyengir.

“Katanya kau cantik, mandiri dan kakimu indah.” Ucap Han sambil membuka koran yang sudah tersedia di meja.

“Ah, aku akan berkunjung ke apartemen Eveline hari ini!!” Ucap Hara sambil bertepuk tangan gembira.

“Hanya bila kau tidak mengacau!” Ucap Han tegas. Ia tidak tega membayangkan Eveline yang sedang hamil harus menghadapi segala keisengan Hara.

Hara tersenyum lebar dan mengangguk, “Siap, bos.”

-

            Gerald menekan bel apartemen Eveline dan menunggu. Ia memang sudah berjanji akan datang siang ini dan Eveline memperbolehkannya. Gerald senang karena Eveline bisa diajak bekerjasama untuk memperbaiki hubungan mereka. Bagaimanapun juga, hubungan ini tidak akan berjalan lancar bila hanya Gerald yang berusaha.

Eveline tersenyum lebar, “Masuk saja Gerald, Mbak Hara juga sedang berada disini.” Ucapnya sambil berlalu.

            Dengan kening berkerut Gerald mengikuti langkah Eveline menuju dapur dan langsung menganga melihat keadaan disana. Meja makan dipenuhi dengan banyak peralatan yang ia tidak mengerti dan Hara berdiri disana, menuangkan mustard pada tumpukan roti dan sayur dengan ekspresi serius.

“Kalian bertengkar?” Tanya Gerald kebingungan. Hanya itu yang terpikir di kepalanya mengingat Hara selalu kesal pada Eveline dan sering membuat kekacauan bila mereka hanya berdua saja.

Eveline menggeleng, tatapannya tertuju pada kedua tangan Hara, “Aku sedang membantu Mbak Hara belajar memasak.”

Gerald mengernyit, “Apakah kau baru saja mengatakan Hara belajar masak?”

            Eveline mengangguk dan memberikan instruksi pada Hara tentang cara menumpuk sandwich dan memotongnya dengan rapi. Gerald meletakkan belanjaan yang dibawanya sedari tadi sambil mengamati bagaimana Hara menghasilkan potongan segitiga berantakan padahal Eveline menghasilkan potongan sempurna dengan contohnya tadi.

“Akhirnya!!” Ucap Hara sambil bertepuk tangan dengan girang dan Eveline terlihat sama girangnya dengan gadis itu.

“Akhirnya apa?” Tanya Gerald sambil melipat lengan kemejanya.

Glamorous MessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang