part 1 {beginning}

929 79 5
                                        

'dunia ini yang menciptakanku tapi dunia ini juga yang menghancurkan ku'

indo said


awal

Aku terbangun dan melihat jam di samping kasurku yang menunjukan pukul 9 pagi, aku turun dari kasur untuk menuju pintu keluar kamar. Ketika membuka pintu kamar sudah terdengar suara gamelan, aku berjalan menuju ruang alat musik dan melihat alat musik itu dimainkan oleh nagaya (pemain gamelan) ada juga sinden yang bernyanyi mengiringi gamelan dan ada juga anak-anak yang sedang berlarian kesana kemari, aku terus berjalan menuju ke ruangan sebelah yang berisi orang -orang yang sedang membatik.

Selesai berkeliling keraton aku pergi ke halaman berisi hewan-hewan yang aku rawat, aku memberi makan dan bermain dengan mereka sampai sore hari. 

"Raden 'mereka' mengirim surat lagi" ucap mbak kunti sambil memberikan sebuah surat berwarna birun kepadaku, aku melihat surat itu sebentar dan menatapnya dengan malas. Sampai kapan mereka mau terus mengirimkan surat untuk aku kembali kepada mereka??

"buang saja, aku sudah tahu apa isi surat itu" ucapku dengan ekspresi datar, jujur saja aku tidak mau berhubungan dengan mereka lagi. Mereka seenaknya membuangku dan sekarang mereka memohon - mohon untuk kembali?, cih jangan harap.

"kapan raden memaafkan mereka?" ucap banaspati yang sedang terbang diantara pohon-pohon dan mendekatiku.

Aku tidak menjawab pertanyaan banaspati. aku berjalan menuju pohon besar didekat sungai yang tidak jauh dari keraton, aku duduk dibawah pohon tersebut sambil mengelus komodo yang dari tadi mengikutiku dan melihat kunang - kunang yang sudah terbang kesana kemari mengeluarkan cahaya menandakan hari sudah mulai larut.

Aku bisa merasakan banaspati dan mbak kunti meninggalkanku, membiarkanku sendirian disini bersama komodo.

Kalau kalian bertanya aku ingin kembali atau tidak, jawabannya tidak. Aku tau apa mau mereka sebenarnya, mereka mau berhubungan lagi denganku karena sekarang aku adalah negara adidaya setelah ame dan russ. Ketika aku masih negara berkembang mereka seenaknya saja padaku sekarang setelah menjadi adidaya mereka memohon - mohon kepadaku?!, cih mengingatnya ingin aku menghajar mereka.


________________

________________


Aku terbangun dengan keadaan keringat dingin dan jantungku bedetak dengan kencang, sebenarnya tadi itu apa? aku memegang kepalaku yang terasa pusing kulihat jam yang masih menunjukan pukul 3 pagi. Aku turun dari kasur ingin keluar dari kamar, tapi ada yang menarik kakiku hingga aku terjatuh sampai benimbulkan suara yg keras.

 Aku merintih pelan sambil melihat ke kakiku yang sedang di pegang  oleh tangan hitam yang muncul dari tanah, dan lagi tangan itu lebih dari satu! Aku ingin teriak saat itu juga tapi suaraku tak kunjung keluar.

Aku berusaha untuk melepaskan kakiku dari lengan - lengan itu tapi membuatku samakin cepat ditarik kebawah, akhirnya aku mengeluarkan sayapku dan terbang kelangit - langit kamar.

Tapi tangan itu bukannya lepas malah menjadi panjang dan terus berusaha menarikku lagi, aku berusaha tetap terbang tapi malah mempermudah lengan - lengan itu menarikku, tampa pikir panjang aku mengeluarkan perisa dan menembakan serangan ketangan tersebut 

membuat hancur sabagian dan sisanya masuk lagi kedalam tanah.

Aku menghilangkan sayap dan perisaiku pertarungan tadi benar - benar menguras tenaga, pusing tadi kembali menyerang dan aku tidak bisa lagi mompang tubuhku sendiri membuatku terjatuh kelantai.

Pandanganku semakin memudar samar  - samar aku bisa mendengan seorang memanggil namaku dari arah pintu kamar, aku tidah bisa bangun atau menjawab panggilan itu, tidak berapa lama kesadaranku diambil dan semuanya menggelap.


BERSAMBUNG

sleeping cruseWhere stories live. Discover now