Derap langkah kaki seseorang semakin mendekat. Seorang pria berumur kisaran dua-puluhan tahun sedang berlari dengan keringat yang memenuhi seluruh wajah dan membasahi punggung badannya. Wajah pria itu sangat tidak bersahabat dan juga penuh ketakutan. Ia tengah berlari dari seseorang yang terus mengejarnya dengan santai.
Pria itu mengganti arah langkahnya menuju ke arah kanan, bersembunyi di lorong kecil dan memohon agar orang yang mengejarnya segera berhenti. Pria itu baru saja meloloskan helaan nafas lega ketika sebuah benda tajam mendarat dengan sempurna di lehernya dan membuatnya tercekik.
"So'o? Watashino sugoi machine-no."
Pria itu semakin takut. Kakinya terasa lemas, ia tidak bisa berjalan kemanapun. Tamatlah riwayatnya di lorong sempit ini.
"Fufufu. Sa'a..."
Orang berambut mullet dan memakai baju serba hitam itu berjalan menuju sang pria yang sudah bergetar hebat. Senyumnya merekah, memandang rendah sang pria yang bereaksi sangat ketakutan ketika melihatnya.
"Anta, oshietekureyo."
Senyumnya perlahan memudar, menatap sang pria dengan tajam, lalu menyandarkan satu tangan di tembok; menahan sang pria untuk kabur.
"Ano fairu-wa, doko?"
"S-sumimasen, saya tidak mengerti apa yang Anda katakan," ujar sang pria takut-takut dan terbata. Ia takut dibunuh oleh sosok manusia didepannya ini. Sosok yang terlalu mengerikan, darimana ia dapat mesin kecil yang bisa mencekik manusia dengan gampang?
"Oh? Kau bukan orang jepang? Wajahmu jepang sekali," ujar sosok itu. Ia menggarukkan kepalanya, lalu menunduk pelan. Pria itu terkejut dibuatnya.
"Maaf, itu kelalaian saya."
"E-eh, iya, tidak apa-apa."
Kenapa situasinya menjadi canggung begini?
"Baiklah," ujar sosok itu kembali, sebelum merapikan jaket kulitnya yang tampak sedikit miring. Pria itu menatap sosok tersebut dengan was-was; masih takut dibunuh.
"Karena kau orang korea, bukankah ini lebih mudah?" sosok itu mendekatinya dan mengelus pipi sang pria dengan lembut. Bulu kuduk pria itu berdiri. Bagaimana ia bisa segampang ini disentuh oleh seseorang yang tidak ia kenal dan juga sejenisnya?
"Katakan berkas-berkas yang disimpan cecenguk sialan itu dimana!"
"Ber... kas?"
"Ya, aku sudah menyelidikimu selama sebulan dan kau termasuk dalam kelompok cecenguk sialan itu. Katakan berkas-berkas itu ada dimana sebelum besok kau masuk ke daftar pencarian orang hilang."
---
Suasana pesta itu semakin meriah. Banyak orang-orang dari kalangan atas yang berdatangan untuk merayakan hari peringatan J corporation berdiri ke 38 tahun. Terdapat hidangan mewah dan juga ballroom yang besar, cukup untuk menampung 500 orang.
Tampak beberapa tamu mulai berdansa bersama pasangan mereka di tengah ruangan setelah mendengar alunan lagu. Seorang pria tengah melihat ke arah jam tangan dan mengalihkan perhatiannya menuju tangga ujung ruangan. Disana, terdapat seorang gadis dengan balutan gaun berwarna coklat muda dan wajah mungil tengah meminum wine-nya. Pria itu tersenyum, lalu menghampiri sang gadis.
"Hello, Miss. May I ask you to have a dance with me?" tanya sang pria dengan sopan. Senyum manisnya ia kembangkan, dan sang gadis pun terlena akan senyum itu. Gadis itu menerima tawarannya, dan mereka pun berdansa, mengikuti irama dan gerakan satu sama lain.
"What's your name?"
"Catherine, how about yours, Sir?"
"Oh, you don't have to know my name, it's not important," balas sang pria dengan kekehan tampannya. Gadis itu ikut terkekeh, dan menyenderkan kepalanya di dada bidang sang pria. Gadis itu merasakan kenyamanan bersama pria itu.
"But, may be we can meet again in the future, so I need to know your name!"
"Oh sweetie, you won't meet me anymore after this."
Kening gadis itu berkerut, memikirkan maksud dari pria itu.
Pria itu mendekatkan bibirnya menuju telinga sang gadis, lalu membisikkan sesuatu yang membuat badan sang gadis bergetar ketakutan.
"The one who shoot me in the chest last night, it's you, right?"
-
"Apa katamu?"
"M-maaf, Pak. Tapi itu benar adanya."
Seorang pria yang duduk di sebuah kursi kantor mewah tampak sangat frustasi mendengar sebuah kabar dari bawahannya. Ia mengacak rambutnya pelan, membuang nafasnya dengan kasar. Sementara sang bawahan hanya bisa bergidik ngeri melihat bosnya tampak mengerikan.
"Jelaskan lebih terperinci, dasar bodoh!"
"I-iya, Pak! Semalam, agen rahasia tertangkap oleh salah satu dari mereka, dan salah satu agen perempuan kita juga telah tertangkap."
"Tertangkap dimana dan bagaimana? Kau bisa berbicara dengan lancar tidak?!"
"Sebentar, Pak! Aduh, berkasnya dimana..." bawahan itu kembali mengobrak-abrik tumpukan kertas di tangannya, mencari informasi atas kedua agen mereka yang telah mengalami petaka.
"Agen rahasia kita, Choi Gongryo, tertangkap ketika sedang memakan roti ikan di jalan Gwanghwamun. Sedangkan agen perempuan kita, Lee EunHye, tertangkap ketika menghadiri pesta perayaan ke 38 tahun J Corp. Keduanya... dinyatakan hilang."
Pria itu menggebrak mejanya keras, menimbulkan suara yang terlampau berat dan nyaring. Sang bawahan menelan ludahnya kasar, ia tahu atasannya akan sangat murka sekali ketika mendengarkan apa yang akan dikatakannya lagi.
"Setelah dinyatakan menghilang, nyawa mereka ternyata tidak selamat. Mayat Gongryo ditemukan disekitar sungai Han, sedangkan Eunhye ditemukan di sekitar markas kita."
"Sialan!"
Bawahan itu ingin sekali keluar dari ruangan ini segera, melihat wajah bosnya yang tampak sangat merah. Pria itu mengepalkan tangannya, merasa sangat direndahkan oleh pihak yang ia anggap sebagai musuh dan sampah masyarakat.
"Siapa pelakunya?"
Sang bawahan kembali mencari berkas yang memiliki informasi lebih lanjut.
"Kita mencurigai dua orang dari pihak sana, Joong YooTae dan Seo Youngho. Diperkirakan bahwa Yootae menjabat sebagai peretas dan Youngho yang menjadi pengintai."
"Cari mereka, sebarkan ke masyarakat bahwa siapapun yang bisa menangkap mereka akan mendapatkan hadiah uang tunai yang sangat besar. Hubungi presiden terkait masalah ini."
"Baik, Pak!"
-
Neo Culture Technology,
The most feared and coveted mafia by the whole world.
So,
Are you ready to join their journey?
YOU ARE READING
Neo Culture Technology | NCT MAFIA
General FictionNeo Culture Technology. Mafia kelas kakap yang akan menguasai politik dan ekonomi dunia. Terdiri dari beberapa pusat di berbagai negara. Akankah mereka berhasil? Atau terjatuhkan dengan intel seluruh dunia yang mengincar mereka? ©️johnchicago since...
