Di sudut kota Berlin, hidup seorang wanita karir. Panggil dia Jesslyn, nona Jesslyn. Hari ini dia sibuk untuk mempersiapkan hari Natal. Dirinya bersiap untuk keluar rumah dan berbelanja.
"Salju turun dengan indah hari ini" ucap Jesslyn ketika dirinya hendak keluar rumah. Jesslyn menggunakan jaket tebal serta sepatu boots yang tinggi, dirinya tidak akan mau terserang penyakit dan menyambut hari natal dengan berbaring di atas ranjang. Jesslyn menyusuri kota, berbelanja pernak-pernik natal, beberapa bahan untuk membuat kue dan snack untuk menjamunya nanti. Setidaknya dirinya tidak akan sedih tentang makanan di hari Natal nanti, merayakan hari Natal tetapi jauh dari keluarga sudah cukup membuatnya sedih. Keluarga Jesslyn tinggal di Indonesia, mereka tidak bisa bertemu kali ini karena pandemi covid 19 yang menyerang segala penjuru dunia. Semoga saja, dalam waktu dekat Jesslyn bisa pulang, Ia sudah sangat merindukan keluarganya. "Sudahlah, Tuhan punya kehendak lain untukku." Jesslyn berusaha menghibur dirinya sendiri, toh tidak ada gunanya dia bersedih.
***
Selesai berbelanja, Jesslyn langsung melangkahkan kakinya menuju rumah, cuaca yang dingin membuatnya ingin segera kembali berbaring di ranjangnya yang hangat. Ketika hampir sampai di rumah, Jesslyn melihat sebuah kardus besar tergeletak di jalan, kardus itu bergerak-gerak. sebenarnya Jesslyn takut, tapi Jesslyn juga penasaran. Lantas dirinya membuka kardus itu dan mendapati seekor anjing berjenis Golden Retriever di dalamnya, ada juga ada sepucuk surat yang sudah tidak bisa dibaca lagi. Anjing itu tidak lagi memakai kalung pengenal, Jesslyn tidak tega meninggalkan anjing itu di luar dengan cuaca sedingin ini. Jesslyn memutuskan membawa anjing itu pulang. Anjing barunya itu ternyata penurut dan gampang diatur. Jesslyn sedikit lega, setidaknya anjing itu tidak akan sembarangan menggigit.
***
Setelah sampai dirumah, Jesslyn segera mengganti pakaian dan membuat coklat panas.
"guk guk" Jesslyn lupa, sekarang dia memiliki seekor peliharaan, Jesslyn kemudian meletakkan coklat panasnya lalu menuntun peliharaan barunya ini mandi.
"Apakah seekor anjing mandi menggunakan air panas atau air dingin?" Jesslyn berpikir sejenak.
"Tidak mungkin dimandikan dengan air dingin di cuaca seperti ini kan? mandikan air hangat saja. Setidaknya inilah pilihan terbaik" kemudian Jesslyn mencampur air panas dan dingin hingga dirinya merasa suhu air itu cukup untuk memandikan peliharaan barunya itu.
"Sekarang waktunya kamu mandii" kata Jesslyn kepada sang anjing. Jesslyn kemudian memandikan peliharaannya itu, setelah selesai, Jesslyn lalu mengeringkan badan sang peliharaan dengan handuk. Setelah selesai, Jesslyn pergi ke lemari penyimpanannya dan mengambil beberapa lembar selimut tebal yang tidak ia pakai. Setelah itu, Jesslyn menyusunnya sedemikian rupa, agar dapat dijadikan tempat tidur bagi anjing peliharaannya.
"Kau lapar tidak?" tanya Jesslyn kepada anjing lagi.
"Ggukk gukk"
"Sebentar kau belum memiliki nama, bagaimana aku memanggilmu?" Jesslyn tampak sedang berpikir sebentar, lalu mendapatkan sebuah nama yang bagus.
"Roxie saja bagaimana? itu terdengar bagus untukmu" celetuk Jesslyn lagi.
"guk guk" anjingnya menggonggong senang.
"Baiklah aku anggap kau menyukai nama dariku, sekarang kau akan aku panggil Roxie" kata Jesslyn.
"Baiklah Roxie, sekarang apa yang ....?"
"Tunggu dulu, aku tidak memiliki makanan khusus anjing di rumah" ucap Jesslyn kepada Roxie sambil menggusap puncak kepala Roxie.
"Tapi aku memiliki ayam, kau bisa kan memakannya. Akan aku buatkan" Jesslyn kemudian, merebus ayam dan menyuirnya lalu diletakan di dalam sebuah mangkuk plastik untuk disajikan kepada Roxie. Setelah Roxie selesai makan, Jesslyn pun memberikan satu lagi mangkuk berisikan air untuk sang anjing minum. Sesudah itu, Jesslyn memilih untuk menghabiskan coklat panasnya yang belum dia minum. Sesudah itu semua, dirinya mencuci mangkuk bekas Roxie dan cangkir yang ia pakai. Setelah itu, Jesslyn memilih untuk beristirahat.
"Roxie kau bisa tidur di sana jika kau mau" kata Jesslyn kepada anjingnya itu, sembari menunjukan tempat yang ia maksud. Roxie sang anjing pun mengikuti arah yang Jesslyn tunjuk dan tidur di sana.
"Untuk sementara tidurlah dulu di situ, besok kita berbelanja" kata Jesslyn lalu terlelap tidur...
***
Hari sudah sore, Jesslyn pun sudah bangun. Sekarang dirinya tengah berbincang dengan teman-temannya melalui telfon.
"Jadi kau menemukan anjing dan membawanya ke rumah? begitu?" tanya salah satu teman Jesslyn
"Ya seperti itu" jawab Jesslyn
"Sudah kau beri nama?" tanya temannya yang lain lagi
"Ya sudah, ku beri nama Roxie" jawab Jesslyn lagi.
"Belilah tali anjing dan kalung pengenal besok. Lalu bawa dia untuk diperiksa agar jika dia memiliki penyakit, bisa segera diatasi" saran teman Jesslyn
"Baiklah akan kulakukan itu semua besok" jawab Jesslyn, kemudian mereka melanjutkan berbincang hal yang lain.
Hari sudah malam, bulan sudah memancarkan sinarnya yang Ia terima dari matahari di lain sisi, namun malam ini Jesslyn tidak bisa tidur, dirinya terus saja terjaga. Karena tidak tahu harus melakukan apa, Jesslyn pun mengambil jurnal dan mulai menulis apa saja yang akan dia lakukan esok hari.
"Pertama ketika aku bangun, sudah pasti aku akan berdoa, hal itu tidak perlu ditulis. Euhm, setelahnya barangkali aku bisa meminum teh dan sarapan bubur dulu. Kemudian aku akan bersiap bersama dengan Roxie untuk membeli makanan anjing dan perlengkapanya yang lain. Apa saja yang harus aku beli? membeli tempat tidurnya lalu memeriksa kesehatan badannya. Aku tidak bisa memegang barang-barang yang besar sendirian. Aku akan memakai jasa pengantaran barang. Kemudian ketika tiba di rumah, aku akan membersihkan badan, membereskan rumah, mengatur lagi tempat untuk Roxie, lalu malamnya kita akan mulai membuat kue kering untuk Natal. Oh tunggu, apakah aku juga perlu menjahit kostum natal? ya aku bisa melakukan itu, lagi pula aku memiliki banyak kain tak terpakai. Lalu aku bisa sumbangkan ke yayasan anak yatim piatu. Baiklah, aku memiliki banyak jadwal untuk besok, sekarang aku perlu beristirahat agar memiliki tenaga" setelah mencatat seluruh kegiatannya, Jesslyn pun dapat tertidur lelap dan mungkin dirinya mulai bermimpi akan hal yang indah.
-------------------------
