We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

prolog

27 2 0
                                        


Tentang pertemuan yang tidak diharapkan
Tentang amanah yang harus di perjuangkan
Tentang komitmen yang harus dijalankan, dan
Tentang rasa yang harus di jaga

_Shafa Nur Olivia_



🥀


"SHAFAAAAA!!!!!" sebuah terikan yang histeris dari mulut seorang wanita yang bernama fani.

Wanita ini sedari tadi memanggil manggil nama shafa sambil berlari mengikuti jejak nya Shafa

"Shafa, lu Bolot apa gimana sih?" Ucap Fani sambil menarik lengan Shafa

" Ya Allah fan, sakit tau" jawab Shafa sambil mengusap-usap tangan nya
Kemudian Fani melihat headset yang sedang di pakai oleh Shafa sambil menggelengkan kepalanya " Pantesan kaga denger pake headset toh" ucap Fani

" Kenapaaa sih fan?" Tanya Shafa

" TAUGASIH DARI TADI SI KEVIN NANYAIN ELU MULU RISII GUA" geram Fani

Shafa hanya terdiam pasrah karena sudah bosan dengan tingkah Kevin yang selalu mengganggu hidup dia,entah bagaimana Shafa harus menjelaskan kepada Kevin bahwa dia tidak mencintai nya namun Kevin bersikeras untuk selalu memperjuangkan Shafa. Apa buat? Shafa hanya bisa diam dan menerima semuanya

"Hay shaf" suara berat pun terdengar di telinga shafa, Shafa yakin yang memiliki suara berat itu adalah Kevin dan betul Kevin datang di hadapan Shafa

" Gue cuma mau ngsh tau aja klo kita 1 kelompok matkul English " lanjutnya sambil menampilkan senyum licik

"Serius?" Tanya Shafa memastikan, Kevin hanya mengangguk dan tersenyum

" Mampus!!!" Batin Shafa

" Ngapain Lo vin?" Tanya Jamil yang tiba-tiba datang membuat semua orang pun melihat ke arahnya

Jamil pun berjalan kearah mereka dan berhenti di depan Kevin

" Urusin ya, shafa pulang duluan Assalamualaikum" ucap Shafa berbisik kepada Jamil dan langsung menarik tangan Fani dan berlari meninggalkan tempat itu

Itulah Shafa tidak mau ambil pusing dengan semua yang terjadi terlebih mengenai cowok - cowok yang berusaha mendekati nya, dia risi! Belom ada yang bisa mencairkan hati nya Shafa sampai saat ini, itu sebabnya nya sebagian cowok yang mendekati nya mundur perlahan.

Namun dibalik itu semua Shafa merasa tenang, karena sahabat nya Jamil selalu menghalangi cowok yang akan menghampiri shafa

" Eh Shafa!" Teriak Kevin ketika melihat Shafa berlari bersama Fani

" Ga cape Lo ngejar² Shafa melulu? dia tuh gasuka sama Lo, liat muka Lo aja gamau sampe lari begtu" kata Jamil frontal

" Ini urusan gua sama shafa bukan urusan Lo" jawab Kevin

" Apa perlu gue tegasin sekali lagi shafa itu sahabat gue, jadi urusan Shafa urusan gue juga" kata Jamil dengan penuh penekanan

Kevin yang merasa geram pun pergi meninggalkan Jamil tanpa sepatah kata pun .

Sedangkan Shafa yang sedari tadi sudah pulang dia duduk di sofa menunggu kepulangan adek nya.
Ade Shafa bernama Rahma dan Mempunyai seorang kakak bernama Aisyah.

Rahma masih duduk di bangku SMA sedangkan Aisyah sudah bekerja dan sekarang tinggal di Bandung

" Kenapa si shaf ko mukanya murung gt" tanya Ratna -bunda Shafa

" Gpp Bun"

Tak lama Rahma pun datang mengucapkan salam dan membuka pintu, belum sampai melewati melangkah lagi Shafa langsung menarik tangannya

" Grgr kamu nih, Kaka jadi ga tenang idup"

" Kenapa sih kak?" Tanya Rahma penasaran

" Kevin, kamu yang ngsh no wa Kaka ke Kevin sampe skrg dia ganggu hidup Kaka, Sebel bgt Kaka!!"

" Hahahaa urusin derita Kaka, nikmati aja kak" tawa Rahma dan langsung pergi menuju kamar nya

"Adek laknat, nambah beban Kaka nya aja!" Geram Shafa dan langsung pergi juga ke kamar nya sambil menghentakkan kakinya.

Rahma mengenal Kevin dari temannya, karena teman Rahma ( Rika ) merupakan mantan dari Kevin, setelah putus dengan Rika Kevin bersikeras membujuk Rahma untuk memberikan no wa nya Shafa dan pada akhirnya Rahma memberikan nya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Shafa hak itu yang membuat Shafa geram.

Shafa pernah di khianati oleh seorang pria ketika dia masih SMA, hal itu yang membuat Shafa sedikit jutek dan dingin terhadap pria sampai saat ini .

🥀

Di kelas

Semua mahasiswa masih sibuk dengan kegiatan nya masing masing di karena kan dosen pembimbing belom masuk kelas saat ini, Shafa dan teman-teman nya sedang duduk dan berdiskusi di bangku paling belakang, tempat itu tempat favorit mereka saat tidak ada Dosen.

Hariini Kevin tidak masuk kuliah di karenakan ada urusan ukm yang harus di selesaikan. Hal itu membuat Shafa sangat gembira karena tidak ada yang mengganggunya.

" Shaf, lu tau ga? Kevin tuh ngmg sama banyak org klo dia lg Deket sama lu " kata Jamil

"Serius?" Tanya Shafa dengan serius

Jamil hanya mengangguk " sumpah shafa ga habis pikir aja sama dia, knp gaada cape nya sih deketin Safa. Safa aja yg di deketin cape tau, ga tenang idup! Duh mana 1 kelompok sama dia, mana 1 UKM juga sama dia" lanjut Shafa

" Kamu harus profesional liv, jangan sampe kmu bawa hal pribadi ke tugas kuliah juga. Di luar kelas its okey kmu bisa menghindar tp di dalam? Mana bisa lakuin ini semua demi nilai " ucap Nandini

Nandini orang yang paling bijak dalam segala hal, bahkan anak-anak kampus pun sering bercerita dan meminta pendapat kepada nandini.

Nandini dan Shafa sudah berteman sejak mereka kelas 1 SMA. Itu sebabnya nandini memanggil Shafa dengan sebutan Oliv, Nandini sudah mengetahui sikap Shafa seperti apa, bahkan sudah menganggap saudara nya.

" Sabar shaf, nnti juga dia cape sendiri" kata manda

Shafa hanya mengangguk.




Assalamualaikum readers!!

Yuhuuuyyyyy ini cerita aku yang baru 😍
Semoga suka ya, jan lupa vote, komen dan kasih saran😍🙏

Karena saran dari kalian bikin aku semangat nulis🤭🤗

Tenang!! Novel " Ketika Pilihan Allah menjadi pilihan hati" tetep di lanjutkan kok❤️

Terimakasih sudah mau baca, Syukron ❤️❤️




You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 30, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Tentang Rasa Yang Harus Di JagaStories to obsess over. Discover now