Tania harus jungkir balik memikirkan ruang kosong yang gelap tiada cahaya ini. Gelap tidak ada orang bahkan melihat diri sendiri saja tidak bisa.
"ini dimana?" bisik Tania mengedipkan mata yang terasa percuma.
"siapa disana?" teriak suara bass yang datang dari arah yang bahkan tidak diketahui itu.
"kau dimana?" tanya Tania mencoba menegakkan badannya, nihil cahaya tidak juga ada. Matanya seperti buta.
"kau perempuan?" suara itu perlahan mulai mendekat.
Tania merasakan deru nafas yang tergesa pada kulitnya.
"aku dimana?" Tania mulai gelisah saat suara itu berada tepat di hadapannya.
"kau terjebak" teriak suara itu memenuhi ruangan hampa yang Tania rasa hanya mereka berdua disana.
"ini apa?" Tania mulai meraba sekitar namun tidak ada celah dinding disana.
"kau telah berpindah" suara itu mulai mereda.
"maksudmu?"
"Teleportasi" jawab suara itu terhenti.
"apa?" Tania menanyakan lagi namun suara itu menghilang beserta hembusan angin yang perlahan membuat sekujur tubuh Tania merinding.
"hey, bisa kau jelaskan?" Tania berdiri dan berlari seolah dapat mengejar langkah itu. Namun suara yang ditunggu Tania tidak kunjung menjawab
"hah? teleportasi? yang benar saja?" ujar Tania mulai pasrah akan hidupnya.
YOU ARE READING
TELEPORTASI
FanfictionBerpindah dari rumah yang nyaman ke daerah yang tidak diketahui seperti ini, tidak pernah terfikir sedikitpun oleh Tania. Apalagi bertemu dengan Elang yang tidak diketahui asal usulnya dari mana. Namun, dari kejadian ini Tania belajar jika hidupnya...
