We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Lahirnya sang pahlawan

7 1 1
                                        

Pada era milenium, sudah terjadi banyak penindasan oleh para petinggi negara, banyak juga orang yang pasrah dengan keadaan ini. Tapi tidak dengan mulder, seorang pekerja pabrik yang orang tuanya dibunuh karena melawan para petinggi negara. Tiap hari mulder merasakan penindasan dari para petinggi petinggi negara. Dan pabrik tempat ia kerja juga selalu diminta uang jaminan yang tidak masuk akal. Mulder dikenal sebagai orang yang lemah di kalangan para pekerja pabrik, ia tiap hari hanya dapat menonton teman teman kerjanya disiksa dengan tatapan yang kosong, seolah ia ingin malakukan sesuatu tapi dia tak mampu bertindak .

Suatu hari sesudah kerja, mulder dicegat oleh preman preman dekat pabrik. "Oy, Bagi duit napa" ujar seorang dari para preman, "bang, saya aja udah gak makan dari pagi" kata Mulder dengan rasa kesal, "itu di kantong lu ada apaan?" Tanya si preman "jangan bang, ini buat saya pulang naik so-jek ntar, emang abang mau anteri saya pulang?" Jawab Mulder "eh lu ngeledek gw lu, wuaseem lu"kata sang preman dengan rasa emosi. Maka dikejarlah Mulder oleh para preman itu. Disaat Mulder sudat terpojok dan pasrah, datanglah Karman, seorang anggota kepolisian yang sudah lama memantau Mulder. "Woy, beraninya ama sapu lidi doang, lu kalo jago sini lawan gw" ucap Karman, Kata sang bos preman "aahhh, pake ada polisi lagi, udah kaya acara dangdutan aje, kabur aje dah". Lalu para preman itupun kabur karena takut akan dipenjara.

Berkatalah Mulder "widih langsung kabur dia" "bilang apa?" Ujar karman "apa pak" kata Mulder "yeee, makasih maksud gw, gimana sih lu" kata karman "oh ya pak, makasih pak" ucap Mulder. Berkatalah Karman "gak usah pake pak, kenalin. Gw Karman, BTW elu Mulya Dermawan ya" tanya Karman "iya man, panggil aja Mulder" jawab Mulder, dengan diam diam Karman berkata "besok ketemu gw di deket alpa meret" lalu Karman pun pergi.

Keesokan harinya, karena penasaran mulder pun mengikuti perintah karman, dan benar saja, Karman sudah berada disana dan Mulder mendatanginya lalu duduk di sebelahnya "mul, gw ada rencana" kata Karman "buat kepolisian?" Tanya Mulder, "bukan, ini gak ada hubungannya sama kerjaan gw punya rencana, gimana kalo kita jadi maling aja soalnya gw di kepolisian udah gak dihargain, gaji gw udah kayak dikebiri. Lu cocok nih, soalnya badan lu kecil, gampang kalo mau masuk tempat yang sempit" kata Karman "hah, yang bener lu, gak ikut dah gw kalo kayak gitu, emang gw cowok apaan." ucap Mulder "gini deh, lu kerja di pabrik emang digaji berapa, cukup gak buat hidup lu, ini kesempatan kita jadi kaya mul" kata Karman, namun Mulder masih tak menghirqukannya  dan langsung pergi.

Keesokan harinya pabrik tempat Mulder kerja mulai diganggu lagi oleh para penguasa wilayah pabrik. Tapi, kali ini para pekerja pabrik menolah untuk membayar uang jaminan, karena lelas selalu ditindas tiap hari. hal tersebut langsung  membuat para penguasa wilayah marah, dan dengan amarah yang berkobar, para penguasa itupun membakar pabrik tanpa rasa bersalah sedikitpun, karena mereka masih memiliki banyak pabrik untuk diminta uang jaminan. Kejaian tersebut mengakibatkan Mulder kehilangan pelerjaannya dan kini tidak ada sumber penghasilan, disaat Mulder kebingungan akan dirinya yang pengangguran, dan dia juga harus mebiayai adiknya yang masih SD, teringatlah ia akan tawaran Karman untuk mencuri, hingga ia akhirnya menerima tawaran Karman. Maka iapun menemui Karman di kartor kepolisian. "Man, gw terima deh tawaran lu" ucap Mulder. " besok pagi ikut gw" kata Karman.

Pada keesokan harinya, mereka berdua pergi ke sebuah musium. "Nah, didalem musium itu ada peninggalan bersejarah" kata Karman "emangnya peninggalan siapa man?" Tanya Mulder, "peninggalan nenek moyang lu" jawab Karman, "lah, nenek moyang gw kan cuma pelaut, emang dia punya barang berharga apaan?" Tanya Mulder "kok lu jadi sedeng gini sih, itu peninggalan kerajaan majapahit. Pokonya barangnya terbuat dari emas dan bentuknya kayak burung garuda. Bayangin mul, klo kita jual, bisa kecapean kita abisin duitnya" lalu merekapun memulai aksi mereka.

Didalam musium, mereka cukup kesulitan mencari patung garuda tersebut karena musium yang begitu luas. Namun pada akhirnya mereka menemukannya , akan tetapi patung tersebut disimpan didalam ruangan rahasia. Satu satunya cara untuk masuk adalah melewati jendela. "Gw mana bisa masuk sana" kata Karman "yaudah gw aja deh" ucap melder dengan rasa pede. Dengan bantuan Karman, Mulderpun berhasil masuk kedalam ruangan itu , sesaat melihat patung garuda itu, Mulder menjadi kaget karena ukurannya yang besar dan berlapis emas. Sesaat Mulder baru saja menyentuhnya, tiba tiba ia dibawa ke suatu tempat misterius di dalam awan. Disana ia bertemu dengan sang dewa Garuda, sang garudapun berkata pada Mulder "Engkaulah Mulya Dermawan, orang bodoh yang mencoba mencuri pusakaku" dengan rasa takut mulderpun bertanya "siapa kamu" jwablah Garuda "akulah Dewa Garuda, penjaga Tanah air" mulder hanya dapat Terdiam "aku telah memantaumu sejak lama, aku lihat telah lihat hatimu yang begitu baik dan pikiranmu yang begitu bijaksana" lalu bertanyalah Mulder "lalu kamu mau apa" maka jawablah sang dewa "aku ingin engkau hai Mulya, untuk menjadi penerusku di bumi" dan dalam sekejap kembalilah Mulder ke bumi.

seketika ia jadi takut untuk mencuri patung itu dan menceritakannya kepada Karman "man, mungkin lu gak bakal percaya, tapi gw ketemu dewa garuda" ujar Mulder "lu sehat mul?" Tanya Karman yang tidak percaya. Lalu Mulder merasakan sebuah getaran pada tangannya, dan secara tidak sengaja dia melenpar sebuat vas dalam musium tanpa menyentuhnya, dan hal itu mengakibatkan alaram musium menyala. Dan dengan tidak sengaja juga, Mulder dapat terbang dengan kecepatan burung garuda. Yang mengakibatkan Karman takut dan pingsan.

Setelah kejadian aneh itu, mereka pergi ke tempat tinggal Mulder, sesaat sesudah Karman bangun, Mulder berkata "man, gw rasa kekuatan gw ini bukan sembarangan, dewa garuda bilang dia mau gw buat jadi penerus dia, dan gw rasa kita bisa menciptakan keadilan yang selama ini kita mimpiin man" "gw rasa lu gila, tapi gw udah liat sendiri, dan gw gak gila" kata Karman. namun Karman tiba tiba mendapatkan ide licik untuk memanfaatkan kekuatan Mulder untuk memperoleh uang. Tapi Mulder berkata "Man, menurut gw kita gak boleh kasih tau soal ini ke siapapun" jawablah Karman dengan rasa kesal "ya emang ngapa sih, bayangin Mul, lu bisa terkenal gara gara kekuatan lu ini, gak semua orang bisa kayak elu" jawablah Mulder "eh Man, lu gak pernah nonton film super hero apa. Kalo gw kasi tau ke semua orang, orang orang yang gw kenal bisa diburu" orang yang dimaksud Mulder adalah adiknya, satu satunya anggota keluarga Mulder yang masih hidup. Namun karena pikiran Karman yang licik dan mata duitan, iapun mengikuti kata Mulder. Namun Karman berencana untuk mengkhianati Mulder suatu hari nanti.

Bertanyalah Mulder "tapi kalo gitu, nama samaran gw apa? Kan superhero harus ada nama samaran" jawab Karnan "elah, lu pake nama samaran segala lu kira kuta di filem filem?" Maka jawablah Mulder "yaudah klo gitu, gw mau jadi elang man" "gak ada yang bagusan apa, gimana kalo Emprit man" kata Karman "sama aja elu mah. gini aja, gimana kalo Garuda man?" Kata Mulder " boleh juga tuh" ucap Karman "tapi kostumnya gimana?" Tanya Mulder, "ribet amat sih idup lo, yaudah nanti kita ke haji salim aja minta jahitin kostum" ucap Karman

Dan itulah kisah Mulder dan Karman, bagaimanakah aksi para jagoan kita, simaklah terus perjuangan sang GARUDA MAN.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 21, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Garuda ManStories to obsess over. Discover now