"K-kau.. m-malaikat maut?!"
"Ya."
"Mau apa kau?!"
Ctik ctik ctik ctik.
Suara ketikan keyboard berpacu dengan lambatnya detik jam di dinding. Ruangan itu gelap, hanya diterangi cahaya dari layar laptop yang menyorot seorang gadis tanpa sedikit pun mengganggu matanya. Sesekali ia berhenti, meneguk minuman di samping laptopnya, lalu kembali mengetik dengan jari-jemari yang lincah.
"Duh.. Apa lagi ya." Keluhnya.
Jari-jemari yang sebelumnya lincah menekan tombol keyboard kini terhenti, berganti mengetuk meja pelan saat otaknya bekerja. Novel fantasi yang harus diselesaikan sebelum tenggat waktu itu pun ikut terhenti. Kim, novelis sejak usia 16 tahun, justru terdiam, membiarkan pikirannya mengembara sambil merangkai ide-ide untuk ceritanya.
Pintu kamarnya terbuka di pukul 2 malam. Kim menoleh, memastikan siapa yang mengganggunya di waktu dini hari.
"Kim?" Seorang lelaki membawa gelas berisikan coklat hangat. Ia tersenyum begitu hangat walaupun Kim menatapnya datar. "Aku tau, kamu belum tidur. Jangan begadang terus dong." Ucap Yoshi, kakaknya. Mereka tinggal berdua karena orang tuanya dinas di Jepang.
"Iya, bentar lagi."
Yoshi hanya menghela napas kasar melihat Kim tetap melanjutkan menulis novelnya tanpa memerhatikan waktu. Ia meletakan gelas yang sendari tadi dipegangnya, "Ini coklat panas, jangan terlalu larut ya."
Kim hanya membalas dengan anggukan. Yoshi sempat mengusap lembut kepalanya sebelum kembali ke kamarnya. Suasana pun kembali sunyi. Seketika pikiran Kim kosong, lalu terlintas ingatan masa lalu yang tak ingin diingat. Ia segera menghabiskan cokelat hangatnya dan menyalakan lagu untuk mengalihkan ingatan buruk itu.
⛸️⛸️⛸️
Ckling.
"Selamat datang di Cafe Know."
Kim mengangguk menyapa pelayan cafe yang ia kunjungi, sedikit celingak-celinguk mencari orang yang ingin ditemui dan menghampirinya melihat seseorang mengangkat tangannya dan melambaikan pada dirinya.
"Pagi Miss Sara." Sapa Kim, sambil menarik kursi dan duduk dihadapan gadis yang sedikit lebih tua beberapa tahun darinya.
"Hai Kim! aku udah pesenin dark chocolate kesukaan kamu."
Sara, seorang editor sekaligus penanggungjawab Kim untuk membantu Kim dalam mengerjakan novelnya.
"Thanks," Kim meminum minuman yang dipesan Sara, "Mau ngomongin apa?"
"Hehe," terlihat Sara sedikit gugup untuk menyucapkan hal yang ingin dibicarakan, "Itu.. Atasan minta kamu buat novel genre romantis."
Sontak Kim terkejut dan sedikit membelakan matanya tak percaya, "Hah?! Kamu tau aku genrenya fantasi kan?"
"Iya tapi buat yang beda, kamu tetep lanjutin novel fantasinya tapi bikin genre baru."
"Bukannya di novel itu ada romancenya ya?"
"Ada tapi atasan minta full genre romance."
"Aku gabisa, gaada pengalaman."
"Lah bukannya— Oh iya.." Sara menjeda ucapannya karena ia ditatap sedikit tajam oleh Kim, "Tapi kamu tetep harus buat genre romantis."
"Idenya?"
"Nonton film romantis, baca novel romantis, atau ngga otodidak."
"Otodidak?"
"Iya, kamu deketin cowo siapapun nah ceritain deh kisah cinta kamu sama dia."
"Gila kamu?"
"Ayolah, move on gurl move on."
Kim menghela napas kasar disaat Sara membujuknya bahkan dia sempat diancam kalau tidak membuat genre romantis, ia akan membayar denda.
Kurang ajar, dasar licik, batin Kim.
⛸️⛸️⛸️
"Duh.. Gimana ya."
Kim terus memikirkan permintaan Sara, dia bingung cerita apa yang ingin di tulis dan bagaimana bisa membuat novel romantis itu.
"Untuk satu orang saja kak?"
"Iya."
Kim membeli tiket untuk bermain ice skate di salah satu mall besar di Seoul. Kim memakai sarung tangan, memakai sepatu ice skate kemudian mulai berkeliling di sana.
"Eh eh mampus gabisa berenti," Kim menyukai olahraga ice skating tapi dia tidak terlalu bisa dan selalu terjatuh.
"Belok gimana belok.."
Kim dapat membelokan dirinya sebelum dia menabrak orang dan menabrak dinding. Dia menghela napas lega setelah menyelamatkan diri.
Kim kembali berkeliling secara perlahan, tiba-tiba matanya tertuju pada laki-laki dengan kulit seputih es dan memakai pakaian serba hitam lewat dengan cepat. Bahkan laki-laki itu menunjukan aksi sebagai figure skating yang menarik perhatian sekitar.
"Keren banget."
Kim terus memerhatikan sampai laki-laki itu melirik ke arahnya ketika dia lewat dihadapannya. Kim sedikit terkejut dan menundukan kepalanya singkat disaat laki-laki itu menatapnya dan kembali melakukan aktifitas nya.
"Waduh.."
⛸️⛸️⛸️
To Be Continued.
⛸️⛸️⛸️
VOCÊ ESTÁ LENDO
[✔] 1. Feel Your Fear || Park Sunghoon
Fanfic"Kau akan aman bersama ku karena aku bisa merasakan ketakutan mu" -Park Sunghoon. ·˚✎ ﹏ ꒰ ❛ jangan lupa follow, komen sama vote ya ❜ ꒱ #1 - parksunghoon ( 16.03.2021 ) #1 - sunghoon ( 30.05.2021 ) #2 - enhypen ( 14.01.2021 ) #3 - jihoon ( 16.05.2021...
![[✔] 1. Feel Your Fear || Park Sunghoon](https://img.wattpad.com/cover/248086830-64-k256714.jpg)