Cerita dongeng kakek

43 6 6
                                        

Mata.

Mata adalah salah satu bagian paling penting untuk dimiliki suatu makhluk hidup.

Tak memiliki mata adalah ketidaksempurnaan dan hal tabu di dunia ini.

Tak menjaga mata berarti mencela pemberian mereka.

Berbagai warna mata ada di dunia ini.

Semakin cantik matanya.

Semakin tinggi kedudukan nya.

Konon ada sebuah sejarah dibalik mata yang di beri.

Dahulu kala, ketika semesta di ciptakan. Ibu penciptaan memberikan sang semesta mata untuk melihat dirinya.

Hal yang pertama kali yang dilihat adalah mata indah sang ibu, sang semesta begitu terpesona dengan sang ibu penciptaan. Sang semesta berjanji akan menggunakan matanya dengan seksama.

Mata

Seiring perkembangan zaman, mata akhirnya diberi suatu berkat sihir.

Seorang Dewi dengan senang hati memberikan suatu berkat, yaitu mata peramalan.

Mata yang bisa melihat masa depan dan juga masa lalu.

Mata yang mengorbankan keburukan untuk merealisasikan yang indah
.
.
.
.

Malam yang tenang, ditemani dengan bintang bintang kecil yang bersinar. Kota kecil nan indah dan hiruk-pikuk beberapa penduduk yang masih menjalani aktivitas mereka, disebuah rumah kecil di ujung timur laut. Ada jendela yang masih bercahaya menandakan penghuni kamar tersebut masih terbangun, ternyata ada seorang pria tua yang sedang bercerita pada seorang bocah lelaki. Pria tua itu duduk dikursi kayu pendek milik sang bocah, ia mengelus kepala anak itu sembari bercerita untuk nya.

"Bintang itu banyak tetapi mereka sebenarnya saling berjauhan seperti sebuah ilusi, jika mereka berdekatan mereka akan hancur." Sembari menyeruput kopi hitam nya, pria tua itu diam sejenak, Seperti memikirkan sesuatu. "Bintang-bintang memang sulit dipahami, apalagi jika kamu menggapainya. Menyerahlah dan lihat saja, karena akan terlihat sia-sia jika kamu berusaha." Pria tua itu tertawa namun menyembunyikan kesedihannya di depan cucunya agar sang cucu tidak mengkhawatirkan nya.

"Rasanya menyedihkan jika merasakan nasib mereka...aku pasti akan menangis ...." Sang bocah merangkul selimut nya, menggenggamnya dengan erat. Gelisah dan takut menjadi satu tidak terbayang rasanya menjadi bintang yang indah tetapi mempunyai nasib yang buruk.

"Itu jarang terjadi, jika memang ada yang berdekatan dan hancur. Lokasi nya akan berjauhan dengan yang lain"kata pria tua itu sembari mengelus kepala cucunya.

"Kakek, kenapa bisa tahu semua itu?apa kakek membacanya dari buku?" Tanya nya, sang cucu sangat penasaran tapi juga takut karena cerita kakek barusan.

"Bukan sekedar buku saja nak, tetapi..." Kakek berhenti bicara, mulutnya terbata bata mengucapkan sesuatu. Sinar bulan yang terpantul ke wajah kakek memudar terhalangi awan yang melintas." Kakek bertemu dengan sang penguasa langit malam dan bintang, dia memberi semua pengetahuan di dunia ini pada kakek namun kakek hanya ingin pengetahuan yang tidak berbahaya untuk masa depan, apakah kamu percaya?" Mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal ke anak kecil akan terlihat konyol namun seorang anak kecil akan menganggap nya sebagai cerita yang menakjubkan, kata kata kakek ini terlihat bersungguh sungguh, kakek menghela nafas sembari meluruskan kakinya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 08, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The Eyes Of Estellar Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang