prologue

19 3 0
                                        


Inilah aku apa adanya, inilah aku dengan semua kekurangan dan kelebihan ku sebagai manusia.


Aku tak pernah perduli dengan semua yang mereka katakan, karena aku hanya tau dua hal:

~Aku hidup tidak pernah merugikan mereka.

~Aku bisa bertahan hidup bukan karena mereka, itu saja.

°°°°

MARISSA mengangkat kaki sebelahnya dibawah terik matahari yang kini membuatnya seperti mandi keringat.

Sudah begitu lama, bahkan teramat sempurna lelah yang dia rasakan hari itu.

Menjadi pribadi tanggung adalah usahanya, namun entah kenapa orang lain berpikiran bahwa dia orang yang gak punya pendirian.

Matahari begitu mencolok ke arahnya, Dia turunkan tangannya saat hormat ke tiang bendera, dan menarik nafas kencang. Lalu kembali lagi dia mengangkat tangannya untuk hormat.

"Haaahhh, ini belum seberapa" terlihat nampak kepucatan diwajah Marissa, setelah 10 menit ia berada ditengah lapangan sekolah, tetapi ia tetap merasa baik_baik saja

Marissa terlihat emosi karena dia tak tau sampai kapan harus berdiri dilapangan sekolah.
"Woy, anak osis sampai jam berapa gua disini" Teriaknya keras.

Namun tak ada yang menjawab sama sekali. Marissa hanya menarik nafas dalam_dalam, dia merasa capek dan haus.

Lalu terlihat bayangan cowok dari belakang, dia mendekati Marissa lalu berbicara tepat di kuping kanannya.

"Sampe kamu sadar, kalo cewek itu gak pantes berkelahi" ucapnya pelan.

"Diem lo, ini bukan urusan lo, emang lo siapa" protes Marissa terlihat kesal.

Cowok tinggi yang memakai harphone dilehernya, kini tertawa kecil tanpa menatap marissa

"Aku sih gak menuduh, ya tapi itulah kenyataannya!" Tukasnya datar

"Terus, apa mau lo" Marissa hanya berkata pelan dengan wajah sinis.

Kemudian cowok itu mulai menatapnya tajam, dia langsung menarik tangan Marissa pergi dari lapangan
"Sini Lu ikut gua"

"Woy, lu mau bawa gua kemana?" Ucap Marissa.

Dia membawa Marissa ke lantai paling atas, kelas kosong yang dijadikan gudang, yang banyak sekali buku_buku tak terpakai.

"Lo ngapain ngajak gua kesini?" Tanya Marissa kesal

Laki_laki itu tersenyum,
"Ssstthh,,,? Diam. Kenalin gua Fauzan"

"Terus, Lo pikir gua mau kenalan sama lo, Jauh_jauh lo dari gua!" Tolak Marissa seraya mengibaskan rambut lepek ke wajahnya.

"Marissa, buka matamu. Lihatlah, dunia belum runtuh. Mulai hidupmu yang baru." Ucapnya pelan

Marissa sontak mengangkat kepala, dia tidak suka dengan orang yang tiba_tiba menceramahi nya.

"Gua benci sama orang yang sok kenal kaya lo, ngapain lo ngurusin gua. Minggir lo, gua mau pergi." Marissa pun pergi ke arah luar meninggalkan Fauzan.

"Marissa, tunggu" cegat Fauzan

"Apa? Lo mau apa lagi." Teriaknya kencang

Mendekat Fauzan ke arahnya,
Lalu Tak sengaja Fauzan memegang tangan Marissa.
"Hey, dengerin gua. Lo cantik, tapi lebih cantik lagi kalo Lo mau berubah. Lo jangan sering berkelahi, coba Lo kacain tuh muka lo, bonyok banget Marissa" ungkap nya perduli.

Marissa hanya diam sambil memegang wajahnya yang terasa sakit, terlihat wajah lelahnya yang membuat Fauzan gak tega melihatnya.

"Marissa, Lo gapapa." Tanyanya.

tak ada jabawan, kemudian Marissa menjongkok untuk membenarkan tali sepatunya, namun di tahan oleh Fauzan.

"Biar gua aja yang iket tali sepatu Lo" paksanya.

"Eehh, gua bisa sendiri" jawabnya tak sengaja mata itu bertatap dekat.

"Gapapa, setelah ini Lo baru boleh pergi. Kalo ada apa_apa Lo bisa temuin gua, gua siap membantu"

_______________________________________

Instagram@elzeeahmad
°°°
Vote&komen
Wks :v

MarissaWhere stories live. Discover now