Hal-hal aneh-1🗝

30 3 0
                                        

Xia membuka pintu balkon di atas rumahnya, ia duduk di atas bantal sambil menyeruput secangkir teh hangat yang ia bawa dari dapur, butuh usaha yang besar untuk melakukan hal itu karena pertama xia adalah orang yang tidak suka melakukan hal hal rumit seperti membuat teh baginya hal itu adalah sebuah pencapaian besar karena berhasil melakukannya, alasan keduanya adalah karena orang tua Xia sudah berada di alam bawah sadar, ia bisa di beri ceramah 3 jam jika tertangkap basah belum tidur pukul 2 malam.

"hei, apa yang tengah kau lakukan hingga masih terbangun?"

Xia hampir menyemburkan teh dari mulutnya, pasalnya ia terkejut mendengar suara berat dari sebelah balkon rumahnya, Xia menatap laki-laki itu dengan wajah kesal dan seolah mengatakan
'mati saja kau sialan'

"Maaf, kau terlihat sangat menikmatinya"

Xia menghela napas, lalu menjawab pertanyaan laki-laki tersebut.
"tidak ada yang menarik"

"lalu apa yang membuatmu tertarik melakukannya?"

Sambil mengangkat satu alisnya Xia menjawab.
"overthinking? Mungkin"

"benar benar dirimu"

"apa itu?"

"melakukan hal hal aneh"

"itu tidak aneh, dan lagi overthinking itu normal ketika seseorang memikirkan sesuatu"

"Sesuatu yang berlebihan maksudmu, yah setidaknya itu menurutmu"

"Kau sendiri El? Apa yang sedang kau lakukan?"

Laki-laki itu mendongakkan wajahnya, melihat langit malam yang di hiasi ratusan bintang dan menjawab
"Insomnia"

"Lagi?"

"Yah begitulah"
Cadfael menghela napas.

Celaka, Xia tidak mungkin salah dengar
'ah sepertinya hari ini diriku benar benar sial'
batin nya sambil berdecak pelan, Xia mendengar suara langkah kaki menuju ke arah kamarnya, ia berani taruhan jika itu adalah suara langkah kaki ibunya.

Ceklek..

Xia pasrah dan berkata
"Maaf bu aku akan segera ti-"

"Hei kenapa kau tidak berbalik dulu?"

Xia menoleh kebelakang
"Kakak? Kau sudah pulang? Bukankah hari ini masih hari sabtu? Kau bilang akan pulang hari minggu kan? dan kenapa kau harus pulang selarut ini?"

"Pekerjaanku selesai lebih awal, andai saja jalanan tidak macet mungkin aku akan tiba jam 10 malam tadi, ngomong ngomong kau tidak ingin memeluk kakak kesayanganmu ini?"

Sambil menatap datar wajah kakaknya, Xia menjawab
"Tidak"

"Mungkin kau tidak, tapi aku ingin memelukmu"
Sambil merentangkan kedua tangannya laki-laki bongsor itu memeluk adik kesayangannya seperti melilit mangsa.
"Aku merindukan mu adikku sayang ahaha"

Xia menggeliat seperti ulat
"Sesak bodoh, kau mau aku mati? dan lagi apa-apaan itu tadi? menjijikkan"
Xia mendengus kesal, tenaga kakaknya itu tidak main main, dalam waktu singkat ia merasa seperti sedang dililit seekor ular.

"Maaf maaf, sekedar informasi aku membawakanmu sebuah hadiah, kau tidak tertarik untuk melihatnya?"

"Apa itu? Sandal hotel lagi? Enyah saja kau jika ingin memberikanku itu"
Xia menyeruput tehnya

"Kali ini berbeda, aku membawakan mu sepatu voli, minggu lalu aku melihat sepatu lusuhmu itu di rak dan berinisiatif untuk membelikanmu yang baru, bagaimana? Apa kakak mu ini sudah cukup pengertian?"

"Kelihatannya dirimu sedikit berubah sekarang, aku jadi merasa sedikit takut"
Xia menatap kakaknya dengan raut wajah ngeri, pasalnya kakaknya itu tidak pernah se perhatian ini sebelumnya

"Kenapa kau sangat kasar kepada kakak mu ini? Padahal aku hanya ingin membuat adik ku yang manis ini bahagia"

Xia tidak menjawab perkataan kakaknya

Sambil bergelayutan di lengan Xia, kakaknya melanjutkan perkataannya

"Ahh aku tau, kau pasti sudah tidak menyayangi ku lagi kan? Adik ku memang sudah berubah menjadi orang lain, kemana perginya adik kecil ku dulu yang selalu meminta gendong~"

"Apa-apaan dengan nada bicaramu itu? Dan lagi jangan bergelayutan di lengan ku, kau ini apa? Simpanse? Tch, cepat pergi dari kamar ku"

Dengan sekuat tenaga, Xia mendorong kakaknya keluar dari kamarnya, ia mengunci rapat kamarnya lalu kembali duduk di tempatnya seperti semula

Masih terdengar rengekan kakak nya dari luar pintu, tapi Xia tidak memperdulikan hal itu dan lanjut meminum tehnya
.
.
.
.
.
.
.
Hai-hai jangan lupa vote ya, makasih buat yang udah baca🧚‍♀️

can we go back?Stories to obsess over. Discover now