1.awal yang baru

4.9K 262 7
                                        

Waspada banyak typo yang author tidak sengaja! Jadi mohon dimaklumi ajah, enjoy guys!

KRINGG

BRUKK

"ITTEEEE"

di pagi hari yang damai nan tenang di sebuah apartemen sederhana terdengar teriakan merdu yang membuat telinga kita terbuai sampai sampai jika kalian berada di dekatnya aku tak menjamin keselamatan telinga kalian.

Lihat bagaimana tingkah ceroboh bocah berumur 13 tahun itu, badan pendeknya terjatuh dari tempat tidur dengan anggunnya hingga membuat bunyi yang amat keras

"kenapa lantainya keras sekali-ttebayo" Bahkan sekarang dia menggerutu sambil menyalahkan lantai kamar tidurnya yang keras

'Diamlah naruto kau mengganggu tidurku' bocah itu lagi lagi mendengus lalu memutuskan untuk menuju kamar mandi melakukan ritual pagi harinya,setelah itu dia segera menggunakan pakaiannya dan jaket orange birunya tanpa mengaitkan resleting kanan kiri membiarkannya terbuka.

BRAK

dia menendang pintu rumahnya lalu menutupnya lagi dengan cara yang sama, apa apaan itu? Tentu dia masih emosi dengan kejadian tadi. Tak menghiraukan tatapan marah tapi heran dari warga desa yang melihat naruto kesal dengan wajah merah, ia terus berjalan dan menemukan kedai ramen kesayangan konoha.

"Ohayou teuchi ji-san, ayame -ne" Sapanya dengan semangat 45 , lalu ia duduk ditempat biasa ia duduk

"Ah naru-chan, tumben pagi pagi sudah kemari? Apa ada sesuatu di Akademi hingga membuatmu semangat seperti itu?" Naruto sweet drop mendapat pertanyaan bertubi tubi dari ayame

"Pertama jangan panggil aku dengan embel embel 'chan' aku ini laki laki-ttebayo" Ayame terkikik geli tak berkomentar, memilih mendengar jawaban naruto selanjutnya "kedua hari ini aku akan melakukan tes kelulusan akademi, jadi aku bangun pagi agar tak kesiangan dan tak membuat iruka-sensei marah besar, dan yang ketiga bagaimana tidak semangat jika aku akan menjadi ninja setelah lulus akademi" Ucapan naruto diakhiri nada semangat yang membara,seperti salah guru dan murid kelebihan semangat berbaju hijau ketat di Konoha.

"Ara ara, naru-chan tapi aku suka panggilan itu, itu terdengar cocok denganmu" Ucap ayame menggoda naruto yang sudah menggembungkan pipinya tanda dia sedang ngambek

"Kyaaa kau sangat menggemaskan naru" Ayame mendekati naruto lalu mencubit kedua pipi naruto gemas, ia tak henti hentinya berteriak layaknya fangirl di akademinya.

"Itte te, ayame-ne bagaimana jika pipiku sobek? Apa kau mau tanggung jawab? Hentikan huwaaa" Teuchi yang melihat interaksi anaknya dan naruto hanya tersenyum lembut dan melanjutkan kegiatannya membuat ramen pesanan naruto

"Hahahah maaf maaf" Akhirnya ayame berhenti mencubit pipi gembul naruto dan mengelus nya agar rasa sakitnya berkurang, seperti yang orang tua akan lakukan jika anaknya mendapatkan rasa sakit seperti ini, entah kenapa.otak naruto tidak akan mau bekerja sama jika memikirkan tentang hal itu, otak itu akan bekerja disaat saat perlu saja, seperti saat ujian, mengatur strategi, atau yang lainnya.

"Sudah hentikan ayame, ini pesanan mu naru selamat menikmati naru" Ucap teuchi ramah lalu ia meninggalkan naruto yang sibuk menyantap ramen kesukaannya yang mengisi perut naruto setiap harinya

Setelah selesai menghabiskan ramennya naruto berteriak jika uangnya ia taruh di meja dan memilih untuk segera ke akademi agar tak terlambat, jujur ia ingin sedikit bermain main dengan guru berambut pucat itu (Mizuki) tapi sayang nya kurama tak mengizinkannya. Dia bilang 'berhentilah mengerjai guru malang itu naruto, fukos saja pada latihan mu untuk menelati janjimu saat kelulusan nanti', mengingat omelan kurama naruto hanya terkekeh pelan dan tak terasa dia sudah sampai di gerbang akademi. Disana ia melihat berapa murid akademi sedang berkumpul dengan geng mereka. Huh mendokasai.

Kanojo no jinsei √Where stories live. Discover now