CHAPTER 1
{AWAL?}
•••ㅇㅇㅇ•••
“Man, liat nih.” Seorang pria bernama Jung Jaehyun-atau yang biasa dipanggil Jepri oleh teman-temannya, memanggil teman-temannya agar berkumpul mendekatinya.
“Kenapa?” tanya salah satu temannya.
“Gua akhirnya dapet majalah limited edition yang udah gua incer dari lama nih.”
“Majalah apaan dah segala limited edition limited editionan.”
“Tsk, gua tebak kalian pasti gatau dia, secara gitu kalian taunya cuma anak Rafathar doang.”
“Siapa sih emang, Jep?”
“Don't be shy, ayo spill nama.” sahut yang lainnya. Jaehyun membuat gerakan tangan seolah mengatakan 'sabar'.
“Nih, Na Jaemin.” Jaehyun membuka majalahnya, memperlihatkan foto seorang pemuda, foto yang terlihat sudah sangat jadul sekali.
Semua lantas memperhatikan foto dibuku majalah Jaehyun, termasuk satu pria yang sejak awal tak berminat memperhatikan Jaehyun karena menurutnya tak penting.
Namun entah mengapa tiba-tiba saja kepalanya seperti tertarik maghnet sehingga membuatnya ikut memperhatikan majalah ditangan Jaehyun.
“Gila, cakep kan cuy? Pantes aja nenek gua dulu bucin banget sama nih orang.” Jaehyun berkata, matanya sedikit berbinar pertanda kagum.
“Na..na?” Gumaman pelan disisi mereka membuat semua serempak mengalihkan pandangan, beralih dari majalah Jaehyun menuju salah satu temannya.
“Apaan dah, Jen. Nana nana, kek nama mba gua aja.” Salah satu dari mereka-Guanlin, tergelak, membuat yang lain juga ikut.
Sementara yang ditertawakan hanya mendengus lalu kembali menunduk memainkan ponselnya.
“Jen?” Yang dipanggil oleh Jaehyun hanya berdeham.
“Ternyata lo juga kenal dia?” Mendengar itu membuat Jeno kembali menoleh dengan alis yang tertaut bingung.
“Nggak.”
“Terus? Kok tau kalau dia Nana?” Tiba-tiba saja dada Jeno serasa ditumbuk, ada yang aneh dengan perasaannya. Dadanya sesak dan kepalanya sedikit pusing hingga pandangannya mengabur beberapa kali.
“Kagak tau, nyeplos asal doang.” Jeno menjawab dengan asal pula. Ya tentu saja asal karena ia pun tak tahu kenapa mulutnya tiba-tiba menyebutkan nama tersebut.
“Dulu waktu gua kecil, nyokap bukannya ceritain dongeng buat pengantar tidur, tapi malah nyeritain gimana dulunya nenek gua bucin sama dia. Bahkan--” Suara Jaehyun yang tengah bercerita lama-kelamaan semakin tak terdengar oleh Jeno.
"Jenojam Jenojam!" Jeno membeku. Suara berisik teman-temannya seolah teredam. Ia tak dapat mendengar apapun selain suara yang baru saja ia dengar.
“Jenojam Jenojam!” suara itu kembali terdengar. Dada Jeno semakin sesak hingga membuatnya kesulitan bernapas. Pandangannya mengabur lalu lama-kelamaan hanyalah kegelapan yang dapat ia lihat.
“Jen!” Jeno berjengit ketika Guanlin menepuk pundaknya, membuatnya kembali sadar.
Semua tak ada yang membuka suara, mereka masih memandang Jeno dengan tatapan bingung serta khawatir karena saat Jaehyun tengah sibuk bercerita tiba-tiba saja Jeno menutup matanya erat serta mengepalkan tangan hingga urat-uratnya menonjol.
YOU ARE READING
FORETIME || NOMIN
FanfictionIni adalah sebuah kisah tentang dua manusia. Berawal dari masa kini hingga kehidupan mereka yang berlanjut di masa depan. WARNING! -BXB AREA! -H0M0PH0BIC PLEASE JANGAN BACA! -JANGAN SALPAK!
