Aku bagaikan seekor kucing hitam,
Pesonalitiku kelam,
Hanya mata mampu merakam,
Ragam manusia dijajah akal.
Handal fizikalnya,
Cacat potensinya,
Tajam akalnya,
Tenggelam budinya,
Serabut kota.
Kota terbentang luas nan lautan,
Impiannya menggunung tinggi,
Namun tamak meracuni impiannya,
Bagai Sigaraga memakan si dua Abdul,
Maka tertanamlah sifat Haji Bakhil,
Lenyap toleransi diri,
Wujud bahasa kasar,
Di kota serabut.
