CHAPTER 1

36 2 0
                                        

Siang itu, semuanya baik-baik saja... Namun, angin tiba-tiba bertiup kencang dari sebelah barat membuat debu-debu itu berterbangan ke angkasa. Tampak sebuah lubang besar yang gelap di udara menghisap apa saja yang ada di bumi. Orang-orang tampak berlarian menjauhi lubang itu karena takut terhisap. Lubang hitam itu menghisap apa saja dan menimbulkan kepanikan. Andrea berdiri sambil menatap Lubang hitam yang besar itu, sementara yang lainnya sibuk mengurusi diri mereka sendiri. Mereka sibuk mencari tempat untuk berlindung, menyembunyikan diri mereka agar tidak terjadi hal-hal yang buruk pada mereka.

Andrea berdiri menatap langit yang semula cerah berubah menjadi gelap. Sementara disampingnya tampak Eliot yang sedang mengawasi kepanikan orang-orang disekitar mereka. Petir menyambar beberapa kali diiringi oleh suara guntur yang bergemuruh. Situasinya benar-benar kacau, membuat Eliot hampir menarik Andrea pergi bersembunyi sama dengan yang dilakukan orang-orang. Namun, sebelum itu terjadi, kedua orang itu sudah keburu dikejutkan oleh pemandangan yang menakutkan. Saat Andrea melihat langit itu bergerak, gadis itu langsung menarik tangan Eliot dan berlari. Seluruh pandangan mereka tampak bagai layar yang hendak padam. Dilihatnya dinding bangunan-bangunan tinggi itu mulai terurai satu per satu. Tampak pixel-pixel yang beterbangan ke angkasa terhisap oleh lubang hitam itu. Tidak tahu hendak ke mana, Kedua orang itu hanya berlari. Andrea berfikir keras tetang apa yang sedang terjadi, namun tidak ada menumakan jawabannya.

Sesaat tiba-tiba semuanya berubah menjadi gelap. Tampak garis-garis berbentuk bujur sangkar yang tersusun dengan rapi menyelimuti seluruh penjuru kota. Andrea dan Eliot terhenti dan saling menatap satu sama lain. Keduanya benar-benar bingung akan apa yang sedang terjadi.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Eliot panik.

Andrea hanya tertegun melihat sekelilingnya. Dia terlalu bingung untuk menjawab Eliot.

Kelapalanya terus berputar untuk menemukan jawaban atas apa yang sebenarnya sedang terjadi.

"Apa ini sebenarnya?" Tanya Eliot.

Saat itu juga Eliot dikejutkan ketika melihat tangannya mulai menghilang terurai oleh pixel-pixel yang beterbangan ke angkasa. Andrea juga menunjukkan ekspresi yang sama paniknya. Dikejauhan terdengar suara teriakan orang-orang. Saat Andrea berbalik, dilihatnya semua orang mengalami hal yang sama dengan mereka. Tubuh mereka mulai terurai sedikit demi sedikit sampai akhirnya semuanyapun lenyap tak berbekas. Dan hanya tersisa sebuah ruangan gelap tak berujung.

CHAPTER 1 *Permainan*

Andrea terbangun dari tidurnya. Saat membuka matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah cahaya lampu terang yang menyilaukan matanya. Gadis itu pelan-pelan membuka matanya sampai akhirnya gadis itu melihat seisi ruangan tampat dia terbangun. Ruangan itu sangat luas dan kotor. Dinding di tempat itu terbuat dari kramik berwarna putih hitam seperti papan catur. Cahaya lampu di ruangan itu sangat terang. Namun, tidak ada apa-apa di dalam ruangan itu kecuali dirinya. Saat itu Andrea menyadari tangan dan kakinya terkunci oleh sebuah borgol yang membuatnya tidak bisa bangkit dari tempatnya. Gadis itu mencoba meronta-ronta melepaskan borgol yang mengikat tangan dan kakinya. Namun tidak bisa. Gadis itu mencoba melihat ke sekitar sambil berfikir. Barang kali ada benda yang bisa dimanfaatkan untuk membantunya melepaskan diri. Tetapi ruangan itu kosong, tidak ada benda apapun selain dirinya.

Tiba-tiba terdengar suara yang muncul entah dari mana. "Tiga puluh menit tersisa sebelum Permainan dimulai. Persiapkan diri anda!".

Andrea tampak kebingungan mendengar suara yang tiba-tiba muncul ntah dari mana. Ia melihat di-sekelilingnya. Dicarinya sumber suara itu, tetapi tidak ditemukannya. "Hei! Siapa kau! Hei! Lepaskan aku!" Teriak Andrea.

Tidak ada yang menjawabnya. Ruangan itu sangat sunyi dan tidak ada siapapun. Dia seperti terperangkap dan dan terisolasi membuatnya tidak mampu meloloskan diri. Sesaat teringat kembali kejadian sebelum ia terbangun di ruangan itu. Kota tempat dia tinggal musnah. Tadinya dia bersama Eliot, adik laki-lakinya. Namun sekarang dia tinggal sendirian. Kemana Eliot pergi? Apa mungkin Eliot ditahan di tempat lainnya sama seperti dirinya? Atau barang kali Eliot sudah mati? Atau kemungkinan besar dia sudah mati dan berada di tempat yang biasanya diceritakan oleh orang-orang beragama?

AEON : ALEXIS'S CODEWhere stories live. Discover now