"Kenapa si yaampun, gue heran deh lu mimpiin dia mulu tiap hari hah?".
"Ya mana gue tau, kenal sama orangnya aja juga enggak. Jangan kan kenal, pernah lihat mukanya aja gue gak pernah".
Begitulah kira-kira percakapan antara dua lelaki yang sedang berada kursi kafe depan sekolah mereka.
"Gue curiga, pasti kalian ada keterkaitan satu sama lain". " Keterkaitan apa maksud lo". " ya kali aja kalian jodoh kan". " halah ngarang aja". " ya kan gue cuma perkiraan".
"Gatau lah terserah lo aja" ucap salah satu lelaki tersebut seraya mengambek. " elah lo mah gak bisa di ajak bercanda".
"oy"
"OY"
"WOY"
Tiga panggilan terabaikan yang membuatnya marah.
"EARL SANDERS!"
Panggilan tersebut membuat pemilik nama terkejut.
"Gak pake teriak bisa gak si, ELVIS VINCENT"ucapnya seraya tak terima.
" yee, lu sendiri aja teriak"- sahutnya.
"udah ah, gue cabut duluan"-pamit Ersan. " gak seru lu ah" Elvin tak terima. " ya abisnya lu ngajak berantem" Ersan menunjukkan wajah dinginnya." lu yang mulai duluan, gw panggil gak nyahut". Tanpa aba-aba Ersan pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya sendiri di kursi kafe tersebut.
Menghembuskan nafas berat lalu membuka pintu mobilnya.Iya terlihat frustasi. Niat hati ingin curhat dan ia kira akan mendapat solusi. Namun sahabatnya mengejeknya karana suatu hal.
"Dia siapa si muncul terus dalam mimpi gue". "Kenal juga enggak, ketemu apalagi". " gue bakal cari tahu tentang dia". " tapi kalo dia gak ada di dunia ini gimana?". " ahhhhggg, gua harus lupain ini semua". " ini cuma mimpi".
Sekiranya begitulah monolognya dalam perjalanan menuju kediaman keluarga "SANDERS".
BERSAMBUNG>............
ESTÁS LEYENDO
a cup of coffee
Novela Juvenil[HIAT SEMENTARA WAKTU] "terimakasih atas secangkir coffeenya dan semua mimpi indahnya" yang berawal dari mimpi dan secangkir coffee membuat dua pelajar tersebut manjalin rasa sampai mengikat janji. Kisah seorang Earl sanders yang membuatnya bertanya...
