00

160 12 0
                                        

Hari ini akan menjadi hari yang bersejarah bagi gadis mungil ini, kim taeyeon. Setelah 2 tahun lebih, dirinya mengagumi laki laki yang membuat hari hari nya disekolah menjadi lebih berwarna.
Dirinya akan mengajak laki laki itu untuk berkencan dengannya. Lagi

Dirinya mungkin akan di tolak lagi, tapi taeyeon bertekad bahwa ini akan menjadi yang terakhir dirinya mengajak pria itu bersamanya.

Dirinya bukan termasuk orang yang akan diam diam melihat laki laki yang di kaguminya, justru si mungil taeyeon selalu mencari perhatian laki laki itu jika ada kesempatan. Mereka tidak dekat, hanya saja sikap taeyeon yang nekat, membuat dirinya harus menebalkan mukanya jika ingin di dekat laki laki itu

Entah kata makian apa lagi yang taeyeon dengar ketika dirinya dekat dengan laki laki itu, namun taeyeon tidak peduli, toh tujuannya bukan mencari perhatian mereka melainkan perhatian dari si tuan kwon jiyong. Salah satu pangeran disekolahnya, mungkin itu hanya sebutan bagi orang yang memiliki ketampanan di atas rata rata, pintar dan kaya. Tapi bagi taeyeon, sosok jiyong adalah sosok pangeran sesungguhnya.

Selain gelar pangeran, jiyong juga mendapat gelar si hati batu. Sejak jiyong kelas satu ada saja gadis yang menyatakan cintanya, tapi tidak ada satu pun yang ia balas, bukan berarti dia gay atau apa. Hanya saja di hati nya masih ada teman masa kecilnya sekaligus cinta pertamanya.
Mereka yang di tolak jiyong tidak mempermasalahkan penolakan itu asalkan mereka dekat dengan si tuan kwon ini
Namun lain hal nya dengan taeyeon meskipun dia di tolak jiyong, tapi tidak membuat kepercayaan nya luntur, berharap bahwa suatu saat nanti jiyong akan luluh dengan perjuangannya

Taeyeon bahkan tidak peduli bahwa penolakan jiyong selalu berakhir dengan sindiran dan cacian fans jiyong sendiri, selagi tidak berlebihan menurutnya itu hak mereka

Dan entah kata kasar apalagi yang telontar dari bibir sexy nya jiyong, taeyeon bahkan tidak fokus akan hinaan yang jiyong lontar kan, karena dirinya hanya melihat bibir sexy jiyong yang bergerak
Bagaimana jika bibir itu menempel di bibirnya, mengecap semua area bibirnya, menggigit bagian atas dan bawah bibirnya, lalu lidah mereka bermain saling membelit, berbagi ludah bersama, mengabsen seluruh giginya
Ahh membayangkan nya saja membuat perut taeyeon serasa di hinggapi kupu kupu yang berterbangan
Dan itu selalu terjadi ketika dirinya mengajak jiyong berkencan

* * *


"kau itu tidak malu sekali"
"jiyong bahkan menolakmu secara terang terangan"
"kemana urat malu"

"urat malu nya memang tidak ada sejak dia lahir"

"pantas saja kelakuannya seperti ini"

Kenapa mereka ikut campur, disini taeyeon hanya ingin bicara dengan jiyong, kenapa ngengat ngengat ini yang ikut campur urusan nya
Mengganggu saja
Lagi pula jiyong belum menjawab ajakannya

"jadi jiyong~ah bagaimana?"

Kali ini taeyeon benar benar berharap ajakannya di terima
Setidaknya ini untuk yang terakhir kali nya

"kau tuli?"

Tuli? Yang benar saja. Bahkan taeyeon masih bisa mendengar suara indah jiyong
Taeyeon menggeleng menjawab pertanyaan jiyong

"kau buta?"

Jangan tanyakan itu, kalau dirinya buta, mana mungkin dia jatuh cinta pada jiyong
Taeyeon menggeleng lagi

"kau punya otak"

Apalagi ini, kenapa jiyong menanyakan otaknya, apakah setelah ini jiyong juga akan menanyakan anggota tubuh lainnya, kalau iya, taeyeon mempunyai semua nya kecuali hati jiyong tentu nya

"kau tidak tuli, tidak buta, lalu punya otak"
"kenapa tidak kau proses di otak mu semua indra yang kau miliki"
"dengarkan aku, ini untuk yang terakhir kali nya aku mendengar dan melihatmu di depanku"
"kau itu, bukan selera ku"
"jadi berhenti lah berangan bisa berkencan denganku, aku muak melihatmu"
"sekarang pergilah, aku tidak mau mendengar suara mu lagi"

Baiklah kim taeyeon kau sudah mendengar sekali lagi kan penolakan jiyong, sekarang saat nya menyerah
Tinggal satu semester lagi dirinya akan lulus, dengan begitu dirinya akan berhenti melihat jiyong
Semoga perasaannya juga akan berhenti


* * *


Sungguh luar biasa seperti biasanya, baru kemarin taeyeon mengajak jiyong berkencan, sekarang berita itu telah menyebar keseluruhan penjuru sekolah, makin bertambah haters taeyeon saat ini, terlihat dari tatapan tatapan adik adik kelas serta teman seangkatannya yang seolah menjek taeyeon

Taeyeon tidak peduli dengan tatapan itu, hanya saja apa salah nya dirinya berjuang untuk seseorang yang ia cintai, setidaknya dirinya berusaha. Tidak seperti mereka yang hanya bisa meneriakan nama jiyong dari jauh

Dan entah kenapa hari hari taeyeon sekarang menjadi lebih berat, fans jiyong sungguh sangat gila, mereka tidak berhenti menghina taeyeon
Selama berminggu minggu taeyeon selalu mendapat surat ancaman

Puncaknya adalah saat taeyeon di toilet sendirian dirinya di buli oleh adik kelasnya sendiri, dirinya disiram air bekas pel an lalu di kunci dari luar
Kalau saja tidak ada yang mengontrol  malam itu mungkin taeyeon akan menginap di toilet sekolahnya.
Taeyeon di larikan ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri

Mirisnya lagi taeyeon hanya di temani kakaknya kim jiwoong, ayahnya memang tidak terlalu memperhatikan taeyeon sejak taeyeon kecil, kebanggaan ayahnya hanya kakaknya saja, mungkin karena dia laki laki, jadi dia sering dianggap tidak ada, apalagi ibu taeyeon sudah meninggal karena melahirkannya

Taeyeon bukannya bodoh, dirinya pintar, hanya saja memang ayah nya menutup matanya untuk taeyeon, jadi prestasi apapun yang taeyeon raih, dia tidak peduli.

Jiwoong sempat beradu pendapat dengan taeyeon tentang kasus dirinya di kunci di toilet. Namun taeyeon tidak ingin masalah ini Berlanjut, toh dirinya juga akan segera lulus, apalagi yang mengunci nya adalah adik kelas nya sendiri dengan alasan mereka fans nya jiyong, sudah cukup dirinya berurusan dengan yang namanya jiyong lagi, dirinya akan benar benar mengubur perasaan itu

Setelah insiden toilet itu, taeyeon menjadi lebih pendiam, bahkan teman dekatnya selalu mendesak taeyeon kenapa taeyeon berubah, dengan alasan dirinya lelah belajar taeyeon berharap temannya mengerti alasan taeyeon saat ini

Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba, dirinya lulus dengan nilai yang cukup memuaskan
Walaupun begitu, taeyeon tidak datang di acara perpisahan nya, dirinya lebih memilih berbaring di ranjangnya dengan membaca novel yang di beli nya minggu lalu
Taeyeon tahu betul, apa yang akan terjadi nanti, pasti dirinya akan menjadi objek hinaan
Teman dekatnya, tiffany. Berusaha membujuk taeyeon untuk datang, namun kali ini tiffany tidak berhasil membujuknya. Lagi pula mereka berdua mempunyai acara perpisahan mereka sendiri nanti di rumah taeyeon, tiffany akan menginap di rumahnya
Taeyeon ingin melanjutkan SMA nya di kota tempat tinggal neneknya, ibu dari ibu nya taeyeon
Taeyeon memilih jeonju, karena setidaknya disana orang orang memperlakukan taeyeon sebagai mana mesti nya, tidak disini, jarang di perhatikan sang ayah, yang fokus akan kerjaannya. Lalu sang kakak yang saat ini tengah sibuk sibuk nya kuliah. Dirinya bersyukur karena kakaknya begitu menyayanginya
Bahkan jiwoong sempat menolak keinginan taeyeon yang ingin sekolah di jeonju, tapi mau bagaimana lagi, jiwoong tahu sifat ayahnya, lebih baik untuk sekarang taeyeon menjauh dulu dari ayahnya, semoga saja ayahnya mengerti akan kehadiran taeyeon selama ini

* * *


Walaupun sekolahnya di jeonju berjalan sebagai mana mestinya, namun entah mengapa sifat ceria taeyeon tidak seperti dulu lagi, tidak banyak teman yang taeyeon miliki, bahkan jika di katakan teman, mereka hanya sekedar menyapa atau menjadi kelompok tugas dari guru, tidak ada teman dekat, tidak taeyeon yang ceria seperti dulu lagi, dirinya benar menutup hati nya, membentengi zona nya sendiri



7.11

HeaMistWhere stories live. Discover now