Tentang Kita

149 12 0
                                        

Hujan pertama di bulan November kali ini terasa berbeda dengan yang sebelumnya, jika November tahun lalu diisi dengan kebersamaan dan kehangatan karena menciptakan kenangan, kini yang ada hanya sunyi berselimutkan sepi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hujan pertama di bulan November kali ini terasa berbeda dengan yang sebelumnya, jika November tahun lalu diisi dengan kebersamaan dan kehangatan karena menciptakan kenangan, kini yang ada hanya sunyi berselimutkan sepi.

Seorang gadis tengah duduk melamun dekat jendela di sebuah kafe dengan secangkir coklat panas, pandangan matanya benar-benar kosong seolah tidak ada kehidupan di sana. Di hadapannya terdapat laptop yang menyala berisikan beberapa kata yang tertulis.

Di luar hujan mulai turun, gemertuk air yang berlomba-lomba untuk jatuh seolah menjadi nyanyian yang nyaring.

Ia menatap ke arah jendela, uap air menghalangi penglihatannya. Benar-benar buram.

Asap yang mengepul dari coklat tidak ia hiraukan. Beralih, ia menatap layar laptop yang sedari tadi didiamkannya.

Gadis itu menghela napas lelah. Ini sudah hampir sebulan dirinya tidak bisa menulis, akhir-akhir ini rasanya sangat sulit untuk merangkai kata.

Kembali ia menatap keluar, air hujan yang awalnya kecil kini berubah deras. Saat-saat seperti ini mengingatkannya akan sesuatu.

Rintik hujan yang jatuh seolah membawanya kembali pada masa itu. Masa di mana saat ia benar-benar dilindungi, masa di mana saat ia masih bisa melihatnya tersenyum. Terbersit rasa sesal yang mendalam. Andai saja saat itu dirinya ... ah, berandai-andai malah membuatnya semakin tersiksa.

Alunan musik Still With You milik Jk BTS terdengar memenuhi ruangan kafe.

Alyssa -nama gadis itu- termenung. Rasa sesak memenuhi rongga dadanya, sekelebat bayangan datang silih berganti dalam ingatannya.

Angin tipis berhembus pelan menerpa wajahnya. Setetes air mata jatuh tanpa permisi. Tanpa sadar tangannya sudah mulai menari-nari di atas keyboard.

Salahkah jika Alyssa berharap itu semua terulang kembali? Dan jika diberikan kesempatan untuk kembali ke masa itu, Alyssa akan memperbaiki semuanya. Ia akan membuat alur ceritanya sendiri, meski harus menentang ... takdir.

Dulu, ia menganggap pertemuan itu kebetulan. Namun, hal yang terlihat seperti kebetulan biasanya tidak bisa terhindarkan, dan hal yang tidak bisa terhindarkan adalah takdir. Jadi, masih bisakah Alyssa menentang takdir? Bahkan hal yang tidak bisa terhindarkan itu kini sudah terjadi ....

OoO

"Pertemuan kita abadi, dalam aksara yang aku tulis." -Alyssa Mahendra.

Pemuda Hujan (COMPLETED)Stories to obsess over. Discover now