Aku hanyalah manusia biasa
Yang entah mengapa selalu merasakan bahagia
Tak pandang harta kekayaan yang ku miliki
Aku tetap bisa menikmati nya..
Terkadang manusia sangat serakah
Mereka harus mendapatkan apa yang dimaunya
Lalu mereka melupakan apa yang sudah di milikinya
Mereka lupa tentang cara bersyukur
Mereka lupa tentang cara menikmati apa yang sudah ada
Sungguh mereka benar-benar lupa..
***
Hari ini aku menjalankan rutinitas ku, setelah selesai makan makanan buatan ibuku, aku langsung bersiap untuk pergi ke dalam hutan, mencari kayu bakar untuk ibuku. Dengan membawa satu buah karung bagor aku berjalan keluar rumah dan berpamitan dengan ibuku.
Desaku memang sangatlah kecil, tapi udara disini sangat sejuk, tak ada asap kendaraan yang mencemarinya. Rutinitas semua penduduk disini masih sangat kuno. Seperti yang aku lakukan sekarang, mencari kayu bakar adalah kegiatan penduduk di desaku setiap pagi, ada juga yang mencarinya di sore hari.
Tidak jauh untuk sekedar berjalan ke hutan, karena memang desaku dikelilingi oleh hutan-hutan yang rindang. Jika orang-orang kehabisan stok makanan, mereka akan masuk ke hutan dan mencari tumbuh-tumbuhan yang bisa di makan, tidak perlu repot-repot meminta-minta seperti orang-orang di kota.
Aku mengambil satu persatu kayu bakar disini, aku letakkan didekat pohon setelah kurasa karungku sudah terisi penuh, aku duduk di sampingnya, pandanganku beralih keatas, melihat langit yang tertutupi oleh pohon-pohon besar, pemandangan yang cukup indah, Tuhan memang benar-benar adil, menempatkan ku disini agar aku jauh dari keramaian kota dan aku bisa menikmati alam yang telah diciptakan-Nya.
***
YOU ARE READING
DURJANA
Mystery / ThrillerCerita ini menceritakan tentang Jaka, seorang pemuda berusia 26 tahun yang tinggal di sebuah desa kecil yang sangat terpencil. Suatu hari ketika Jaka sedang berada ditengah hutan, Jaka menemukan hal aneh disana. Perasaan nya merasakan ada keganjalan...
