Tidak bisa aku pungkiri engkau masih saja lalu lalang dalam benak ku. Detik, menit, jam, hari, minggu, hingga tahun. Sekuat apapun aku berusaha melupakan mu sekeras itu pula kau memaksa masuk ke dalam sel sel ingatan ku. Ingin rasanya aku acuh namun apa daya hati serta pikiran ku terus memaksa ku terus mengingat mu.
Aku baru sadar tak ada luka yang lebih perih dari pada kehilangan dirimu. Ingatanku ketika kepergian mu masih saja melekat dalam hidupku. Dimana kamu mengucapkan bahwa kamu sangat mencintaiku untuk terakhir kalinya. Ingatan itu masih ada saat kamu tersenyum sangat manis sebelum mata cantik mu terpejam untuk selamanya. Senyum mu yang tak pernah hilang meski beribu kali aku torehkan luka pada hatimu yang tulus. Kini baru aku sadari bahwa aku telah kehilangan malaikat ku untuk selamanya.
Flashback
Siang ini hujan begitu deras melanda kota Seoul. Rasa dingin pun ikut masuk dan menyapa hingga ke tulang. Jaehyun merapatkan mantel yang di rasa tidak ada guna nya. Walaupun hujan serta udara yang dingin tidak menyurutkan hati Jaehyun untuk pergi ke kantor suami nya. Dengan senyum yang menghiasi wajah nya kini Jaehyun melangkah dengan perasaan bahagia menuju kantor sang suami. Jaehyun mempercepat langkah nya tidak sabar untuk bertemu sang pujaan hati yang sudah hampir 3 tahun ini menghiasi dunia nya. Langkah riang serta senandung kecil menemani perjalanan Jaehyun hingga ke kantor.
Sesampai nya di kantor satpam hingga pegawai menyapa Jaehyun dengan sopan. Jaehyun memang merupakan sosok yang periang dan juga senang bergaul. Jadi tidak salah jika dia terkenal baik dan sopan ke seluruh staff kantor.
"Selamat pagi noona"
"selamat pagi tuan Jaehyun, ingin bertemu dengan Tuan Seo ya?" Jaehyun hanya mengangguk sebagai jawaban
"aku ke atas dulu ya noona sampai nanti"
Jaehyun segera memasuki lift khusus petinggi kantor setelah berpamitan pada staff resepsionis
"kapan kamu akan menceraikan Jaehyun?" suara seorang perempuan dari dalam membuat Jaehyun mengurungkan niatnya untuk membuka pintu ruang kerja suaminya
"aku tak mungkin menceraikan nya sayang, dia sendirian kasian" suara itu, suara yang Jaehyun kenal.
"jadi kamu menikah dengan nya hanya karena kasihan dia bahkan tidak bisa memberikan mu keturunan Johnny?"
"bukan begitu sayang, tapi nanti akan aku bicarakan dengan nya"
Hancur, dunia Jaehyun hancur detik itu juga. Mendapati sang suami bermain api dan berencana menceraikan nya membuat dunianya hancur seketika. Jaehyun memukul dadanya guna meringankan rasa sesak yang menjalar di sana. Mencoba untuk tegar Jaehyun tersenyum dan menghapus air matanya dan masuk kedalam ruangan Johnny seolah olah dia tidak pernah mendengar apapun.
"ah sayang sejak kapan datang?" Johnny menghampiri Jaehyun dengan perasaan gugup dan takut.
Jaehyun tidak menjawab dia hanya tersenyum menanggapi sapaan Johnny. Jaehyun berjalan kearah seorang yang ia ketahui bernama Yerin. Perempuan yang sudah merebut hati suaminya. Perempuan yang sudah menghancurkan dunia serta impiannya begitu saja. Jaehyun duduk di sebelah Yerin tanpa pernah menghilangkan senyuman dari wajah cantiknya.
" jadi kapan rencana kalian untuk menikah?" Jaehyun menatap Johnny dan Yerin bergantian tanpa pernah melunturkan senyuman di wajah nya.
Johnny dan Yerin tentu saja terkejut dan hanya mampu diam tanpa berani menjawab pertanyaan Jaehyun.
"sayang kamu bicara apa sih?" Jeno hanya bisa tertawa lirih untuk menutupi kegugupan yang sedang ia rasakan.
" oh iya ini bekal makan siang mu hyung, aku lumayan banyak memasukan makanan jadi ku rasa cukup untuk kalian berdua"
YOU ARE READING
JohnJae Collection
Short Story"Jaehyun ayo kita menikah" "kenapa hyung hadirkan dia di antara kita?" "i love you Jaehyun" "kita saling mencintai namun juga saling menyakiti hyung" #crack pair #Johnny as dom #Jaehyun as sub
