"Semangat lombanya, Neira putri" Seorang lelaki yang sangat mengejutkan tiba-tiba ada di sebelahku. Ku tengok dia sebentar, ku pikir dia bicara dengan yang lain, tapi tidak ada lagi Neira lain kecuali aku.
"Eh ra, gue barusan disamperin cowok aneh banget. Masa cowoknya tiba-tiba ada disebelah gue dan bilang semangat entah itu ditujukan ke siapa." Aku sedang berbincang dengan Keyra, sahabat SMA juga satu ekstrakulikuler. "Hah? Yang pake hoodie item sambil megang hp itu?" sambil nunjuk. "Iya yang itu, eh jangan nunjuk Keyraa, ntar kalau dia sadar ditunjukkan repot"
"Lo gatau itu siapa nei? Beneran gatau?"
"Emang siapa si, orang gue gapernah liat muka nya"
"Itu Reza, biasanya dipanggil Reja, Temen sekolah kita juga, tapi anaknya jarang banget buat keluar kelas, dia juga katanya idaman para cewek-cewek, Nei."
"Hah idaman darimana coba, orang dia tiba-tiba aja disebelah gue terus ngajak ngomong gue. Aneh banget ra"
Aku, Neira Putri, gadis yang biasa-biasa aja di sekolahnya, cuman bisa bakat nulis dan ikut ekstrakulikuler dance. Pernah sempat gagal move-on dengan mantannya. Tapi sekarang sudah berani berdiri lagi. Sudah lelah dengan hal-hal percintaan lagi, ribet kataku.
"Selanjutnya, ialah Fire Dance, untuk Fire Dance mohon untuk bersiap di belakang panggung"
Waktunya aku dan teman-teman ku tampil, setelah tampil, cowok aneh itu datang kembali "Bagus, semoga menang ya" Semesta, apalagi rencana yang kau buat? Jangan aneh-aneh, ku mohon.
"Capek banget hari ini, pengen tidur rasany-"
"Neira, bangun. Udah jam 4 sore, mandi gih. Ibu buat brownies coklat kesukaan kamu" ibuku yang paling baik di dunia.
"Astaga! Barusan aku tidur bu?" tanyaku belum sepenuhnya sadar.
"Iya, udah cepet mandi, nanti langsung ke meja makan ya" perintah ibu.
Masih memikirkan cowok aneh yang tiba-tiba mengajak bicara tadi. "Darimana ia tahu nama ku? Aneh begitu idaman darimana coba? Ah yaudahlah biarin, palingan juga besok udah ga ketemu lagi, mungkin tadi dia iseng doang." Semesta, Neira mau istirahat dari hal percintaan, Neira lelah, mau istirahat sebentar.
Aroma brownies menyebar kemana-mana bahkan sampai keruang tamu, baunya saja harum, apalagi rasanya. "Ibu tahu, kamu udah lama ga makan brownies buatan ibu, makannya ibu buatin buat kamu, Nei" memang deh brownies ibu ga tertandingi deh rasanya. "Kamu gaada cerita yang kamu mau sumbangin ke ibu? Tentang lomba dance kamu mungkin? Gimana?" ibu emang paling tahu kalau ada kejadian ga terkira di hidupku.
"Jadi, tadi ada cowok aneh bu, tiba-tiba nyamperin aku gitu bu. Terus bilang "Semangat ya lombanya, Neira" padahal kita sama sekali belum kenal, ketemu aja engga pernah, aneh banget kan bu?" Paling gabisa nahan cerita apapun jika sudah di depan ibu.
"Itu engga aneh, Nei. Dia yang udah tahu kamu tapi kamu belum tahu dia."
"Setelah aku nanya Keyra, katanya sih itu cowok idaman para cewek, cuman dia jarang banget keluar kelas, bu."
Ibu hanya tersenyum setelah mendengarkan curhatanku. Dan melirikku sebentar melihat raut wajahku.
"Bu, brownies nya aku abisin ya?"
"Jangan Nei, adikmu belum kebagian"
----
"Bu, aku berangkat sekolah dulu ya, ojeknya udah nunggu didepan"
"Iya Nei, hati-hati" Jawab ibu.
Sesampainya di sekolah, aku kembali bertemu dengan si cowok aneh. Siapa lagi kalau bukan si Reza. Terpaksa aku harus bersikap biasa saja, meskipun sedikit kesal. Tidak seperti kemarin yang tiba-tiba mendekat dan mengajak ngobrol. Kali ini, dia hanya diam dan menghiraukanku. Semesta telah berpihak padaku. Dia di depan dan aku dibelakangnya. Karena bagiku, lebih baik aku jalan sendirian. Dia berhenti secara tiba-tiba dan tabrakan pun terjadi.
YOU ARE READING
Rez
Teen FictionDua orang yang mau tidak mau harus memercayai kata "yang selalu bersama tidak harus menyatu" Rez yang sedang memperbaiki kehidupannya. Neira yang tidak ingin berburu-buru membuka hatinya, tetapi seseorang dapat membuat Neira bingung setiap saat. Key...
