Ini aku,
Yang benci terhadap setiap teriakan,
Yang benci terhadap kekangan,
Yang benci terhadap tuntutan,
Yang benci akan rumahnya sendiri.
Ini aku juga,
Yang ingin hidup dengan tenang,
Tanpa adanya privasi yang dilihat sana-sini,
Tanpa adanya ambisi yang membakar jiwa,
Tanpa adanya yang mencibir sana-sini,
Tanpa aturan yang menunjukku untuk menjadi manusia terhebat.
Karena aku sadar,
Bahwa aku menjadi manusia terhebat dengan caraku sendiri,
Tak perlu dilirik oleh orang lain,
Tak perlu mengomentari lebih,
Tak perlu mendapat nilai yang hebat,
Namun satu yang kupinta,
"kamu sudah melakukan yang terbaik"
Hanya kata itu dan pelukan hangat penyemangat, itu saja.
Tuhan,
Kapan aku mendapatkan rumah yang menerimaku apa adanya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Home
Short StoryRumah, tempat yang dirindukan dan tempat yang INGIN sekali dilupakan
