Daisy POV
"Dulu kupikir aku akan mendapatkan seseorang yang akan selalu menemaniku ketika aku dalam keadaan susah, sedih, senang, bahagia.
Ada sih seseorang tersebut yang biasanya orang2 menyebutkan sebagai SAHABAT.
Aku dulu senang banget bisa sama2 dengan seseorang tersebut, walau perjuangan untuk bisa berteman dengan dia sangatlah tidak mudah.
Karena dia merupakan seseorang yang tidak pernah senyum bahkan sedikitpun bibirnya untuk senyum itu tidak pernah. Bahkan banyak orang2 bilang bahwa dia adalah si manusi ES, karena tidak pernah menunjukkan ekspresi yang baik dan benar.
Kalau aku mengingatnya kembali waktu dulu rasanya pasti pengen ketawa liat dia, ketika banyak yang membencinya eh dianya malah malas tahu, ketika banyak yang mengagumi dia eh dianya juga malas tahu.
Lucu sih mengingat kelakuan dia bahkan bisa dibilang aneh bin ajaib. Tapi kenyataan pahit yang aku ketahui tentang dia sampai dia begitu, karena alasan yang tidak akan orang tahu ketika tidak menanyakan ke dia secara langsung.
Ada sejuta rahasia yang bahkan mungkin diriku tidak mengetahuinya, bahkan sampai dia memiliki penyakit yang serius pun aku pun tidak mengetahui nya. Begitu banyak hal yang dia rahasiakan dari orang2 banyak tentang dia. Aku bahkan ingin sekali bertemu dengannya walau sekali saja.
Aku ingin sekali bisa bertemu dengannya sekali lagi, ingin ku sampaikan permintaan maafku dengan baik, ingin membuat momen bersama kembali, ingin mengembalikan tali persahabatan kembali, ingin bisa berbagi banyak hal bersama. Tapi sepertinya hal itu tidak bisa terjadi lagi.
Mengingat perlakuan ku yang sangat tidak baik dulu ketika masa SMA, yang mementingkan PACAR ketimbang SAHABAT, yang dulu bahkan menuduhnya yang tidak2, padahal sebenarnya bukan dia yang melakukan nya, sungguh keji diriku dahulu padanya.
Ah ingin sekali ku mengulang momen kita di masa SMA yang bahkan sampai membuat orang2 salah paham tentang kita, atau bahkan ada juga yang iri sama PERSAHABATAN kita dulu.
1 hal yang selalu kupanjatkan ketika ku berdoa yaitu meminta agar dia selalu dilindungi, diberkati, sehat selalu, dan bahkan ingin kembali bertemu. Itulah doa yang setiap hari kupanjatkan kepada Tuhan ku.
Hingga akhirnya doa yang selalu ku panjatkan terjawab sudah, 10 tahun penantian akhirnya terbayar sudah ketika melihat dia kembali dalam keadaan yang sangat luar biasa baik.
Tapi apalah daya, diriku sangat hancur ketika diriku ini menyapanya dirinya untuk pertama kalinya lagi, namun respon yang dia tunjukkan seakan-akan dia tidak mau bertemu dengan diriku ini. Hatiku rasa-rasanya ingin sekali menjerit mengeluarkan kata2 permintaan maafku. Tapi baru juga ingin berbicara, dirinya langsung pergi.
Ah tapi tidak apalah, diriku akan selalu bersemangat untuk memulihkan persahabatan kita. Untuk bisa selalu bersama kembali seperti sedia kala"
YOU ARE READING
I'M SORRY
RomanceDaisy POV "aku tidak pernah berpikir bahwa meninggalkan seorang SAHABAT akan lebih tersiksa daripada meninggalkan seorang PACAR. Dan lebih parahnya lagi meninggalkan seorang SAHABAT dalam keadaan butuh dukungan karena dalam keadaan sakit yang bahka...
