OO

18 2 0
                                        

Aku tidak pernah ingin dilahirkan kedunia, jika aku dapat meminta pada Tuhan.
Aku yakin, setiap insan didunia ini mendamba hidup yang harmonis, tentram dan adil, termasuk aku.

- Choi Aeri.

Aeri tidak akan menyangkal ketika seseorang berkata 'Hidupmu sangat tidak beruntung' atau 'Kau adalah pembawa sial.' tentang dirinya.
Karena begitulah kenyataannya, ketika sang ibu akan melahirkannya, ibunya meregang nyawa akibat memaksa untuk melahirkannya, ibunya mempertaruhkan hidupnya demi melahirkannya. Aeri bahkan tidak pernah merasakan kasih sayang dari sosok ibu.

Ketika ia lahir, sang ayah tak ingin mengurusnya, A Yeong ahjumma lah yang mengurusnya-seorang asisten rumah tangga yang sudah sejak lama bekerja pada kedua orangtua Aeri-sejak awal kedua orangtua Aeri menikah lebih tepatnya. Ayahnya tak menerima dirinya, dan bahkan ayahnya terus menyalahkannya hingga saat ini, selama 21 tahun ia hidup bersama ayah dan kakaknya, ia selalu disalahkan atas meninggalnya sang ibu, bahkan sang kakak pun turut membencinya.

Saat usianya menginjak 6 tahun, Aeri pernah membuat sang kakak celaka.

"4 kali kau berusaha mencelakaiku! Berusaha membunuhku. Dasar pembawa sial!".
Terhitung sudah 4 kali Aeri membuat sang kakak celaka, semua itu terjadi karena ketidaksengajaan Aeri, Aeri bahkan sudah meminta maaf dan mendapat hukuman dari sang ayah, berawal dari saat itulah sang kakak menyebut Aeri sebagai 'Pembawa sial'.

"Kau pembawa sial, Aeri! Aku membencimu!!!" Kalimat itu, yang selama bertahun-tahun terus melekat dalam ingatan Aeri. Meskipun sudah terbiasa dengan kalimat itu, tetap saja, rasanya menyakitkan.

Jika mengingat dan memikirkan kembali kata-kata yang menyakitkan rasanya sungguh membuat sesak, mungkin akan membuat siapapun menangis dan terlihat lemah. Maka jangan lakukan!

Aeri sudah sangat lelah menangisi hidupnya, juga takdirnya. Bahkan untuk sekedar menangis akibat seonggok perkataan yang dapat mencabik-cabik hatinya. Mengapa rasanya dunia tidak adil sekali? Aeri bahkan sudah tidak memiliki tujuan dalam hidupnya, untuk siapa ia hidup?
Masa depan, bahkan Aeri sama sekali tak menantikannya. Tak ada lagi semangat dalam dirinya, semua itu telah pupus, rasanya sebagian dari diri Aeri telah hilang-mati.

Aeri adalah sosok wanita yang sempurna, parasnya yang indah juga sangat cantik, kulitnya yang putih, seputih susu seperti gadis eropa dengan kulit porselain, tubuh semampai dengan panjang rambut medium.
Setiap orang yang melihat Aeri pastinya merasa bahwa 'Aeri adalah wanita yang sempurna'.
Memiliki paras yang sempurna tak membuat hidup Aeri 'merasa sempurna' juga.

Mengapa Tuhan menggariskan takdir hidup Aeri seperti ini?

"Kau penyebab ibumu meninggal, jika saja ibumu tak melahirkanmu, ia pasti masih hidup sampai saat ini." Bahkan ketika seseorang yang sangat berarti dalam hidupmu, selain sang ibu yang mengandung dan melahirkanmu, mengatakan sesuatu yang dapat menghujam jantungmu dan menghancurkanmu dalam sekali ucap, kau hanya bisa tersenyum.

Tidak ada satu anak pun yang ingin lahir membawa kesialan bagi keluarganya.

Aeri terkadang merasa iri kepada sang kakak-Park Seojun, karena sang kakak selalu mendapat kasih sayang, perhatian, dan segalanya. Sebesar apapun Aeri berusaha mengacuhkan mereka, tetap saja, sakit. Rasanya seperti duri yang menancap pada tubuh, bahkan nyaris lebih sakit.

__________


Langit semakin gelap, sang rembulan kian menampakkan bulatnya yang sempurna dan memancarkan sinarnya bersamaan dengan taburan bintang yang menghiasi langit malam. Lampu-lampu yang berpendar pada bahu jalan. Semilir angin yang semakin dingin juga kencang menerpa pepohonan pada sisi kanan dan kiri jalan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 16, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Deep NightStories to obsess over. Discover now