* * *
Bertemu lalu mengenal,itu adalah skenario yang terjadi pada kehidupan. Mengenal siapa dan bertemu siapa itu sudah menjadi ketentuan takdir.Begitupun ketika Aku bertemu lalu mengenal dia,yang ku percaya adalah takdir. Takdir lah yang mempertemukan dan takdir jugalah yang mengizinkan kita untuk saling mengenal bahkan bersama.
Saat itu usiaku baru beranjak 17 tahun, aku duduk di bangku kelas Xl SMA dan diusia itu aku sama sekali tidak mengerti apa apa akan kehidupan.
Aku menjalani hidup selayaknya air mengalir yang terus mengalir dan entah kemana tujuannya.
Aku tidak mengerti cinta dan tidak tau untuk siapa cinta itu di persembahkan. Hingga saat itu aku dipertemukan dengan sosok laki laki yang mengajarkanku banyak hal.
Dia adalah adik kelasku,umurku dengannya berbeda kisar 3 tahun, tapi buatku dia cukup dewasa meski umurnya berada jauh di bawahku.
...
Aku mengenalnya berawal dari pesan singkat,jujur sebenarnya waktu itu aku hanya berniat iseng saja,ketika aku Chat satu persatu kontak adik kelasku.
Ditambah dengan kebosanan ku yang sudah seminggu lebih berdiam diri di rumah karena kondisiku yang kurang sehat.
Aku hanya bisa berbaring ditempat tidur dan mengotak-atik handphone,aku buka whatsApp lalu buka grup sekolah,disitu tanpa ku fikir lagi,aku langsung mengambil kontak adik adik kelasku dan ku kirim pesan singkat pada kontaknya satu persatu,tapi hanya 10 kontak yang ku ambil itupun kontak laki laki semua.Dan respon dari mereka juga biasa saja.
...
Hem.. kebosanan ku pun bertambah,aku berfikir untuk membuat story' whatsApp. Ya dan aku melakukan itu,saat itu aku mengunggah foto bersama teman temanku dengan caption "Rindu sekolah".
1 detik 2 detik 3 detik dan...
Deretttt deretttt
Suara notifikasi WhatsApp dan kulihat ternyata chat dari adik kelasku yang baru saja ku save kontaknya.
WhatsApp :
"Iqbaal : Lagi sakit ka?"
"Aku : Iya"
Aku hanya membalas singkat dan tanpa ku tunggu lama dia langsung membalas chat singkat ku itu.
WhatsApp :
"Iqbaal : bosen ya ka?"
I think bagaimana dia bisa mengetahui perasaanku???
Dan lagi lagi aku hanya membalas singkat.
WhatsApp :
"Aku : Iya"
"Iqbaal : emangnya sakit apa ka?"
"Aku : demam biasa"
"Iqbaal : cepet sembuh ya ka"
"Aku : Iya makasih"
"Iqbaal : sama sama ka"
"Aku : :)"
Sudah hampir 30 menit hp aku diamkan tidak ada lagi balasan dari dia tapi entah kenapa aku rasa seperti sangat menunggu balasannya.
satu jam kemudian,ku fikir dia tidak akan membalasnya lagi.tapi....
Derettt derettt...
WhatsApp :
"Iqbaal : kapan sekolah lagi ka?"
"Aku : besok,emang kenapa?
"Iqbaal : gpp ka pengen ketemu aja"
"Iqbaal : oh ya Kaka anggota OSIS kan?ⁿ"
"Aku : Iya"(read)
Waktu menunjukkan Pukul 20:30, sudah 2 jam dia tak kunjung membalas tetapi hanya membacanya dan ku rasa dia lebih bosan dariku karena chat singkat ku itu.
Aku pun memutuskan untuk tidur karena mataku juga sudah sedikit mengantuk,dan prasangka baik ku berkata mungkin saja dia juga tertidur.
YOU ARE READING
Terlambat
Teen FictionNiki Nurcahya,gadis cantik yang hampir dikagumi banyak laki laki yang pada awalnya tak mengenal apa itu cinta dan kepada siapa saja cinta itu dipersembahkan. Hingga pada saat Niki duduk di bangku SMA,dia dipertemukan dengan seorang laki laki yang me...
