Gelap. Hening. Hanya tercium bau pengap dan juga amis dalam ruangan tersebut. Tiba-tiba cahaya bulan menembus kedalam ruangan, memberi sedikit cahaya remang-remang. Gadis dengan wajah pucat pasi juga keringat yang sudah membanjiri tubuhnya itu gemetar menatap ke sekeliling. Waspada akan sekitarnya. Dalam ruangan yang hanya mendapat cahaya bulan, dia dapat melihat bercak-bercak darah dimana-mana. Sumber dari bau amis di ruangan itu.
Tiba-tiba terdengar suara bergetar namun menahan benci yang teramat dalam
"kenapa???" menggema seisi ruangan
Gadis itu terjaga. Tatapan gemetar menatap sekeliling dengan waspada. Tapi tidak menemukan siapa pun. Tubuhnya semakin basah oleh keringatnya sendiri.
"kenapa Clar??". Lagi. Hanya terdengar suara yang amat mengerikan
" KENAPA???".
Gadis yang di panggil Clar hanya bisa menangis ketakutan. Dia melihat. Dia melihat sumber suara itu. Seorang gadis pucat dengan tubuh berlumuran darah menatapnya amat benci. sangat benci.
" KENAPA KAU MENINGGALKAN KU SENDIRIAN DISAAT AKU SANGAT MEMBUTUHKANMU!!! MENGAPA?? Kau bahkan hanya diam ketika melihatku terbunuh mengenaskan. Apakah itu yang dilakukan seorang sahabat??? APAKAH SEPERTI ITU???!!!"_ suara kebencian yang teramat dalam itu, bahkan sudah memecahkan seluruh kaca dalam ruangan tersebut.
Lagi. Clarissa hanya bisa menangis. Dia tidak bisa berkata, dia merasa bisu seketika. Sosok itu. Dia sangat merindukan sosok itu. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun. Bahkan untuk bernapas pun, dia merasa sudah tidak sanggup. Dia menunduk dalam. Sangat dalam. Lalu tiba-tiba dia merasakan tangan dingin dan kurus mencekiknya, sampai rasanya dia benar-benar tidak bisa bernapas. Tangannya mencoba menahan tangan kurus itu.
"MATI!!! KAU HARUS MATI BERSAMAKU!! KAU HARUS MAAAATIIIIII!!!_
Terjaga. Clarissa terduduk seketika dengan nafas terengah-engah. Lagi. Ternyata hanya mimpi buruk yang sudah dia rasakan berulang kali. Dia menatap sekeliling hanya untuk memastikan bahwa ini memang kamarnya. Setelah mengetahui ini kamarnya, dia hanya bisa menangis, memukul-mukul dadanya yang terasa teramat sesak. Sesenggukan sambil berkata lirih~" maaf....maafkan aku.....maaf~~" terisak sendirian dalam sepinya malam.
***
Baru Bagian prologue, tapi semoga kalian suka😘😘 Selamat datang yah ke cerita ini....
Aku mau berterima kasih yang sebesar besarnya buat kalian yang udah mampir ke cerita absurd ku ini...dan memberikan vote buat aku.
Jangan lupa follow akun wattpad aku yah😍😍
Sampai bertemu di part berikutnya
See you buat kalian
Bye bye
Love u all😘😘😘
YOU ARE READING
The Maze
Mystery / Thrillertentang sepi. sendirian. tidak ada penopang dalam hidup Clarissa. Sampai pada saatnya, cahaya itu hadir menerangi hidup Clarissa yang gelap gulita. Cahaya itu Hadir Oleh Aciel Ben Carel. Penasaran? langsung masuk yuk ke ceritanya😘
