Namanya Ferdiansyah biasa dipanggil Ferdi dan kadang juga teman-temannya memanggilnya dengan nama udin..
Dia juga tidak tahu kenapa dia dipanggil udin oleh teman-temannya, kalian pasti punya nama panggilan spesial yang diberikan oleh temanmu bukan!.. terkadang pertemanan sesama pria cenderung merubah nama asli kita menjadi nama-nama yang aneh , nama yang sudah diberi susah-susah oleh orang tua menjadi nama yang aneh atau culun . Di SD ia dipanggil Ferdi , di SMP dia dipanggil ferdot , dan di SMA dia dipanggil Udin, sungguh sangat jauh perbedaan dari nama aslinya.
Nama ini terbawa terus sampai dia bekerja .
Anehnya , ketika teman bermain kerumahnya dan bertemu dengan ayahnya , temannya bilang "udin ada di rumah om? " , ayahnya Ferdi malah menjawab "ada itu didalam" , seolah mengiyakan kalau anaknya bernama Udin.
Ferdi adalah sesosok pria ketika kamu berpapasan dengan nya di jalan kamu tidak akan ingat sama sekali kalau kamu pernah berpapasan dengannya , dia adalah orang yang sederhana yang berbaur dengan keramaian dan menyatu dengan oksigen.
Bahkan orang tidak tau bahwa dia mempunyai tanda lahir di lengan sebelah kanannya , tidak ada yang tau bahwa dia suka menonton drama Korea , dan tidak ada orang tau bahwa dia sedang patah hati.
Ditengah pandemi seperti ini ada yang lebih buruk ditahun 2020 ini bagi Ferdi , ia baru saja diputusin oleh pacarnya yang selama 4 tahun belakangan ini ia pacari .
Nama perempuan itu adalah Zahra , tempat terjadi pemutusan secara tidak berperikepacaran itu terjadi dikamar Ferdi pukul 10:00 malam , Ferdi yang baru saja selesai menonton episode terakhir drama Korea.
Tiba-tiba handphone nya berbunyi! isinya WhatsApp sederhana dari Zahra " aku rasa sudah waktunya kita akhiri ini semua " .
dengan polos Ferdi membalas "akhiri? "
"Iya..Kita harus akhiri cerita cinta ini".
Zahra mutusin Ferdi dengan bahasa yang sangat baku seolah dikutip langsung dari lirik lagu yang sedang hits akhir-akhir ini.
Respon Ferdi saat itu masih biasa biasa saja , dia hanya bilang " iya udah , kalau kamu maunya begitu " .
Sesungguhnya ia sudah melihat ini akan terjadi , seperti mengendarai sepeda motor dia sudah bisa melihat dari jauh lampu lalu lintas akan berubah menjadi warna merah . Ia hanya tidak menyangka waktunya secepat itu , sebelum semua ini terjadi ia sudah mempunyai feeling .
Karena setiap kali dia meminta untuk bertemu dengan Zahra , Zahra tidak mau. Dengan alasan , "sekarang kan lagi ada covid , nanti kamu bawa virus lagi!" .
bahkan ketika Ferdi mengajaknya untuk pergi swab tes , Zahra masih tidak mau " enggak ah " kata Zahra , "siapa tau swab tesnya salah" .
" Kok bisa salah?" Tanya Ferdi ,
" iya namanya manusia pasti tidak luput dari kesalahan " begitu ucap Zahra .
Anehnya! ,setelah penolakan ajakan dari Ferdi untuk bertemu , Zahra malah pergi nongkrong sama temen-temennya dan update story' di Instagram dengan teman lainnya tanpa menggunakan masker .
Ferdi pun bertanya tanya kenapa Zahra tidak memberitahu nya kalau dia sedang bersama temannya , seolah ada sinyal yang mau dia berikan , seolah Zahra mau bilang " gue emang nggak mau ketemu Lo lagi " .
Tapi yasudahlah ,mungkin hubungan dia dengan Zahra harus berakhir seperti ini , pikir Ferdi .
walaupun 4 tahun rasanya waktu yang terlalu lama untuk diakhiri dengan sebuah kalimat yang sangat sederhana .
Ketika diputusin oleh Zahra Ferdi sama sekali tidak menangis , dia hanya duduk di atas kasur sambil bengong dan tidak merasakan apa-apa .
Anehnya, bagaimana putus cinta yang biasa digambarkan dengan perasaan yang kecewa dan sangat sakit , justru sebaliknya terasa " HAMPA " .
Tepat ± 3 jam setelah diputusin Zahra, badai memory masa-masa kebersamaan bersama Zahra seakan menabrak pikiran Ferdi.
Ferdi menangis sehingga dia tidak bisa mengenali suaranya sendiri , tangisan yang cukup keras sehingga orang tuanya mendengar tangisan itu dari kamar mereka.
Lalu ayahnya beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya, dan menuju kamar Ferdi lalu mengetuk pintu dan membukanya.
Dia melihat anaknya yang duduk diatas Kasur dan bertanya " kamu kenapa nak?"
"Enggak kenapa-napa yah" jawab Ferdi sambil buru buru menghapus air mata di pipinya .
Ayahnya langsung menenangkannya dan memeluk erat dan dalam pelukannya sambil melihat laptop yang masih terbuka lalu dia berbisik kepada anaknya "ayah ngerti kok nak,emang ending dari drama Korea ini sedih banget".
Ferdi yang enggan membenarkan kesalahan pahaman ayahnya menjawab "iya yah,aktingnya keren banget ".
****
Makasih untuk semua yang sudah membaca cerita ini :) , masih bingung dengan ceritanya / alurnya? Sebenarnya ini kali pertama saya membuat cerita, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan dan saya akan berusaha dan belajar untuk membuat yang lebih baik lagi. Jangan lupa Coment agar saya bisa belajar lagi untuk membuat cerita yang lebih baik lagi kedepannya .
Terima kasih.
11 Oktober 2020
YOU ARE READING
Hujan
Short StoryHujan seolah merestui hati untuk mengingat kesedihan dan kepedihan , karena bagian terbesar dari hujan bukan air , tapi kenangan..
