hero

10 3 0
                                        

"ro lebih semangat lagi dong, gue gak mauya lo tiap hari dibully terus"
"sabar dong za gue gak sanggup nih"
"lo gue panggil hera aja ya, gak tega mulut gue manggil lo hero gak sesuai tau gak"
"nyerah aja deh gue"

memori itu terus berputar dikepala ku, kutopang kepala ku dengan kedua tangan ku, kedua bibir ku masih setia menunjukkan sebuah ukiran bila mengingat namanya dan cerita kehidupannya HERO KUSUMA.

"apa kabar ya dengan pria ini, apakah dia telah menjadi seorang jagoan seperti namanya" ucapku terkekeh geli mengingat berbagai kejadian yang kualami dengannya.

tringg tringg
suara sialan ini selalu saja mengganggu ku, kuraih benda pipih tak bernyawa ini tertera jelas didalamnya Kiena.
"ada apa na"
"lo ya kelawatan banget, lo gak tau ini jam berapa kita mau latihan za, lo niat gak sih ikut kompetisi ini"kata kiena
"iya-iya gue kesana sekarang"kata ku memutuskan panggilan sepihak dengannya.

🌝🌝🌝
Kiena agalista satu-satu teman ku semenjak kepindahan kekota ini, kota yang damai menurutku, tetapi tidak dengan 1 makhluk ini Kiena adalah gadis yang memiliki sifat kompliketit tidak semua orang dapat mengucapkan ketidak tertarikan nya terhadap sesuatu kepada orang itu langsung berbeda dengannya, tetapi hal itu tidak akan pernah terjadi kepada ku, peran Kiena sangat kubutuhkan dalam hidup ku, ya karena aku gadis yang tertutup.

"bagus ya lo telat mulu deh"katanya
"ye lo mah sok gak tau gue"kataku bercanda kepadanya
"tau sih maka itu gue bangga banget dengan prestasi lo ini" katanya sambil terkekeh
"yok mulai" kataku bersiap latihan
"eh kali ini gak gue deh lawan lo latihan"kata kiena
"terus sapa dong na, masak iya supiderman yang ada di logo itu kan gak lucu"kataku
"eh tu mulut gak usah dumel dulu, tunggu disini gue panggil orangnya"

hanya butuh 5 menit seorang yang katanya menggantikan tugas kiena kini muncul tepat dihadapan ku.

tunggu tunggu tunggu...
ada hal aneh yang kurasakan ketika 2 manik mata hitam itu memandang ku
"apakah ini dia?" pikirku mulai racau
"tidak mungkin saja kan seorang yang selalu menjadi bullyian setiap manusia yang melihat nya kecuali diriku, kini dapat berhadapan langsung dengan ku dalam latihan bela diri" pikir ku lagi
3 menit aku beradu dengan pikiranku namun mata itu masih setia memandangku.

kusatukan kedua tangan ku, kutundukkan pandangan ku dengan maksud memulai pertandingan, dan itu sama hal nya dengan yang dilakukan nya kepada ku.






heroDonde viven las historias. Descúbrelo ahora