Sekarang, aku sadar. Bahwa kalau kita melawan orang yang lebih tua dari kita, apalagi yang kita lawan kedua orang tua kandung kita sendiri.
Aku sudah menjadi anak yang durhaka.
Aku sangat menyesal, telah melawan dan membentak kedua orang tuaku. Diselimuti dengan rasa bersalah dan rasa penyesalan sangat tidak menyenangkan.
Aku sangat lah menyesal! Benar kata orang, kalau penyesalan itu datangnya terlambat. Bukan awal. Sekarang, ketika aku baru sadar akan hal itu, kedua orang tuaku telah tiada.
Mereka lah, yang menyelamatkanku dari maut yang ingin menjemputku. Seharusnya aku yang mati, bukan kedua orang tuaku... Hiks.
Dan sekarang, aku hidup sendirian di rumah yang sederhana ini. Hidup sebatang kara, apalagi aku harus mencari makan sendiri dan terus bekerja untuk kebutuhanku sehari hari.
Sampai suatu hari, aku terkena penyakit Kanker Otak. Yah, mungkin inilah karmaku, karena telah menjadi anak yang durhaka.
Buat kalian, selalu ingatlah cerita ini. Jika kalian tak mau menyesal dikemudian hari, sepertiku.
Jadi, mari simak kisahku yang penuh penyesalan ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc.
Note : Selalu ingat, bahwa Penyesalan itu datangnya terlambat. Jadi, jika kalian bersikap egois, ingatlah bagaimana akhir dari ke-egoisanmu yang berganti menjadi rasa Penyesalan dan juga rasa Bersalah.
-#Blue.skyx
YOU ARE READING
Menyesal Yang Tak Ada Gunanya.
Teen FictionPenyesalan itu datangnya terlambat. Jadi ikuti kata hatimu jika kau tak mau menyesal. Tapi, kadang kau malah mengikuti kata egomu. Dan apa yang terkadi sekarang? Orang yang kau sayangi telah tiada. Kau menyesal, sangat. Apa yang ku bilang tadi? Pen...
