#Prolog.

56 48 30
                                        

Sekarang, aku sadar. Bahwa kalau kita melawan orang yang lebih tua dari kita, apalagi yang kita lawan kedua orang tua kandung kita sendiri.

Aku sudah menjadi anak yang durhaka.

Aku sangat menyesal, telah melawan dan membentak kedua orang tuaku. Diselimuti dengan rasa bersalah dan rasa penyesalan sangat tidak menyenangkan.

Aku sangat lah menyesal! Benar kata orang, kalau penyesalan itu datangnya terlambat. Bukan awal. Sekarang, ketika aku baru sadar akan hal itu, kedua orang tuaku telah tiada.

Mereka lah, yang menyelamatkanku dari maut yang ingin menjemputku. Seharusnya aku yang mati, bukan kedua orang tuaku... Hiks.

Dan sekarang, aku hidup sendirian di rumah yang sederhana ini. Hidup sebatang kara, apalagi aku harus mencari makan sendiri dan terus bekerja untuk kebutuhanku sehari hari.

Sampai suatu hari, aku terkena penyakit Kanker Otak. Yah, mungkin inilah karmaku, karena telah menjadi anak yang durhaka.

Buat kalian, selalu ingatlah cerita ini. Jika kalian tak mau menyesal dikemudian hari, sepertiku.

Jadi, mari simak kisahku yang penuh penyesalan ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc.

Note : Selalu ingat, bahwa Penyesalan itu datangnya terlambat. Jadi, jika kalian bersikap egois, ingatlah bagaimana akhir dari ke-egoisanmu yang berganti menjadi rasa Penyesalan dan juga rasa Bersalah.

-#Blue.skyx

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 11, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Menyesal Yang Tak Ada Gunanya.Stories to obsess over. Discover now