“Lo yakin bakalan balik tinggal disini kan?”
“Iya lah, gila kali jauh-jauh dari Singapore malah noob minta balik lagi buat bareng Mami.”
“Kenapa sih? Malah balik lagi kemari.”
Sungchan tertawa keras, setelah setahun penuh meninggalkan kota kelahirannya tidak ada yang berubah. Masih penuh dengan kendaraan bermotor dan tentunya matahari yang teriknya mengalahkan oven di satu menit pertama. Mungkin penambahan jalur sepeda merupakan perubahan besarnya, selain itu tidak ada sama sekali.
Mendengar perkataan kakaknya, membuat dia sendiri bingung. “Gak tau, mungkin gue udah bisa mandiri.”
“Bacot, mandiri apaan. Lo balik lagi ke SHS dan tinggal di rumah bareng gue.”
“Bosen gue di sana. Gak ada yang bisa diajakin nongkrong sampe malam atau keliling kota gitu lah.”
“Iyain aja lah.” ujar Subin yang sudah malas menanggapi adiknya. Dia tahu sekali pasti akan ada alasan lain dari adiknya untuk kembali kesini, sebentar lagi pasti akan terkuak dari kakak mereka. “Bentar deh ya sebelum balik, sekalian jemput kak Yerin di kantornya.”
“Lah? dia udah kerja? Tiga bulan lalu resign jadi editor buku kenapa?”
“Udah, semingguan gitu sih. Katanya dia kurang teliti jadi keluar.”
Beberapa menit kemudian, mereka menemukan si sulung berdiri di trotoar sambil mengipasi wajah menggunakan tangan. Sungchan yang berniat mengagetkan kakak perempuannya pindah ke kursi belakang kemudian bersembunyi dengan memeluk tubuh rapat-rapat agar muat bersembunyi di balik kursi.
Subin yang melihat tingkah adiknya hanya menggeleng untuk mengikuti rencana kemudian berhenti tepat di depan Yerin. Pintu terbuka dan dia masuk,“Lama banget.”
“Dih, cuma telat tiga puluh menit. Kan udah gue bilang buat beli mobil aja, heran dari kuliah masih aja nebeng.” sahut Subin sambil memutar kemudi mobil.
Yerin memakai seatbelt, “Takut nabrak tau. By the way, mana minuman titipan gue?”
“Di belakang, kak.”
“Kaga ada Jung Subin—”
“Surprise!”
“HEH!”
Yerin yang terkejut hingga terjungkal kebelakang menabrak dashboard di punggungnya. Membuat kedua adiknya yang bersekongkol tertawa keras karena keluhannya,“Anak dajjal!”
“Long time no see! Kak lobak!”
“IH! Kata Mami bulan depan baru balik! Sayangnya kakak!” seru Yerin walaupun sudah di jahili oleh Sungchan, masih saja merespon dengan semangat. Jelas saja, bulan lalu ketika orang tua mereka mengatakan bahwa Sungchan akan melanjutkan tahun ketiganya di sini, Yerin sudah diberi tugas untuk mengurus beberapa keperluan adik bungsunya seperti mendaftarkan sekolah, membersihkan kamar lama, mendaftarkan ke bimbel dan lain-lain. “Berhenti bentar bisa gak sih, gue pengen meluk Sungchan.”
“Nanggung kak, di rumah aja deh.” tawar Subin yang tidak mau berhenti di tengah jalan yang padat hanya untuk tingkah aneh kakaknya. “Kuwel-kuwel sampe jadi kain lap tuh si Sungchan, gapapa.”
“Sabar ya sampe rumah, Uchan. Gue peluk sampe gak nafas.” si kakak menoleh kebelakang.
“Enggak ah, gue udah besar kak. Udah saatnya menolak afeksi berlebihan.” kata Sungchan berlagak serius.
YOU ARE READING
the girls | jung sungchan
FanfictionJung Sungchan back to his old school after a year. So, what's new?
