01

4 2 1
                                        

Mengapa dunia ini sangat kejam?

Tidak bisakah sehari saja untukku tenang?

Apa tidak ada kesempatan untukku merasakan bahagia?

***
.
.
.
.

Tepat pukul 00.45 dimana seharusnya aku sedang begulat bersama bantal dan guling, tapi tidak untuk saat ini.

Untuk beteduh pun aku tidak tau harus kemana? orang tuaku baru saja mengusir ku dari rumah dengan berbagai luka di sekujur tubuhku.

Hujan semakin deras membasahi tubuhku dan itu menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa di tubuhku.

Aku bukanlah wanita kuat yang bisa menahan semua rasa sakit di tubuhku ini, namun aku di paksa untuk menjadi kuat agar bisa cepat mendapatkan tempat tinggal untuk beristirahat sebelum memulai hari esok yang mungkin akan sangat menyakitkan.

Tak terasa sudah hampir satu jam aku berjalan di bawah derasnya air hujan yang tak menunjukkan tanda-tanda untuk redah.

Dari kejauhan aku melihat cahaya putih yang mendekat ke arahku membuat kedua mataku terpejam rapat karna silau Dari cahaya itu.

"Lo ngapain di sini malem - malem!? Mau jadi LONTE! Hah?" perlahan aku membuka mata dan menatap seseorang yang berdiri di hadapanku dengan payung di tangannya.

Jujur aku sakit hati mendengar kata-kata 'LONTE' keluar dari mulutnya, dulu dia selalu melindungiku dan selalu memberikan semangat kepadaku. Tapi sekarang.....? Hm....

"Aaaku baru di usir dari rumah" ucapku lemah lalu menunduk untuk menutupi mata sebab dan luka di dahiku.

"Nyusahin!"

Pria itu menarik pergelangan tanganku dan menyeretku ke arah mobilnya, lalu mendorong tubuhku agar masuk ke dalam mobil.

Karena tubuhku yang lemah dan belum siap menerima dorongan itu membuat kepalaku terbentuk cukup kuat pada pintu mobil.

Namun pria yang duduk di kursi kemudi itu sama sekali tidak peduli ia malah mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi dan membuat para kendaraan lain mengeluarkan umpatan dan sumpah serapan untuknya.

Aku tak tau pria itu akan membawaku ke mana yang pasti aku merasa aman dan nyaman berada di dekatnya walaupun perkataannya sangat menyakitkan.

***

Sinar matahari yang cukup cerah menerobos masuk Ke celah-celah jendela kamar, membuat gadis remaja itu membuka matanya perlahan Namun rasa pusing dan sakit di tubuhnya membuat gadis itu kembali memejamkan kedua matanya.

"Udah jam berapa nih? Malah enak - enakan tidur" ucap pria yang sedang bertengger di ambang pintu "masak sana gue laper" lanjutnya.

"Ki kepala aku masih pusing banget badan aku juga masih pada sakit" ucap gadis tersebut berusaha untuk menghilangkan rasa pusing pada kepalanya.

"Lo pikir gue peduli? Buruan bangun gue tunggu 15 menit kalo sarapan gue belum jadi juga abis Lo"

Dengan tenaga yang ada gadis itu berusaha untuk bangkit dan berjalan ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.

Harapan Where stories live. Discover now