Sebuah mobil hitam melaju sedang menuju sebuah sekolah yang cukup terkenal di kota tersebut. Dengan manisnya sang pengendara tersenyum pada seorang gadis yang terdiam memandangi jalan raya.
Ia mengusap pucuk kepala putrinya memberi semangat melalui senyuman. Ia yakin putrinya akan mudah beradaptasi di sekolah barunya, memiliki banyak teman dan juga sahabat.
Mobil tersebut berhenti di depan pagar menjulang tinggi menunggu sang satpam yang menjulang tinggi.
"Terima kasih, Pak," ujarnya ketika pagar sudah terbuka.
Lalu menyetir mobilnya masuk ke area sekolah yang luas, pemandangan yang indah bisa melihat tanaman hijau berjejer dengan rapinya tanpa ada sampah sedikit pun.
"Ayo kita turun, Sayang."
Dita, gadis itu tersenyum, membuka pintu mobil menatap sekitar sekolah lalu ikut berjalan mengikutinya ibunya dari belakang.
Gadis itu menunduk ketika menjadi pusat perhatian semua siswa di sana, sungguh tatapan mereka menakutkan membuat Dita sulit untuk bergerak dari tempatnya.
Melihat putrinya yangberjalan sedikit lambat ia mengambil pergelangan tangannya menuntunnya datang ke ruang kepala sekolah.
Dita terkejut ketika melihat seorang pria tampan tersenyum padanya dengan tulus.
******
Ruang kepala sekolah yang sunyi membuat Dita tidak merasa nyaman menunggu di sini apalagi ibunya harus pulang karena mendapatkan pekerjaan yang sangat penting.
Terdengar suara pintu berderit membuat Dita berbalik ke arah pintu terlihat di sana berdiri seorang pria tua bersama dengan wanita muda tersenyum padanya.
Mereka berdua berjalan ke arah kursi panjang, wanita muda itu duduk di samping Dita sedangkan kepala sekolah duduk berhadapan dengan mereka.
"Ditandra Aryaguna."
Saat namanya disebut Dita mengangkat kepala menatap sepasang mata coklat milik kepala sekolah.
"Nama kamu Dita?" tanyanya.
"Iya."
Kepala sekolah mengangguk kecil memerhatikan penampilan Dita dari kepala hingga ujung kaki kemudian menatap wanita yang berada di samping Dita.
"Perkenalkan dia wali kelasmu Bu Andin," ujarnya.
Wanita bernama Andin tersenyum menatap Dita dengan tulus. "Ayo kita ke kelas," ujarnya.
*******
Setelah menutup pintu ruangan kepala sekolah guru dan siswa tersebut berjalan sejajar menuju kelas FISIKA 2A Di mana kelas tersebut berisi orang pintar.
Dita bingung kenapa ia di tempatkan di kelas unggulan sedangkan nilainya tidak terlalu tinggi di bandingkan teman sekolahnya dulu.
Saat berjalan di koridor tidak sengaja matanya menangkap seorang siswa-siswi seperti sedang bertengkar di dekat tangga hingga langkahnya terhenti ketika mengenal siapa pria itu.
Iya, dia pria yang tersenyum padanya sejak pertemuan pertama mereka dan gadis itu mungkin saja kekasihnya.
"Dita? Ayo jalan," ujar Bu Andin ketika melihat Dita menghentikan langkahnya.
Dita mengangguk kemudian menyusul gurunya dari belakang menuju kelas mereka sungguh perasaannya tidak enak ketika melihat papan bertuliskan FISIKA 2A.
Sesampainya di depan kelas Dita merasa ragu memasuki kelas ia mulai merasakan aura tidak bersahabat dari orang-orang yang berada di kelas.
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, Dita silakan masuk."
YOU ARE READING
DARK
Mystery / ThrillerDita, seorang siswa baru yang harus mengalami nasib buruk ketika datang ke sekolah baru. Sikapnya yang pendiam menjadikan dirinya korban bully serta melakukan pelecehan secara verbal. Hingga satu kejadian membuat Dita kembali harus terkena masalah b...
