Prolog

50 1 0
                                        

"Tidak ada pertemuan yang kebetulan kadang sesuatu itu datang karena membawa pengajaran."

Saka Anggaswara, panggilan Saka di umur yang cukup muda 25 Tahun ini diminta untuk menjadi seorang dosen Matematika di Universitas Negri yogyakarta. Ia dikenal dengan dosen paling killer dan paling kejam jika memberi tugas pada mahasiswanya. Walau begitu penggemarnya sangat banyak apalagi dikalangan perempuan.

Selain tampan, gosipnya dia mirip opa" korea. Dikarenakan status yang masih lajang beliau sering mendapatkan coklat dan bekal dari penggemarnya.

Nada dering ponsel membuat tidur Saka terusik. Seperti biasa ia terbangun namun, tidak langsung beranjak dari kasur melainkan terdiam mengumpulkan nyawa. Tidak sampai lima menit kaki ini berjalan menuju kamar mandi, membersihkan badan lalu mengambil air wudhu.

Gue ambil sajadah itu dilemari. Direntangkan menghadap kiblat lalu berdiri diatasnya dan melaksanakan shalat dengan hikmat.

Terbangun di sepertiga malam sudah menjadi rutinitas ketika gue tidur cepat.

Entah kenapa tiba-tiba rasanya ingin mendoakan sosok perempuan yang telah berhasil mencuri hati kecil ini.

Sebuah penolakan yang berujung saling asing nyatanya lumayan sakit, gue sadar bahwa cinta tak bisa dipaksakan.

"Ya Allah kau lah yang dapat membolak-balikan hati seseorang, sikiranya kami tidak berjodoh hamba mohon beri hamba kelapangan dada untuk mengikhlaskanya namun sekiranya masih ada kesempatanku untuk bersama nya beri hamba kemudahan meyakinkan ia pada hubungan yang halal aminn." menangkup kedua tangan diwajah dilanjutkan membaca sholawat nabi.

Azan subuh pun berkumandang, Saka mengambil sajadah sambil dilampirkan kepundak.

Seperti biasa gue selalu pergih ke masjid yang berada beberapa meter dari rumah.

Setelah shalat Saka beranjak mengambil laptop dan mengecek beberapa E-Mail dari beberapa tugas Mahasiswa dan rekan bisnis.

Klik pesan teratas dari sekretarisnya nina seperti biasa menginfokan akan ada meeting di salah resto Jogja.

Semester kedua gue masih dipercaya menjadi dosen disalah satu universitas di Yogyakarta.

Ngomong- ngomong soal jogja, gue kembali bernostalgia dengan salah satu gadis yang entah kapan mati merasakan jatuh cinta kembali.

Gadis bermata indah dengan tutur kata yang lembut terhadap anak-anak kecil membuat sifat ke ibu annya muncul. Pertemuan pertama kami yang tak sengaja dikoridor kampus, saat itu kami sama-sama terlambat membuat Gue tak sengaja menabraknya hingga ia terjatuh.

Mencoba menolong namun diabaikan akhirnya gadis itu mencoba berdiri sendiri dengan kacamatanya yang tak sengaja kuinjak lalu rusak tapi karena terbu-buru gadis itu izin pergi sambil membawa kacamata nya yang rusak.

Aku hanya terpaku dan memperhatikan dari kejauhan saja
Tangan ini memegang dada ya jantung ku berdetak sekian lama akhirnya dipertemukan lagi dengan gadis itu. 

Itulah mengapa Saka ingin memintanya pada Allah. Berharap dia adalah jodohnya.

Wajahnya kini tertarik lurus membetuk sebuah senyuman. Libur semester telah usai ia harus kembali kerja dikota yang membuat dia senang, bukan karena kota itu khas jawa melekat kuat namun ada kenangan didalamnya. Suatu peristiwa yang membuat saka terus ingat dengan kota itu.

Rasa Untuk Singgah Negri Sakura Stories to obsess over. Discover now